Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Strategi Peningkatan Status Desa dari Tertinggal menjadi Desa Berkembang Rizki Yunan Muharam; Meidy Haviz
Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis (JRIEB)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrieb.vi.1238

Abstract

Abstract. Underdeveloped villages are still a problem that must get attention because it has an impact on inequality in the development of urban areas and villages. The method used in this research is descriptive qualitative with analytical methods using reduction, presenting data, and drawing conclusions, SWOT analysis is used to formulate appropriate strategies based on strengths, weaknesses, opportunities and threats. The results of the study show that health and education indicators are still a problem in the social dimension due to limited facilities and infrastructure. On the economic index there is no market as the wheel of the community's economy, limited capital and the unavailability of public banking institutions make it difficult for the community to develop, there is still a lack of BUMDes as a booster for the community's economy. SWOT strategy analysis of (S) strengths, (W) weaknesses, (O) opportunities, and (T) threats. Strategy (SO) to develop local resource potential that can encourage community economic resources by taking advantage of opportunities such as agricultural products and UKM activities, strategy (WO) to increase human resources through education and training provided by the village, strategy (ST) to develop business or village potential so that the younger generation does not migrate, the lack of jobs in a village causes the community to urbanize, the (WT) strategy empowers the community to reduce poverty by contributing to village development. Abstrak. Desa tertinggal masih menjadi permasalahan yang harus mendapatkan perhatian karena berdampak pada ketimpangan dalam pembangunan Wilayah Kota dengan Desa. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan metode analisis menggunakan reduksi, penyajian data, dan menarik kesimpulan, analisis SWOT digunakan untuk merumuskan strategi yang tepat berdasarkan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa indikator kesehatan dan pendidikan masih menjadi masalah pada dimensi sosial karena keterbatasan sarana dan prasana. Pada indek ekonomi tidak tedapat pasar sebagai roda ekonomi masyarakat, keterbatasan modal dan tidak tersedianya lembaga perbankan umum menyulitkan masyrakat untuk berkembang, masih minimnya BUMDes sebagai pendongkrak perekonomian masyarakat. Analisis strategi SWOT dari (S) kekuatan, (W) kelemahan, (O) peluang, dan (T) ancaman. Strategi (SO) mengembangkan potensi sumber daya lokal yang dapat mendorong sumber ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan peluang seperti hasil dari pertanian dan kegitaan UKM, strategi (WO) meningkatkan SDM melalui pendidikan dan pelatihan yang disediakan oleh desa, strategi (ST) mengembangkan usaha atau potensi desa sehingga generasi muda tidak merantau, minimnya lapangan pekerjaan di suatu desa mengakibatkan masyarakat melakukan urbanisasi, strategi (WT) memberdayakan masyarakat untuk mengurangi kemiskinan dengan berkontribusi dalam pembangunan desa.
EFEKTIVITAS SOSIALISASI DAN WORKSHOP PENTINGNYA LOGO DAN PENGEMASAN PRODUK BAGI PENINGKATAN DAYA JUAL PRODUK UMKM DESA CIBURIAL, KABUPATEN BANDUNG Mafruhat, Ade Yunita; Haryatiningsih, Ria; Haviz, Meidy; Nurrahman, Ahmad Arif; Arif, Muhammad Fauzi; Kiransyah, Muhammad Rafky Razif; Fie Sabilillah, Ghirah Jihad; Lesmana, Lovie Dwifany; Prameswari, Khofifah Alya
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 30, No 1 (2024): JANUARI-MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v30i1.50036

Abstract

UMKM Desa dapat memberikan peran yang cukup besar dalam pembangunan ekonomi tingkat Nasional. Besarnya peran ini membuat UMKM Desa menjadi solusi yang efektif dalam pemulihan ekonomi nasional. Namun, perannya ini masih belum optimal karena UMKM Desa masih banyak menghadapi berbagai tantangan salah satunya dalam peningkatan daya saing produknya yakni terkait logo dan pengemasan. Untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut maka pengabdi menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Workshop terkait pentingnya Logo dan Pengemasan Produk UMKM Desa yang profesional. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi: sosialisasi, workshop,dokumentasi, dan penyusunan laporan akhir. Hasil dari kegiatan PKM ini, para pelaku UMKM Unggulan terpilih Desa Ciburial meningkat keberdayaan UMKM Desa  Ciburial perihal logo dan pengemasan produk khususnya dalam hal peningkatan pengetahuan, keterampilannya Dengan meningkatnya keberdayaan ini menunjukkan bahwa kegiatan PKM efektif.  
ANALYSIS OF THE IMPACT OF COVID-19 ON POVERTY IN BANDUNG-INDONESIA: SOCIOLOGY-RELIGION-ISLAMIC PERSPECTIVE CONCEPT APPROACH Mafruhat, Ade Yunita; Alfadhillah, Farah Hanieva; Fadhillah, Nida Awwali Zahratul; Wildani, Widya Nissa; Haviz, Meidy; Noviani, Noviani
Islam Futura Vol 25 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Islam Futura
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jiif.v25i1.15282

Abstract

This article aims to analyze in depth the impact of Covid-19 on conditions of spiritual poverty, especially indicators of aqidah associated with material poverty conditions, especially socio-cultural indicators in urban areas of Indonesia, namely Bandung City based on the theory of the sociology of religion. Bandung City is the capital city of West Java Province where West Java itself is one of the provinces with the largest contributor to poverty in Indonesia. Based on the existing literature, poverty is an obstacle to development. The question is, what are the conditions of poverty, both spiritual poverty (aqidah) and material poverty conditions (social-cultural) in the city of Bandung? Does Covid-19 have an impact on these two conditions of poverty? If yes, What are the impacts due to Covid-19? To answer this question, the methodology used is a mix method using a different test and the study sample taken is 100 poor households in the city of Bandung spread over 30 sub-districts. The results of the study show that there is an impact of Covid-19 on aspects of aqidah poverty and social material poverty aspects.
Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pengangguran Terbuka, dan PDRB terhadap Tingkat Kemiskinan di Indonesia Ahmad Nasirudin; Meidy Haviz
Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis (JRIEB)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrieb.v5i1.6398

Abstract

Kemiskinan merupakan suatu masalah yang menyangkut banyak aspek karena berkaitan dengan pendapatan yang rendah, pendidikan yang rendah, buta huruf, derajat kesehatan yang rendah dan buruknya lingkungan hidup. Kemiskinan di pandang sebagai kondisi di mana seseorang atau sekelompok orang tidak terpenuhi hak-hak dasarnya secara layak untuk menempuh dan mengembangkan kehidupan yang bemartabat. Mengatasi masalah kemiskinan tidak dapat dilakukan secara terpisah dari masalah pengangguran, pendidikan, kesehatan dan masalah-masalah lain yang secara eksplisit berkaitan erat dengan masalah kemiskinan. Tujuan dilakukannya penelitian ini diharapkan dapat menganalisis bagaimana dan seberapa besar pengaruh variabel pendidikan, pengangguran dan PDRB terhadap kemiskinan sehingga nantinya diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam penentuan kebijakan dalam mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dimana penelitian ini menggunakan data sekunder yang merupakan data cross section selama periode tahun 2023 di 34 Provinsi di Indonesia. Data sekunder dalam penelitian ini bersumber dari Badan Pusat Statistik di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Sementara itu, variabel pengangguran berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan dan variabel PDRB berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Poverty is a problem that involves many aspects because it is related to low income, low education, illiteracy, low health status and poor living environment. Poverty is seen as a condition in which a person or group of people do not have their basic rights adequately fulfilled to live and develop a dignified life. Overcoming the problem of poverty cannot be done separately from the problems of unemployment, education, health and other problems that are explicitly closely related to the problem of poverty. The aim of this research is to analyze how and to what extent the variables of education, unemployment and GRDP influence poverty so that later it is hoped that it can be used as a basis for determining policies in overcoming the problem of poverty in Indonesia. This research is a type of quantitative research, where this research uses secondary data which is cross section data for the period 2023 in 34 provinces in Indonesia. Secondary data in this research comes from the Central Statistics Agency in Indonesia. The results of this research show that the education variable has a negative and significant effect on poverty. Meanwhile, the unemployment variable has a positive and insignificant effect on poverty and the GRDP variable has a negative and significant effect on poverty.
Forest-Grown Coffee for Village Prosperity: A Business Model Analysis Sebayang, Asnita; Nurfahmiyati, Nurfahmiyati; Haviz, Meidy
International Journal of Entrepreneurship and Sustainability Studies Vol. 5 No. 1 (2025): July Volume
Publisher : Research Synergy Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31098/ijeass.v5i1.3337

Abstract

The leading commodity of forest coffee is a strategic opportunity for the local economy's strength. This study uses a Participatory Action Research (PAR) approach that combines a qualitative approach with participatory action as part of an effort to increase the role of coffee as the competitive advantage of Mekarmanik Village in Bandung Regency. Identifying the business model using the Hijrah Tool Business Model approach indicates that this business has a promising business model. The main sources of strength of the coffee business are the geographical aspects that impact the quality of coffee with unique flavors, social capital, strategic partnerships through the role of cooperatives, and skilled human resources. The limitation of coffee commodity development as the village's leading commodity is related to area development, which is mostly in protected forest areas, a lack of accessibility, particularly connectivity (infrastructure), a lack of product marketing, high dependency on middlemen, and managerial obstacles. This study recommends a triple-helix approach that involves coffee farmers/businesses in the village, the government, and universities to increase community income more sustainably and equitably.
EFEKTIVITAS SOSIALISASI DAN WORKSHOP PENTINGNYA LOGO DAN PENGEMASAN PRODUK BAGI PENINGKATAN DAYA JUAL PRODUK UMKM DESA CIBURIAL, KABUPATEN BANDUNG Mafruhat, Ade Yunita; Haryatiningsih, Ria; Haviz, Meidy; Nurrahman, Ahmad Arif; Arif, Muhammad Fauzi; Kiransyah, Muhammad Rafky Razif; Fie Sabilillah, Ghirah Jihad; Lesmana, Lovie Dwifany; Prameswari, Khofifah Alya
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 30 No. 1 (2024): JANUARI-MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v30i1.50036

Abstract

UMKM Desa dapat memberikan peran yang cukup besar dalam pembangunan ekonomi tingkat Nasional. Besarnya peran ini membuat UMKM Desa menjadi solusi yang efektif dalam pemulihan ekonomi nasional. Namun, perannya ini masih belum optimal karena UMKM Desa masih banyak menghadapi berbagai tantangan salah satunya dalam peningkatan daya saing produknya yakni terkait logo dan pengemasan. Untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut maka pengabdi menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Workshop terkait pentingnya Logo dan Pengemasan Produk UMKM Desa yang profesional. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi: sosialisasi, workshop,dokumentasi, dan penyusunan laporan akhir. Hasil dari kegiatan PKM ini, para pelaku UMKM Unggulan terpilih Desa Ciburial meningkat keberdayaan UMKM Desa  Ciburial perihal logo dan pengemasan produk khususnya dalam hal peningkatan pengetahuan, keterampilannya Dengan meningkatnya keberdayaan ini menunjukkan bahwa kegiatan PKM efektif.