Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Green Investment dan Struktur Modal Terhadap Pengungkapan Emisi Karbon Jisika; Astari Dianty; Kaca Dian Meila
Jurnal Penelitian Ekonomi dan Akuntansia (JPENSI) Vol. 10 No. 3 (2025): Jurnal Penelitian Ekonomi dan Akuntansia (JPENSI)
Publisher : Program Studi Akuntansi Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanasan global yang terus meningkat menjadi kepedulian masyarakat terhadap isu perubahan iklim yang mengakibatkan adanya tekanan baru terhadap perusahaan untuk mengungkapkan informasi mengenai kegiatan operasional mereka yang mempengaruhi lingkungan dan sosial melalui pengungkapan emisi karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan emisi karbon. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode penelitian purposive sampling. Teknik pengujian data dilakukan dengan uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji determinasi, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukan bahwa, Green investment berpengaruh positif terhadap pengungkapan emisi karbon, Struktur modal berpengaruh positif terhadap pengungkapan emisi karbon, Green investment dan struktur modal secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap pengungkapan emisi karbon.
Pengaruh Capital Intensity Dan Sales Growth Terhadap Kondisi Financial Distress (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efeke Indonesia Periode 2019-2023) Delia Arofah; Putri Gantine Lestari; Kaca Dian Meila
Jurnal Penelitian Ekonomi dan Akuntansia (JPENSI) Vol. 10 No. 3 (2025): Jurnal Penelitian Ekonomi dan Akuntansia (JPENSI)
Publisher : Program Studi Akuntansi Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pertambangan di Indonesia memiliki peran penting sebagai salah satu kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, di balik kontribusi yang besar tersebut, sektor ini juga mencatat jumlah perusahaan terbanyak yang mengalami delisting dari Bursa Efek Indonesia. Kondisi yang kontradiktif ini mengindikasikan adanya kerentanan keuangan yang berpotensi menimbulkan financial distress pada perusahaan.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh capital intensity dan sales growth terhadap kondisi financial distress pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2023. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah financial distress yang diukur menggunakan metode Altman Z-Score, sedangkan variabel independennya adalah capital intensity dan sales growth. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian terdiri dari 16 perusahaan yang dipilih dari 49 populasi. Data penelitian bersumber dari laporan tahunan dan laporan keuangan yang diperoleh melalui situs resmi BEI. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi logistik, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capital intensity berpengaruh terhadap financial distress, sedangkan sales growth tidak berpengaruh terhadap financial distress. Secara simultan, capital intensity dan sales growth berpengaruh terhadap financial distress. Temuan ini menegaskan bahwa tingginya proporsi aset tetap dapat memengaruhi tingkat risiko financial distress, sementara pertumbuhan penjualan belum tentu mampu mencegah kondisi tersebut.
CAN TAX POLICY HEAL DISASTER-HIT ECONOMIES? A COMPARATIVE PERSPECTIVE FROM INDONESIA AND THE PHILIPPINES Kaca Dian Meila; Putri Gantine Lestari; Zihadi Dikri Muhlisin
(JRAMB) Jurnal Riset Akuntansi Mercu Buana Vol 12 No 1: Mei 2026
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/864brb15

Abstract

This study aims to compare the implementation and effectiveness of post-disaster tax incentives in Indonesia and the Philippines, both developing countries with high levels of disaster vulnerability. Effectiveness in this study is assessed based on the ability of tax policies to reduce short-term economic pressure, maintain business continuity, and support post-disaster economic recovery. This study employs a contextual comparative qualitative approach using the PRISMA model and content analysis of academic literature, tax regulations, institutional reports, and official government documents published between 2004 and 2025. The findings show that both countries implement a combination of fiscal, administrative, and trade incentives for disaster-affected areas. Indonesia adopts a more centralized approach through national regulations, while the Philippines applies a more decentralized approach involving local governments. Indonesia's centralized system provides greater regulatory certainty but faces coordination and administrative challenges. In contrast, the Philippines demonstrates greater responsiveness to local conditions, although implementation varies across regions due to unequal local government capacities. This study concludes that tax incentives play a supporting role in economic recovery; however, their effectiveness is highly influenced by institutional capacity and coordination within post-disaster fiscal policies.