Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : REKAYASA

STUDI KEBIJAKAN ERGONOMI MAKRO TERHADAP OUTPUT PRODUKSI MENGGUNAKAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIK (STUDI KASUS: PT. SUMBER MAS INDAH PLYWOOD, GRESIK) Hima, Amalia Faikhotul; Umami, Mahrus Khoirul; Mustajib, Mohamad Imron
Rekayasa Vol 5, No 1: April 2012
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.387 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v5i1.2108

Abstract

PT. Sumber Mas Indah Plywood merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan plywood. Namun, perusahaan ini juga menghasilkan produk sampingan berupa moulding, polyester, dan lumber core. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan ergonomi makro terhadap output produksi menggunakan sistem dinamik. Dengan menggunakan perangkat lunak simulasi vensim PLE, dapat diketahui bahwa kebijakan ergonomi makro memberikan pengaruh positif terhadap output produksi, namun pengaruh ini tidak ditunjukkan secara langsung melainkan bertahap sesuai interaksi yang ditunjukkan pada model. Pada pengembangan model sistem dinamik, terdapat 5 skenario untuk mencapai tujuan perusahaan, yaitu meningkatkan output produksi. Skenario pertama adalah dengan meningkatkan pembiayaan investasi ergonomi dari 1 Milyar menjadi 3 Milyar. Skenario kedua adalah mengurangi jumlah investasi ergonomic dari 1 Milyar menjadi 500juta. Skenario ketiga adalah dengan meningkatkan prosentase investasi perusahaan. Skenario keempat adalah meningkatkan harga pokok penjualan sebesar 10%. Sedangkan skenario kelima adalah menurunkan biaya operasional. Berdasarkan alternatif skenario, ternyata pada skenario 3 mengasilkan rata-rata output produksi terbesar. Sedangkan dari sisi nilai keuntungan perusahaan, skenario 5 adalah yang terbaik. Pemilihan skenario tersebut berdasarkan analisis net present value (NPV) dengan menggunakan tingkat bunga sebesar 10%. Pada analisis NPV, diketahui bahwa pada skenario 5 menghasilkan NPV sebesar Rp 7.396.523,07 juta. Dalam kasus seperti ini, perusahaan memiliki tujuan untuk meningkatkan output produksi sehingga skenario yang berkaitan dengan keuntungan perusahaan hanya dijadikan pertimbangan. Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya memilih skenario 3 dikarenakan pada alternatif tersebut mengahasilkan rata-rata output produksi yang paling tinggi.
REKOMENDASI TEKNIS PENGANGKATAN MATERIAL DAN WAKTU ISTIRAHAT PADA AKTIVITAS ANGKAT-ANGKUT TRADISIONAL WANITA MADURA Umami, Mahrus Khoirul
Rekayasa Vol 3, No 1: April 2010
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.507 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v3i1.2282

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh rekomendasi teknis pengangkatan material secara manual dan lama jeda-istirahat pada aktivitas angkat-angkut tradisional perempuan Madura. Rekomendasi teknis didasarkan pada Persamaan NIOSH, yaitu Recommended Weight Limit (RWL). Perhitungan RWL dilakukan dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari studi sebelumnya. Hasil penelitian merekomendasikan berat material yang diangkat sebaiknya tidak lebih dari 10 kg dan jarak maksimum subjek ke bahan tidak lebih dari 35 cm. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa rata-rata lama jeda-istirahat yang dibutuhkan adalah 11,88% (SD. 5,26%) dari durasi pekerjaan. Dalam hal ini, subjek membutuhkan rata-rata 1,78 menit (SD. 0,79 menit) istirahat setiap 15 menit kerja. Untuk durasi pekerjaan yang lebih lama dibutuhkan durasi jeda-istirahat yang lebih lama juga, karena panjang istirahat sebenarnya waktu yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pemulihan setelah melakukan aktivitas kerja. Kata kunci: penanganan material manual, jeda-istirahat AbstractThe objective of this study is to obtain technical recommendations for manual materials lifting and duration of rest-break on traditional lift-transport activity of Madurese women. Technical recommendations were based on NIOSH Equation, i.e Recommended Weight Limit (RWL). The calculations of RWL were carried out using secondary data obtained from previous study. The results of study recommended the weight of lifted materials should be not more than 10 kg and the maximum distance of materials not more than 35 cm to the subject. The results also showed that the average of required rest-break duration was 11.88% (SD. 5.26%) of the work duration. In this case, the subject required an average of 1.78 minutes (SD.0.79 minutes) break every 15 minutes of work. For a longer duration of work required a longer duration of rest-breaks as well, because the long of break is actually the time needed by the body for recovery after doing many activities. Keywords: manual materials handling, rest-break
PENGARUH JEDA-ISTIRAHAT TERHADAP PERFORMANSI PADA PEKERJAAN PENGOLAHAN KATA (WORD PROCESSING) MENGGUNAKAN KOMPUTER Umami, Mahrus Khoirul
Rekayasa Vol 4, No 1: April 2011
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.649 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v4i1.2320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian istirahat tambahan terhadap performansi pekerja pada pengolahan kata menggunakan komputer. Performansi dihitung berdasarkan banyak kata yang diketik dengan benar per menit. Penelitian melibatkan 10 orang subjek yang ditugasi melakukan pengetikan ulang artikel ilmiah dengan menggunakan MS Office Word 2003 dengan sistem operasi Windows XP Professional. Jadwal yang diujikan adalah: 5–60, yaitu 5 menit istirahat setelah 60 menit kerja; 15–120, yaitu 15 menit istirahat setelah 120 menit kerja; dan 0–240, yaitu bekerja secara terus-menerus selama 4 jam (240 menit) tanpa istirahat. Lama waktu kerja sesungguhnya yang dijalani oleh subjek adalah 4 jam (240 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan performansi yang signifikan pada ketiga jadwal yang diuji. Jadwal 5–60 memberikan penurunan paling kecil diantara kedua jadwal yang lain. Perbedaan performansi antara jadwal 5–60 dan kedua jadwal lainnya signifikan, sedangkan antara jadwal 15–120 dan 0–240 tidak signifikan. Dari hasil penelitian ini saran yang dapat diberikan adalah agar pekerja pada pengolahan kata dengan komputer dapat lebih sering mengambil istirahat di luar istirahat terstruktur yang sudah ditentukan perusahaan/organisasi. Dalam hal ini, istirahat bukan diartikan sebagai tidak melakukan suatu aktivitas kerja, tetapi meninggalkan aktivitas di depan komputer untuk melakukan aktivitas kerja yang lain. Kata kunci: performansi, pengolahan kata, istirahat. AbstractThe aim of this study is to determine the effect of an additional break on workers' performance on word processing task using computers. Performance is calculated on the basis of many words per minute typed correctly. The study involved 10 subjects assigned to retype scientific articles using MS Office Word 2003 with Windows XP Professional operating system. Schedules tested were: 5–60,5 minutes break after 60 minutes of work; 15–120, which is 15 minutes break after 120 minutes of work, and 0–240, which is working continuously for 4 hours (240 minutes) without a break . The actual length of work time undertaken by the subjects was 4 hours (240 minutes). The results showed that there is significant difference in performance on all three schedules tested. Schedule 5–60 gives the smallest decline among the two other schedules. Performance difference between 50–60 schedule and other schedules is significant, while the performance diference between 15–120 and 0–240 schedules is not significant. From the results of this study, workers on the processing of words with a computer were suggested to take more frequent breaks outside a structured break predetermined by company/ organization. In this case, the break does not mean not doing any works, but left the activity at the computer to perform other works. Keywords: performance, word processing, break.
Analisis Pengaruh Konfigurasi Lamina Terhadap Kekakuan Glass Fiber Reinforced Plastics Umami, Mahrus Khoirul
Rekayasa Vol 1, No 2: Oktober 2008
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1287.4 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v1i2.2178

Abstract

The objective of this study is to analyze the influenze of laminae configuration to the stiffness of glass fiber reinforced plastics material withfour laminae configurations, i. e. symmetry angle-ply, symmetry cross-ply, antisymmetry angle-ply, and antisymmetry cross­ pl y. Theanalysis is based on the clasical lamination theory. By using the theory, the value of strain and the curvature on x-axis, y-axis, and shear, and the stress on x-axis, y-axis, and shearfor each lamina with differentfiber orientation would befound. The result of analysis shows that symmetry angle-ply laminae configuration has the highest stiffnesss than the others. In symmetry ange-ply laminae configuration, each laminae is symmetrical to the middle plane of the material. M oreover, there is a change in stacking sequence that actually causes the interlaminar normal stress changesfrom tensile to compressive. Since compressive interlaminar stress would tend to keep the plies together.