Muhammad Abrori
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Role of School Environment in Maintaining the Consistency of Hijab Wearing in Students: Social Challenges and Solutions for Religious Education in the Modern Era Zubaidah; M. Aqil Fahmi Sanjani; Uswatun Hasanah; Moh Nur Fauzi; Muhammad Abrori
Journal of Social Studies and Education Vol. 2 No. 1 (2024): January-June (2024)
Publisher : Al-Qalam Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jsse.v2i1.392

Abstract

This research focuses on the understanding and challenges faced by students in maintaining the consistency of wearing hijab, as well as the role of schools in supporting the understanding and practice of hijab among students. This research uses a qualitative approach with a case study design, which combines data collection techniques of interview, observation, and documentation. Respondents involved in this study consisted of students, religious teachers, and school staff who play a role in religious activities. The data obtained were analyzed through the stages of reduction, display, and verification to draw valid conclusions. The results showed that the majority of students in both schools viewed hijab as an important expression of religious identity and as a form of modesty. However, they face challenges in maintaining consistency in wearing the hijab, mainly due to the influence of peer pressure, social media, and social norms outside the school environment. In addition, this study also found that religious education programs implemented in schools have a significant role in shaping the understanding and practice of hijab among students. Support from peers, family, and school environment proved to be important in encouraging students to maintain wearing hijab. The implications of this study suggest that a supportive school environment, both structurally and socially, can strengthen students' consistency in wearing hijab, while enriching their understanding of religious values. This research provides important insights for the development of a more holistic religious education curriculum.
DINAMIKA KONSEPSI KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM Muhammad Abrori
Nusantara Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2023): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/njis.2023.4.2.8-16

Abstract

Tujuan peneliti ini adalah untuk menganalisis tentang teori kepemimpinan dalam pandangan Islam, memahami apa itu kepemimpinan, serta perspektif beberapa pendapat tokoh dari Islam. Metode dan tipe pengumpulan data dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan mengumpulkan buku, jurnal dan hasil penelitian sebelumnya yang mendukung tema penelitian, termasuk literatur tentang teori kepemiminan, pandangan Islam terhadap kepemimpinan. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep kepimimpinan dalam Islam, merupakan cara pandang yang menjadi dasar landasan pemikiran dalam berperan menjadi seorang pemimpin yang mencakup beberapa aspek yaitu; aspek pengaruh, aspek keharmonisan, dan aspek karakteristik.
Penyuluhan Kesadaran Hukum UU No. 16 Tahun 2019 Tentang Pernikahan Dini di Desa Batu Salang Cermee Bondowoso Syaiful Bakri; Muhammad Abrori; Siti Khotijah; Mutia Nahdiya; Firdatus Sofia; Sri Agustina Wulandari
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6134

Abstract

Kegiatan ini didedikasikan untuk masyarakat dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga Desa Batu Salang, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, mengenai bahaya dan dampak negatif pernikahan dini. Sosialisasi dilakukan di Balai Desa Batu. Metode yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan ini meliputi pendidikan, partisipasi, dan persuasi melalui ceramah interaktif, diskusi, dan sesi tanya jawab. Hasil kegiatan penyuluhan ini menunjukkan bahwa pemahaman peserta mengenai batas usia menikah sesuai dengan Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 telah meningkat, dan pentingnya kesiapan fisik, mental, dan ekonomi sebelum menikah telah lebih dikenal luas. Sebanyak 80% peserta mampu menjelaskan dengan benar penyebab dan risiko yang terkait dengan pernikahan dini. Kegiatan ini juga memberikan pemahaman bahwa menunda pernikahan hingga usia yang lebih matang bukanlah pelanggaran agama, melainkan bentuk tanggung jawab sosial dan moral. Dengan demikian, kegiatan ini telah terbukti memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan dapat dijadikan contoh kegiatan pencegahan pernikahan dini yang berkelanjutan di desa-desa lain.