Reza Jales Mahesa Adiyatsa
Mulawarman University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Mahasiswa Terhadap Pembelajaran Daring Selama Pandemi COVID-19 Reza Jales Mahesa Adiyatsa; Ike Anggraeni; Annisa Nurrachmawati
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran VOL 8, NO 2 (2021): TARBIYAH WA TA'LIM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.9 KB) | DOI: 10.21093/twt.v8i2.3421

Abstract

Pembelajaran daring dianggap sebagai paradigma baru dalam proses pembelajaran yang dapat dilakukan dengan mudah dengan mengandalkan sebuah aplikasi berbasis koneksi internet. Peralihan pembelajaran dari luring menuju daring telah menimbulkan pembelajaran, komunikasi, metode penilaian baru, serta beban kerja yang berbeda, sehingga dampak pembelajaran daring berpengaruh terhadap berbagai aspek. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan persepsi mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman (FKM Unmul) pada pembelajaran daring selama pandemi COVID-19 dengan ketercapaian pembelajaran. Studi ini merupakan riset observasional dengan desain cross-sectional. Sampel sejumlah 192 mahasiswa FKM Unmul diambil dengan metode simple random sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuisioner online, analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 76% mahasiswa memiliki persepsi negatif mengenai proses belajar mengajar, 93,8% memiliki persepsi positif pada kapabilitas dosen, sarana prasarana (86,5%) dan (100%) ketercapaian pembelajaran. Tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi terhadap proses belajar terhadap ketercapaian pembelajaran (p-value 0,09), sebaliknya terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi terhadap kapabilitas dosen dan sarana prasarana terhadap ketercapaian pembelajaran (p-value 0,001). Disimpulkan persepsi terhadap kapabilitas dosen dan sarana prasarana berhubungan dengan ketercapaian pembelajaran. Untuk itu dosen dapat memberikan pembelajaran yang kreatif agar materi yang disampaikan lebih mudah dimengerti.
Community Satisfaction Survey of Loa Ipuh Health Center 2024–2025 Based on Ministerial Regulation No. 14/2017 Reza Jales Mahesa Adiyatsa; Ratno Adrianto
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 2 No. 2 (2025): The 4th MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : The Community Satisfaction Survey is an essential instrument for evaluating the quality of public services as mandated by the Indonesian Ministry of Administrative and Bureaucratic Reform Regulation No. 14 of 2017. This instrument assesses users’ perceptions of service quality based on nine service elements. In the health sector, this survey serves not only as a measurement tool but also as a foundation for continuous quality improvement. Objective : This study aims to compare the service performance of Loa Ipuh Health Center in 2024 and 2025 using a descriptive analysis approach based on primary survey data involving 375 respondents in each year. Research Methods/ Implementation Methods : The evaluation covers all nine service elements and performance across service units (poli) following the guidelines of the Community Satisfaction Index (IKM). Results : The results show an increase in IKM from 87.06 in 2024 to 87.50 in 2025, indicating an overall improvement in service quality, although the increase remains modest. The highest-scoring elements in both years were Staff Attitude and Service Fees/Tariffs, reflecting positive public perceptions of staff behavior and cost affordability. Conversely, Service Specifications and Service Timeliness were the lowest-scoring elements, suggesting challenges related to service consistency and waiting time. Analysis across service units also revealed performance variations, with the KIA, Nutrition, and Procedure Units performing well, while the Laboratory and Registration Units scored below average. Conclusion/Lesson Learned : These findings highlight the need for targeted improvements in weaker elements and units to strengthen overall service quality in subsequent years.