Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kemelimpahan dan Distribusi Ukuran Strombus Luhuanus Pada Perairan Pantai Berbatu Negeri Oma, Kabupaten Maluku Tengah Prulley A. Uneputty; Sara Haumahu; Yona A. Lewerissa
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 5 (2018): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL V KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.765 KB)

Abstract

Strombus luhuanus dikenal sebagai strawberry conch merupakan salah satu spesies dari filum moluska laut yang bersifat tropicopolitan dan tergolong dalam famili Strombidae. Spesies ini dikenal oleh masyarakat Maluku dengan nama bia jala dan merupakan salah satu spesies moluska konsumsi yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir di Maluku termasuk negeri Oma sebagai salah satu sumber protein hewani. Intensitas pemanfaatan akhir-akhir ini semakin tinggi dimana setiap orang mengumpulkan sebanyak 100-150 individu. Hal ini akan mengakibatkan menurunnya sumber daya siput jala dan terjadinya degradasi habitat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji kelimpahan dan distribusi ukuran dari S. luhuanus. Sampling dilakukan mulai dari bulan Januari sampai Maret 2018 dengan menggunakan metode acak sederhana. Pengukuran geometri cangkang yang meliputi panjang, lebar dan tebal bibir dilakukan dengan menggunakan vernier caliper ketelitian 0.01mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemelimpahan spesies ini sebesar 468 individu selama periode observasi dimana kemelimpahan individu jantan lebih tinggi dari betina sebesar 51.49% dari total populasi. Seks ratio siput jantan dan betina adalah 1:0.9. Nilai rerata panjang cangkang yang ditemukan yaitu 40.71 mm, lebar cangkang 22.00 mm dan tebal bibir cangkang 2.07 mm. Individu betina memiliki dimensi cangkang yang lebih tinggi dari jantan. Ukuran tebal bibir mengindikasikan populasi siput yang ditemukan didominasi oleh fase juvenil pada bulan Januari dan Februari sedangkan pada bulan Maret kehadiran kedua fase ini hampir sama. Hal ini berarti, S.luhuanus sementara berada dalam fase pertumbuhan. Kata Kunci: moluska, strombus, dimensi cangkang, kemelimpahan 
DISEMINASI INFORMASI KESEHATAN MANGROVE BERBASIS SPASIAL DALAM MENINGKATKAN LITERASI EKOSISTEM MASYARAKAT NEGERI KAIBOBU Niette V. Huliselan; Janson H. Pietersz; Prulley A. Uneputty; Maureen A. Tuapattinaja
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10112

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir serta mendukung kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Namun, keterbatasan akses terhadap informasi ilmiah menyebabkan rendahnya literasi dalam memahami kondisi dan fungsi ekosistem mangrove secara komprehensif. Kondisi ini berpotensi mempengaruhi pola pemanfaatan sumber daya pesisir yang kurang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendiseminasikan informasi kesehatan mangrove berbasis spasial sebagai upaya meningkatkan literasi ekosistem di Negeri Kaibobu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Metode yang digunakan berupa penyuluhan partisipatif yang diperkaya dengan penyajian informasi ilmiah berbasis kondisi aktual ekosistem mangrove. Kegiatan dilaksanakan pada 24 Agustus 2024 dengan melibatkan 37 peserta yang terdiri atas masyarakat dan aparatur pemerintah setempat. Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar mangrove, fungsi ekologis dan ekonomis, serta kondisi mangrove yang disajikan secara kontekstual melalui dukungan visual berbasis data spasial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, yang ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam diskusi serta kemampuan menjelaskan kembali materi yang disampaikan. Selain itu, peserta mulai mampu mengaitkan informasi yang diperoleh dengan kondisi lingkungan di sekitarnya. Pendekatan penyuluhan berbasis informasi spasial terbukti efektif dalam meningkatkan literasi ekosistem masyarakat pesisir serta mendukung terbentuknya kesadaran terhadap pentingnya pelestarian mangrove secara berkelanjutan.