Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STORYTELLING TENTANG PROSOSIAL TERHADAP PERILAKU PROSOSIAL ANAK Luluk Masluchah; Zeti Andriani
GCEJ (Golden Childhood Education Journal) Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi PG PAUD Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.52 KB) | DOI: 10.55719/gcej.v3i1.406

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti pengaruh storytelling tentang prososial terhadap perilaku prososial siswa RA umur 5-6 tahun. Hipotesis penelitian ini adalah ada pengaruh storytelling tentang prososial terhadap perilaku prososial anak RA. Populasi penelitian ini adalah murid RA Khoirun Nissa’Tegalrejo Bareng. Sampel ditetapkan sebanyak 22 anak kelas B dengan teknik purposive sampling. Variabel bebas adalah storytelling sedangkan variabel tergantungnya adalah perilaku prososial anak RA yang diungkap dengan rating scale perilaku prososial. Analisis data menggunakan Mann Whitney U Test. Perhitungan analisis statistik menggunakan SPSS. Hasil analisis diperoleh t= 38.000 dengan signifikan 0.139(>0.05) yang berarti tidak ada pengaruh storytelling terhadap perilaku prososial anak.Hal ini menunjukkan hipotesis ditolak.
Pengaruh Sugestibilitas terhadap Ingatan Palsu dalam Proses Penyidikan Kriminal: Tinjauan Literatur pada Konteks Polres Jombang : Penelitian Endy Satya Rahmanto; Wardatul Mufidah; Luluk Masluchah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5518

Abstract

Penyidikan kriminal di Polres Jombang sangat bergantung pada keterangan saksi/tersangka (±70% bukti awal) yang rentan terdistorsi akibat sugestibilitas penyidik. Penelitian ini menganalisis pengaruh sugestibilitas terhadap false memory melalui pendekatan kuantitatif korelasional berbasis PRISMA 2020 dengan sintesis 52 studi empiris. Tinjauan sistematis terhadap 52 sumber (N=14.562; periode 1974–2025) dari basis data nasional dan internasional menunjukkan korelasi signifikan antara sugestibilitas (GSS) dan false memory (r=0,45; p<0,001), dengan teknik koersif sebagai faktor terkuat (r=0,58) yang meningkatkan risiko pengakuan palsu hingga 30–50%. Efek di Indonesia lebih tinggi (r=0,48), dipengaruhi 42% penyidik Jombang yang belum terlatih, menjelaskan 40% distorsi dari ±530 kasus per tahun. Subkelompok Jawa Timur mengonfirmasi Jombang sebagai wilayah berisiko tinggi. Model kausal menunjukkan sugestibilitas memicu distorsi memori dan pengakuan palsu (R²=0,35). Penerapan model PEACE+GSS berpotensi menurunkan risiko 25–35%. Rekomendasi meliputi sertifikasi GSS, keterlibatan psikolog forensik, perekaman pemeriksaan, dan pelatihan berkelanjutan yang efisien secara biaya, sejalan dengan KUHAP, Perkap 6/2019, dan prinsip HAM serta berpotensi direplikasi di lebih dari 200 polres.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA PROGRAM SKRIPSI Windy Chintya Dewi; Luluk Masluchah; Reza Rahmah; Rahmah Putri Puspitasari
IDEA: Jurnal Psikologi Vol. 8 No. 2 (2024): IDEA: Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/idea.v8i2.8206

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan tingkat stres pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Stres adalah respon fisik, psikologis, emosional, dan mental individu terhadap tekanan yang mengancam kemampuan untuk mengatasinya. Penelitian melibatkan 102 mahasiswa dari universitas di Jombang dengan data yang dikumpulkan secara online melalui teknik purposive random sampling menggunakan Google Form. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial teman sebaya, semakin rendah tingkat stres mahasiswa. Kesimpulan menekankan pentingnya dukungan teman sebaya dalam tingkat stres mahasiswa.