Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENERAPAN MODEL CORE (CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING) MENINGKATKAN HASIL AKTIVITAS BELAJAR PERAKITAN KOMPUTER KELAS XTKJ2 Kadek Windu Wardika; Ketut Udy Ariawan; Putu Suka Arsa
Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Undiksha Vol. 6 No. 3 (2017): Jurnal Pendidikan Teknik Elektro
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpte.v6i3.20856

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil dan aktivitas belajar perakitan komputer melalui penerapan model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) pada siswa kelas X TKJ2 SMK Negeri 3 Singaraja tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas X TKJ2 SMK Negeri 3 Singaraja, yang jumlahnya 30 orang siswa. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis data statistik deskriptif. Hasil penelitian aktivitas pada observasi awal secara klasikal adalah 6,7 pada kategori kurang aktif dan ketuntasan hasil belajar mencapai 16,67%, pada siklus I aktivitas belajar secara klasikal adalah 9,97 pada kategori cukup aktif dan hasil belajar mencapai 40%, pada siklus II aktivitas belajar secara klasikal adalah 11,93 pada kategori aktif dan hasil belajar mencapai ketuntasan 100%. Dengan demikian dapat disimpulkan hasil dan aktivitas belajar perakitan komputer meningkat melalui penerapan model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) pada siswa kelas X TKJ2 SMK Negeri 3 Singaraja. Disarankan kepada guru perakitan komputer untuk menggunakan model pembelajaran CORE karena terbukti dapat meningkatkan hasil dan aktivitas belajar perakitan komputer.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LT (LEARNING TOGETHER) PADA PEMBELAJARAN PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA PESERTA DIDIK KELAS XI MIPA2 SMA NEGERI 3 SINGARAJA Ni Putu Ari Listya Dewi; I Putu Suka Arsa; Ketut Udy Ariawan
Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Undiksha Vol. 8 No. 3 (2019): Jurnal Pendidikan Teknik Elektro
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpte.v8i3.23975

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together (LT) terhadap hasil belajar siswa kelas XI MIPA 2 di SMA Negeri 3 Singaraja. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Variabel bebas berupa model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together (LT) dan variable terikat berupa hasil belajar Prakarya dan Kewirausahaan siswa. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI MIPA 2 semester genap SMA Negeri 3 Singaraja. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik tes untuk hasil belajar ranah kognitif dan lembar observasi untuk hasil belajar ranah afektif dan psikomotor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together (LT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 3 Singaraja. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar sebelum menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe Learning Together (LT) yang mengalami perbaikan yang signifikan dalam pembelajaran siswa pada siklus I dan siklus II. Jumlah persentase meningkat dari 44% dengan rata-rata 73,48 pada siklus I menjadi 88% dengan rata-rata 80,8 pada siklus II. Maka dapat disimpulkan bahwa  dalam  pembelajaran Prakarya dan kewirausahaan ini dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together (LT) ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN PERAKITAN KOMPUTER SMK I Gede Bagus Juliantara; Nyoman Santiyadnya; Ketut Udy Ariawan
Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Undiksha Vol. 8 No. 3 (2019): Jurnal Pendidikan Teknik Elektro
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpte.v8i3.23978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  menerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD (Student Team Achievment Division) untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran perakitan komputer pada siswa kelas X TKJ2 SMK Negeri 1 Bangli tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini tergolong Penelitian Tindakan Kelas (PTK), rancangan dalam penelitian ini menggunakan 2 siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa/siswi kelas X TKJ2 yang berjumlah 36 orang terdiri dari 20 orang siswa putra dan 16 orang siswi putri. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan target ketuntasan secara klasikal  mencapai 80%.  Berdasarkan data yang diperoleh pada PTK Siklus I siswa yang tuntas sebanyak 25 orang siswa (69,44 %) dalam kategori baik. Baik (B), dan 11 orang siswa (30,56 %) dalam kategori cukup. Cukup (C). Sedangkan pada Siklus II jumlah siswa yang tuntas sebanyak 31 orang siswa (86,11 %) secara klasikal dalam kategori baik. Baik (B), dan 5 orang siswa (33,33%) dalam kategori cukup (C). Perubahan dari siklus I ke Siklus II mencapai peningkatan 16,67 % secara klasikal.
TELEMETERING kWh METER MENGGUNAKAN KOMUNIKASI RADIO BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C2051 Ketut Udy Ariawan
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 8 No. 2 (2011): Edisi Juli 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.051 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v8i2.2857

Abstract

Pada penelitian ini dikembangkan prototype dari sistem kerja alat secara sederhana. Alat yang dibuat merupakan data loger, dimana data yang masuk ke Personal Computer (PC) sebagai tampilan layar merupakan pemakaian daya listrik (kWh-Meter). Salah satu kriteria yang digunakan dalam perancangan alat adalah mikrokontroler AT89C2051 sebagai unit pengolahan data, modem sebagai pengubah sinyal digital ke sinyal sinusoidal atau sebaliknya, pemancar dan penerima FM yang bekerja pada frekuensi 433 MHz sebagai media transmisi datanya.   Kata kunci : data loger, kWh-meter, mikrokontroler AT89C2051, modem.
PERANCANGAN PENGATURAN SINYAL/RAMBU PADA STASIUN KERETA API BERSKALA KECIL BERBASIS PERSONAL KOMPUTER Ketut Udy Ariawan
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 8 No. 1 (2011): Edisi Januari 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.234 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v8i1.2892

Abstract

Pada umumnya pengaturan sinyal/rambu pada stasiun kereta api berskala kecil masih menggunakan sistem manual (dijalankan oleh operator/manusia) yaitu menggunakan sebuah rantai penarik untuk menggerakkan palang sebagai sinyal/rambu bagi kereta api yang masuk ke stasiun. Berbeda halnya dengan sistem pengaturan sinyal/rambu pada stasiun kereta api berskala besar yang sudah lebih canggih yang serba otomatis, tetapi sangat disayangkan sekali biaya yang dibutuhkan untuk membuat sistem tersebut sangat mahal. Data ini didapatkan melalui studi visual dan studi perbandingan yang dilakukan oleh penulis di Stasiun Kereta Api Bandung, Jawa Barat (Stasiun Hall) dan Stasiun Kereta Api Kiaracondong Bandung, Jawa Barat. Dengan melihat permasalahan tersebut diatas maka solusi yang diambil adalah dengan membuat suatu perancangan alat pengatur sinyal/rambu kereta api yang berbasis personal komputer. Adapun alat yang digunakan dalam perancangan tersebut yaitu PPI 8255 sebagai antarmuka penghubung antara rangkaian elektronika dan komputer, motor DC untuk menggerakkan palang, seven segment untuk memberi tanda pada kereta api yang masuk agar pindah jalur atau tetap pada jalur, sensor untuk mendeteksi kedatangan kereta api yang masuk ke stasiun, serta lampu untuk memberi tanda pada kereta api bisa masuk ke stasiun atau tidak. Selain itu, penulis juga membuat perangkat lunak dengan menggunakan bahasa pemrograman Borland Delphi 5.0 untuk menjalankan aplikasi perancangan alat tersebut.   Kata-kata kunci : motor DC, seven segment, sensor infra merah, interface PPI 8255
KUNCI MAGNETIS DENGAN SINYAL DTMF BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51 Ketut Udy Ariawan
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 12 No. 2 (2015): Edisi Juli 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.947 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v12i2.6476

Abstract

Keinginan untuk mengamankan suatu barang atau suatu tempat yang bersifat pribadi sehingga menjamin keamanan privasi kita, maka diperlukan suatu peralatan yang tidak dapat diakses oleh orang lain sehingga yang memiliki akses hanya yang dapat menggunakannya saja. Hal ini terjawab dengan adanya kunci elektronik dengan password atau sandi, tetapi hal ini tidaklah efisien apabila kita lupa nomor sandi sehingga kita sering mengalami kesulitan.Kunci magnetis dengan sinyal DTMF berbasis mikrokontroler AT89C51 merupakan kunci elektronik magnetis menggunakan sistem sinyal DTMF yang berfungsi sebagai kunci pengaman untuk suatu ruangan tanpa harus mengingat password atau sandi. Perancangan dan pembuatan sistem ini berdasarkan pada gagasan untuk mendapatkan suatu sistem yang otomatis, aman dan efektif dalam penggunaannya yang kemudian diaplikasikan pada sistem pembuka pintu, sehingga akan mempermudah proses penguncian dan membuka atau menutup pintu secara otomatis. Untuk merealisasikan sistem tersebut tentu saja tidak dimungkinkan untuk membuat alat sesungguhnya yang bisa langsung digunakan, namun dengan mengambil prinsip yang sama alat yang dibuat dibatasi pada ukurannya sehingga dihasilkan alat miniatur (lebih kecil) dari ukuran sesungguhnya. Dalam perancangan suatu sistem yang otomatis diperlukan suatu sistem kontrol yang mampu memproses setiap masukan menjadi keluaran yang sesuai dengan yang diharapkan, oleh sebab itu perancangan menggunakan sistem yang dapat diprogram, yaitu mikrokontroler AT89C51 sebagai komponen kontrol utama. Berdasarkan hasil pengujian rangkaian sensor kartu, rangkaian switch sebagai pendeteksi (sensor) pintu, rangkaian penggerak relay, rangkaian dekoder DTMF, rangkaian pre-amp kartu magnetis, dan pengisian data DTMF pada kartu, maka alat yang dibuat dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya
PENGEMBANGAN MODUL PROTOTIPE MCB ELEKTRONIK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 SINGARAJA I Putu Gede Adi Mahendra; I Gede Nurhayata; Ketut Udy Ariawan
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 14 No. 2 (2017): Edisi Juli 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.75 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v14i2.11098

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan menghasilkan produk berupa modul pembelajaran untuk siswa kelas XI semester genap di SMA Negeri 1 Singaraja yang teruji kelayakannya dalam mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R&D dengan mengadopsi dan memodifikasi langkah pengembangan dari model pengembangan Sugiyono. Modul pembelajaran yang dikembangkan di validasi oleh ahli materi dan media serta guru bidang studi. Perhitungan instrumen untuk para ahli dan uji coba siswa menggunakan skala Likert. Sampel penelitian dalam uji coba lapangan terbatas adalah 28 orang siswa kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 1 Singaraja. Hasil penilaian modul pembelajaran dari ahli materi memperoleh persentase tingkat kelayakan 89,33% dengan kualifikasi baik, ahli media memperoleh persentase tingkat kelayakan 96,66% dengan kualifikasi sangat baik, serta guru bidang studi memperoleh persentase tingkat kelayakan 91,33% dengan kualifikasi sangat baik. Tahap uji coba produk memperoleh hasil tingkat pencapaian kelayakan pada uji coba kelompok kecil sebesar 90,24%, dan uji coba lapangan sebesar 90,64%. Kedua persentase tersebut termasuk kualifikasi sangat baik. Sehingga modul pembelajaran yang dikembangkan layak untuk diterapkan pada mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan.
RANCANG BANGUN SIMULATOR KONTROL LAMPU RAMBU LALU LINTAS BERBASIS PLC OMRON CPM1A Udy Ariawan, Ketut
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.053 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v1i1.6021

Abstract

Seiring dengan permasalahan arus lalu lintas / kemacetan di jalan raya khususnya di kota-kota besar Indonesia maka penulis mencoba merancang sistem simulasi lampu rambu lalu lintas yang berbasis PLC Omron CPM1A dengan menggunakan sensor kepadatan  atau sering disebut Traffic Actuated Signal, untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas di kota-kota besar di Indonesia. Proses simulasi rambu lampu lalu lintas yang berbasis PLC Omron CPM1A menggunakan dua sistem kerja yaitu: sistem manual dan sistem otomatis. Dimana sistem manual bekerja dengan menggunakan waktu (timer) yang sudah ditentukan, sedangkan sistem otomatis bekerja dengan menggunakan sensor, sensor bekerja bila suatu kendaraan melintasi sensor tersebut dengan selang waktu 40 detik. Pada rancang bangun simulator lampu rambu lalu lintas berbasis PLC Omron CPM1A hasil simulasi baik itu pengukuran tegangan input atau output dan pengukuran arus input atau output sesuai dengan sistem alat yang dibuat. Tingkat kegagalan pada sistem alat sensor yang diuji 1/12 X 100% = 8,33%, sedangkan tingkat keberhasilan alat sensor yang diuji 11/12 X 100% = 91,66%. Kinerja sistem rancang bangun simulator lampu rambu lalu lintas berbasis PLC Omron CPM1A sangat dipengaruhi oleh tingkat sensitivitas dari sensor yang digunakan, oleh karena itu sensor yang digunakan sebaiknya sensor yang mendeteksi bahan logam seperti kendaraan umum. 
SOLAR TRACKER CERDAS DAN MURAH BERBASIS MIKROKONTROLER 8 BIT ATMega8535 Sutaya, I Wayan; Udy Ariawan, Ketut
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 5 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.839 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v5i1.8272

Abstract

prototipe produk solar tracker cerdas berbasis mikrokontroler AVR 8 bit. Solar tracker ini memasukkan filter digital IIR (Infinite Impulse Response) pada bagian program. Memprogram filter ini membutuhkan perkalian 32 bit sedangkan prosesor yang tersedia pada mikrokontroler yang dipakai adalah 8 bit. Proses perkalian ini hanya bisa dilakukan pada mikrokontroler 8 bit dengan menggunakan bahasa assembly yang merupakan bahasa level hardware. Solar tracker cerdas yang menggunakan mikrokontroler 8 bit sebagai otak utama pada penelitian ini menjadikan produk ini berbiaya rendah. Pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa solar tracker cerdas dibandingkan dengan solar tracker biasa mempunyai perbedaan konsumsi daya baterai yang sangat signifikan yaitu terjadi penghematan sebesar 85 %. Besar penghematan konsumsi daya ini tentunya bukan sebuah angka konstan melainkan tergantung seberapa besar noise yang dikenakan pada alat solar tracker. Untuk sebuah perlakuan yang sama, maka semakin besar noise semakin besar pula perbedaan penghematan konsumsi daya pada solar tracker yang cerdas. Kata-kata kunci: solar tracker, filter digital, mikrokontroler 8 bit, konsumsi daya Abstract This research had made a prototype of smart solar tracker product based on microcontroller AVR 8 bit. The solar tracker used digital filter IIR (Infinite Impulse Response) on its software. Filter programming needs 32 bit multiplication but the processor inside of the microcontroller that used in this research is 8 bit. This multiplication is only can be solved on microcontroller 8 bit by using assembly language in programming. The language is a hardware level language. The smart solar tracker using the microcontroller 8 bit as a main brain in this research made the product had a low cost. The test results show that the comparison in saving of baterai power consumption between the smart solar tracker and the normal one is 85 %. The percentage of the saving indubitably is not a constant number but depend on how much noise occurs on the solar tracker. For the same operation of both kind of the solar tracker, the greater of noise will make the greater of the percentage of saving of power consumption for the smart solar tracker.