Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN TINDAK PIDANA PELECEHAN SEKSUAL Riri Novita Sari; Luluk Dwi Setiati; Agnes Indriani
LONTAR MERAH Vol 1, No 1 (2018): LONTAR MERAH
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.67 KB)

Abstract

Pelecehan seksual adalah segala bentuk perilaku melecehkan atau merendahkan yang berhubungan dengan dorongan seksual yang dapat merugikan seseorang, yang terkena perlakuan itu. Bahkan dapat diartikan setiap perbuatan yang memaksa seseorang terlibat dalam suatu hubungan seksual atau menempatkan seseorang sebagai objek perhatian seksual yang tidak diinginkannya.Tulisan ini membahas mengenai perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban tindak pelecehan seksual yang nantinya dapatĀ  membantu beberapa pihak yang terkait dalam menghadapi masalah tersebut seperti orangtua, polisi dan korban pelecehan seksual tersebut. Faktor penyebab mengapa seseorang melakukan pelecehan seksual dikarenakan faktor biologik dan faktor sosial budaya. Perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban tindak pelecehan seksual tercantum dalam Peraturan Undang-Undang-an, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Dalam menangani kasus tersebut dibutuhkan peran serta aparatur negara, yaitu polisi sebagai aparat penegak hukum yang tugasnya melindungi masyarakat. Peran orang tua juga sangat penting disini sebagai penenang dan menjadi semangat bagi anak tersebut agar anak tidak menjadi trauma atas kejadian yang telah dialaminya.
PENDIDIKAN HUKUM MELALUI METODE PAKEM DI MI AL-IMAN NGAWUNGGO Riri Novita Sari; Luluk Dwi Setiati; Muhammad Arif Fathur Rohman; Margaretha Sekar Ayu Larasati; Dini Novia
LONTAR MERAH Vol 2, No 1 (2019): Lontar Merah
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.454 KB)

Abstract

AbstrakPendidikan di sekolah dasar merupakan lembaga yang dikelola dan diatur oleh pemerintah yang diselenggarakan secara formal berlangsung 6 tahun, dengan maksud dan tujuan yang tidak lain agar anak Indonesia menjadi seorang individu yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. Tim pengabdian akan menerapkan metode PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) di sekolah-sekolah dasar yang tujuannya untuk mengetahui dan memecahkan suatu permasalahan dalam membentuk karakter siswa dan memberikan pengetahuan tentang hukum kepada siswa. Yang menjadi sasaran tim pengabdian yaitu siswa-siswi kelas 4 dan 5 MI Al Iman Ngawunggo, yang terletak di Kecamatan Kaliangkrik, Magelang. Dari MI Al Iman masih terdapat beberapa kekurangan seperti tenaga pengajar yang masih sangat minim, buku-buku penunjang pelajaran yang hanya dipegang oleh gurunya, dan sopan santun dari siswa-siswi. Materi yang tim pengabdian berikan kepada siswa-siswi adalah mengenai hukum dan pendidikan kewarganegaraan menggunakan Metode PAKEM serta diselingi dengan outbound edukasi. Siswa-siswi sangat antusias menyambut kedatangan tim pengabdian dan mereka belajar dengan semangat serta fokus terhadap materi yang diberikan. Dalam pembelajaran yang dilakukan kurang lebih empat bulan mengalami peningkatan yang bagus seperti siswa-siswi menjadi lebih berani mengungkapkan argumennya di depan teman-teman yang lain, siswa-siswi lebih aktif dalam pembelajaran dan tidak malu untuk bertanya.Kata Kunci: Pendidikan, Hukum, Metode PAKEM.AbstractEducation in elementary schools is an institution managed and regulated by the government which is formally held for 6 years, with the intent and purpose that is no different so that Indonesian children become individuals who have been mandated in the 1945 Constitution. The dedication team will apply the PAKEM method ( Active, Creative, Effective and Enjoyable Learning) in elementary schools whose purpose is to know and solve a problem in shaping the character of students and provide knowledge about the law to students. The target of the dedication team was MI 4 Iman Ngawunggo grade 4 and 5 students, located in Kaliangkrik District, Magelang. From MI Al Iman there are still some shortcomings such as teaching staff who are still very minimal, learning support books that are only held by the teacher, and courtesy of the students. The material that the service team gave to students was about law and citizenship education using the PAKEM Method and interspersed with outbound education. The students were very enthusiastic to welcome the service team and they learned with enthusiasm and focus on the material provided. n the four months of learning that experienced a good increase as students became more courageous in expressing their arguments in front of other friends, students were more active in learning and were not ashamed to ask questions.