Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tinjauan Lama Waktu Pendistribusian Rekam Medis di Rumah Sakit Umum Daerah Teluk Kuantan Tahun 2021 Rumla Maisyarah; Fitriani Astika; Ayu Kemala Sari
Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal) Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.548 KB) | DOI: 10.25311/jrm.Vol1.Iss2.388

Abstract

Distribusi rekam medis adalah proses pengakuan rekam medis ke tempat-tempat yang memerlukan rekam medis. Pada pelayanan rekam medis standar untuk waktu penyediaan dokumen rekam medis pelayanan rawat jalan kurang dari atau sama dengan 10 menit. Hasil survey awal lama waktu pendistribusian di RSUD Teluk Kuantan berkisar besar sama 15 menit dari 10 berkas yang diamati terdapat 3 berkas rekam medis yang terlambat pendistribusian. Tujuan penelitian untuk mengetahui lama waktu pendistribusian rekam medis di RSUD Teluk Kuantan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kombinasi kualitatif dan kuantitatif. Informan penelitian ini ada 2 orang kepala rekam medis dan petugas pendistribusian. Instrumen yang digunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisa dilakukan dengan triangulasi. Hasil penelitian didapatkan persentase lama waktu yang diperlukan dalam pendistribusian rekam medis dari lokasi pendaftaran ke poliklinik terdapat  79,5% dengan kategori cepat, yang tidak cepat terdapat 20,4% dengan rata-rata waktu yang tepat 5,71, waktu yang tidak tepat 17,1 untuk pendistribusian rekam medis dari lokasi pendaftaran ke poliklinik. Penyebab keterlambatan pendistribusian rekam medis ke poliklinik adalah pasien lupa membawa Kartu Identitas Diri (KTP, Kartu Berobat, Kartu BPJS) dan keterlambatan pemulangan rekam medis dari instalasi rawat inap dan rawat jalan ke instalasi rekam medis.  Alur pendistribusian rekam medis rawat jalan sudah dilakukan sesuai dengan prosedur yang sudah ada yaitu pasien mendaftar ketempat pendaftaran rawat jalan sampai dengan  rekam medis pasien disimpan kembali ditempat penyimpanan rekam medis. Disarankan perlunya sosialisasi dengan pasien, perawat, serta dokter sehingga tidak ada keterlambatan dalam pendistribusian.
Peran Petugas Rekam Medis Terhadap Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik Di Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu Tahun 2025 Intan Della Saputri; Ricardo Ricardo; Fitriani Astika
Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal)
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jrm.Vol5.Iss1.1569

Abstract

Perkembangan teknologi informasi menuntut rumah sakit mengadopsi sistem digital, salah satunya Rekam Medis Elektronik (RME). RSUD Rokan Hulu menerapkan RME untuk meningkatkan pelayanan yang cepat, efisien, dan terintegrasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran petugas rekam medis dalam pelaksanaan RME di RSUD Rokan Hulu tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melibatkan empat informan yaitu kepala rekam medis, petugas pendaftaran, pengolahan, dan IT. Hasil penelitian menunjukkan jumlah SDM mencukupi secara kuantitas, namun kualitas masih terbatas karena hanya 4 dari 26 petugas berlatar belakang rekam medis. petugas berperan penting dalam input dan verifikasi data, mempercepatpendaftaran, serta menjaga kelengkapan data. Kendala yang dihadapi antara lain tidak semua petugas mengikuti pelatihan Rekam Medis Elektronik (RME), gangguan jaringan internet akibat banyaknya pengguna (user) dan luasnya area rumah sakit, serta gangguan dari sistem BPJS saat maintenance. Hal ini menyebabkan keterlambatan, terutama pada jam sibuk pasien JKN sehingga menimbulkan antrean. meskipun demikian, petugas berusaha menjalankan tugas dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi melalui pelatihan rutin, penguatan infrastruktur teknologi, dan dukungan tim IT agar implementasi RME berjalan optimal.