Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Natrium Sulfida (Na2S) pada Proses Pengapuran terhadap Uji Fisik Kulit Samak Ikan Buntal (Arothon reticularis) Susanti Rahayu; RLM Satrio Ari Wibowo; Titik Anggraini
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.10365

Abstract

Kulit ikan bisa digunakan sebagai alternatif bahan baku untuk industri penyamakan kulit mengingat keterbatasan bahan baku kulit mentah hewan darat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuipengaruh penggunaan Natrium Sulfida pada proses pengapuran yang berbeda konsentrasinya pada hasil uji fisik kulit ikan buntal, yang meliputi uji kuat tarik, kemuluran dan kuat sobek. Penelitian inimenggunakan kulit ikan buntal awet garaman sejumlah 9 lembar yang disamak menggunakan bahan penyamak nabati (mimosa), sampai menjadi kulit crust ikan buntal. Perlakuan penggunan variasikonsentrasi Natrium Sulfida yang digunakan saat proses pengapuran adalah 0,5%, 1% dan 1,5%. Masingmasing perlakuan tersebut diulang sebanyak tiga kali, kemudian dilakukan uji fisik menggunakan alat tensile strength. Penggunaan konsentrasi Na2S 1% menunjukkan nilai Kekuatan Tarik yang paling tinggi yaitu sebesar 1394.172 N/cm2, dan nilai kemuluran yang paling rendah yaitu sebesar 57.707 %, dan nilai kekuatan sobek yang paling tinggi ditunjukan oleh penggunan konsentrasi Na2S 0,5% yaitu sebesar181.978 N/cm. Penggunaan variasi konsentrasi Natrium Sulfida memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap kekuatan tarik, namun tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kemulurandan kekuatan sobeknya. Berdasarkan hasil rekapitulasi data rataan, nilai kekuatan tarik, kemuluran dan kekuatan sobek sampel kulit ikan buntal tersamak belum memenuhi persyaratan standar mutu.Kulit ikan bisa digunakan sebagai alternatif bahan baku untuk industri penyamakan kulit mengingatketerbatasan bahan baku kulit mentah hewan darat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuipengaruh penggunaan Natrium Sulfida pada proses pengapuran yang berbeda konsentrasinya padahasil uji fisik kulit ikan buntal, yang meliputi uji kuat tarik, kemuluran dan kuat sobek. Penelitian inimenggunakan kulit ikan buntal awet garaman sejumlah 9 lembar yang disamak menggunakan bahanpenyamak nabati (mimosa), sampai menjadi kulit crust ikan buntal. Perlakuan penggunan variasikonsentrasi Natrium Sulfida yang digunakan saat proses pengapuran adalah 0,5%, 1% dan 1,5%. Masingmasingperlakuan tersebut diulang sebanyak tiga kali, kemudian dilakukan uji fisik menggunakan alattensile strength. Penggunaan konsentrasi Na2S 1% menunjukkan nilai Kekuatan Tarik yang paling tinggiyaitu sebesar 1394.172 N/cm2, dan nilai kemuluran yang paling rendah yaitu sebesar 57.707 %, dannilai kekuatan sobek yang paling tinggi ditunjukan oleh penggunan konsentrasi Na2S 0,5% yaitu sebesar181.978 N/cm. Penggunaan variasi konsentrasi Natrium Sulfida memberikan pengaruh berbeda nyataterhadap kekuatan tarik, namun tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kemulurandan kekuatan sobeknya. Berdasarkan hasil rekapitulasi data rataan, nilai kekuatan tarik, kemuluran dankekuatan sobek sampel kulit ikan buntal tersamak belum memenuhi persyaratan standar mutu.