p-Index From 2021 - 2026
0.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Lentera Perawat
Toto Harto
STIKES Al-Ma'arif

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Pendidikan Ibu Terhadap Asupan Nutrisi Makanan Pada Anak Usia Prasekolah Di Taman Kanak-Kanak Toto Harto
Lentera Perawat Vol. 1 No. 2 (2020): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.224 KB)

Abstract

Konsumsi makanan akan berpengaruh terhadap status gizi seseorang. Status gizi yang digunakan secara efisien sehingga akan meningkatkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan kerja dan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya hubungan tingkat pengetahuan dan pendidikan ibu terhadap asupan nutrisi makanan pada anak usia prasekolah di TK sentosa telkom baturaja tahun 2019. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia pra sekolah di TK Sentosa Telkom Baruraja. Jumlah sampel pada  penelitian sebanyak 15 resonden. Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa dari 15 responden yang paling  tinggi tingkat pengetahuan  yaitu sebanyak 12 responden (80.0%), dari 15  responden yang paling tinggi tingkat pendidikan ibu  yaitu sebanyak 10 responden (66.7%), dari 15  responden yang baik asupan makanan pada anak usia prasekolah  yaitu sebanyak 12 responden (66.7%). Hasil analisa bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan asupan nutrisi pada anak usia prasekolah dengan p value =0,002. Saran bagi institusi pendidikan diharapkan dapat digunakan sebagai bahan bacaan mahasiswa sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan bagi mahasiswa, bagi tenaga kesehatan diharapkan sebagai informasi agar memberikan pelayanan kesehatan yang baik bagi masyarakat terutama bagi ibu yang memiliki ana usia prasekolah dan bagi peneliti diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan dan pengalaman tentang asupan nutrisi makanan pada anak usia pra sekolah.
Hubungan Konsumsi Makanan Tinggi Purin dengan Penyakit Asam Urat Toto Harto; Wahyu Riandika; Eichi Septiani
Lentera Perawat Vol. 4 No. 1 (2023): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v4i1.206

Abstract

Secara alamiah, asam urat merupakan senyawa yang diproduksi oleh tubuh untuk mengurai purin. Namun, terkadang tubuh dapat menghasilkan terlalu banyak asam urat atau ginjal mengalami gangguan. Tujuan penelitian adalah diketahuinya hubungan konsumsi mengandung tinggi purin dengan penyakit asam urat di Desa Air Paoh Kabupaten OKU.  Penelitian ini termasuk penelitian yang menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional dan jumlah sampel 50 orang. Hasil analisis di ketahui bahwa dari 50 responden didapatkan bahwa responden yang sering mengkonsumsi tinggi purin dengan kadar asam urat tinggi sebanyak 22 (64,7%) responden dan responden yang jarang konsumsi tinggi purin dengan kadar asam urat terkontrol sebanyak 16 (100,0%) resonden. Hasil uji Chi Square di dapatkan p-Value 0,000 artinya terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi mengandung tinggi purin dengan penyakit asam urat di Desa Air Paoh Kabupaten OKU. Kesimpulan: Pengaturan konsumsi rendah purin dapat dilakukan dengan membatasi makanan tinggi purin, mengurangi makanan tinggi lemak, mempertahankan berat badan ideal, olah raga secara teratur, minum air putih yang cukup setiap hari, dan tidur yang cukup.
Relationship Between Physical Activity and Body Mass Index with Uric Acid Levels in The Community Toto Harto; Roni Ferdi; Yudi Budianto; Keken Ariyanto
Lentera Perawat Vol. 5 No. 2 (2024): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v5i2.392

Abstract

Physical activity is related to uric acid levels in the blood, and an increase in body mass index (BMI) is associated with an increase in uric acid levels due to increased triglyceride synthesis in the liver associated with increased purine synthesis by new routes, thereby accelerating uric acid production. The results of Riskesdas in 2018 showed the number of joint diseases from the weighted average results in Ogan Komering Ulu Regency was 1,040. This study aims to determine whether there is a relationship between BMI, physical activity, and uric acid levels in the community in Sukaraya Village, East Baturaja District, Ogan Komering Ulu Regency in 2023. This study used an accidental sampling method with a cross-sectional approach and involved 67 respondents with criteria aged between 26 and 45 years, living in Sukaraya Village, being able to read and communicate well, and being willing to be respondents, while the exclusion criteria in this study were not willing to be respondents and could not communicate, and willing to be a respondent, while the exclusion criteria in this study are not willing to be a respondent and cannot be communicated with.  The instruments used were the International Physical Activity Quitioner (IPAQ) questionnaire to measure physical activity, scales to measure body weight and height, and uric acid sticks and digital devices (easytouch) to measure uric acid levels. Data were processed using SPSS and chi-square analysis to determine the relationship between the independent variable and the dependent variable. The results of chi-square data analysis showed a relationship between physical activity and uric acid levels (p-value 0.005) and a relationship between BMI and uric acid levels (p-value 0.000). Physical activity and BMI index correlate with uric acid levels in residents in Sukaraya Village, East Baturaja District, Ogan Komering Ulu Regency. It is necessary to increase knowledge about joint health for the community by providing counseling on joint health and also holding activities such as gymnastics so that physical activity and body mass index can be controlled so as to reduce the risk of high uric acid levels.