Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) Pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Di Lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru Ricardo Ricardo; Fitriani Astika; Doni Jepisah
Akuntansi & Ekonomika Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Akuntansi dan Ekonomika
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jae.v12i1.3325

Abstract

This study is to analyze the factors that influence the management of regional property in the Pekanbaru City Government. This research uses the SPSS application with multiple linear regression analysis methods. The results of this research show that the quality of the regional apparatus has a significant effect on the management of regional property with a significance value of (0.000) < (0.05) and tcount (9.225) > t table (1.977). Compliance with regulations has a significant effect on the management of regional with a significance value of (0.028) < (0.05) and tcount (-2.218) > -ttable ((1.977). The use of information technology has no significant effect on the management of regional property with significance value (0.877) > (0.05) and tcount (-0.155) > -ttable (1.977).The government's internal control system has a significant effect on the management of regional property with a significance value of (0.008) <0.05 and tcount (2,679) > ttable (1,977).
Pendampingan Implementasi Rekam Medis Sistem Retensi di Rumah Sakit Annisa Pekanbaru Tahun 2023 Wen Via Trisna; Ricardo Ricardo; Tri Purnama Sari
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v4i2.745

Abstract

Rekam medis merupakan unit yang sangat penting bagi rumah sakit, setiap 5 tahun pasien yang tidak melakukan kunjungan ke rumah sakit tersebut rekam medis akan dipilah menjadi rekam medis inaktif dengan proses sistem retensi. Mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah rumah sakit annisa pekanbaru. Berdasarkan survey  dan  wawancara  yang  dilakukan rumah sakit annisa pekanbaru sudah melakukan retensi rekam medis namun masih ada yang perlu dilakukan pembenahan , kurangnya SDM Di unit Rekam Medis yang membuat perekam medis masih mengerjakan pekerjaan bukan hanya satu pekerjaan saja tetapi mereka melakukan pekerjaan lebih dari satu, rumah sakit memiliki ruangan penyimpanan yang kurang memadai atau telah melebihi kapasitas. Tahapan pelaksanaan kegiatan PKM ini terdiri dari 4 tahapan, yaitu: tahapan perencanaan/persiapan, tahapan pelaksanaan, observasi, dan evaluasi. Hasil PKM ini  didapat  bahwa  pemahaman  perekam medis  setelah  diberikannya  penyuluhan  dan pendampingan mengalami peningkatan 100% perekam medis sudah memahami dan mengetahui tentang pelaksanaan retensi di rumah sakit. 
Peran Petugas Rekam Medis Terhadap Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik Di Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu Tahun 2025 Intan Della Saputri; Ricardo Ricardo; Fitriani Astika
Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal)
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jrm.Vol5.Iss1.1569

Abstract

Perkembangan teknologi informasi menuntut rumah sakit mengadopsi sistem digital, salah satunya Rekam Medis Elektronik (RME). RSUD Rokan Hulu menerapkan RME untuk meningkatkan pelayanan yang cepat, efisien, dan terintegrasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran petugas rekam medis dalam pelaksanaan RME di RSUD Rokan Hulu tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melibatkan empat informan yaitu kepala rekam medis, petugas pendaftaran, pengolahan, dan IT. Hasil penelitian menunjukkan jumlah SDM mencukupi secara kuantitas, namun kualitas masih terbatas karena hanya 4 dari 26 petugas berlatar belakang rekam medis. petugas berperan penting dalam input dan verifikasi data, mempercepatpendaftaran, serta menjaga kelengkapan data. Kendala yang dihadapi antara lain tidak semua petugas mengikuti pelatihan Rekam Medis Elektronik (RME), gangguan jaringan internet akibat banyaknya pengguna (user) dan luasnya area rumah sakit, serta gangguan dari sistem BPJS saat maintenance. Hal ini menyebabkan keterlambatan, terutama pada jam sibuk pasien JKN sehingga menimbulkan antrean. meskipun demikian, petugas berusaha menjalankan tugas dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi melalui pelatihan rutin, penguatan infrastruktur teknologi, dan dukungan tim IT agar implementasi RME berjalan optimal.