Ilham Marasabessy
Program Studi Menajemen Sumberdaya Perairan UM Sorong

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Identifikasi Jenis dan Status Konservasi Ikan Pari yang Diperdagangkan Keluar Kota Sorong pada Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Sorong Ilham Ilham; Ilham Marasabessy
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan Vol 3 No 1 (2021): JURNAL RISET PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.582 KB)

Abstract

Elasmobranchii saat ini sedang menghadapi masalah terhadap tingginya laju kepunahan akibat pengambilan ikan berlebih (over fishing) yang dipicu oleh tingginya permintaan pasar akan daging dan kulit pari. Penangkapan yang dilakukan oleh nelayan cenderung terjadi akibat kurangnya informasi, sosialisasi dan edukasi terkait status konservasi spesies pari. Kajian ini dilakukan selama bulan November sampai Desember 2020, kegiatan identifikasi dilakukan di Kantor Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (Loka PSPL) Sorong. Identifikasi menggunakan sample dalam bentuk sirip pari, melalui pengamatan morfologi. Dilakukan secara langsung maupun tidak langsung bersama petugas verifikator untuk pemeriksaan produk. Kemudian dilanjutkan dengan analisis deskriptif kualitatif dalam bentuk matrik atau tabel mengunakan aplikasi Microsoft Excel untuk membuat tabulasi spesies yang diperoleh berdasarkan jenis dan status konservasinya. Pari yang diperdagangkan keluar Kota Sorong diketahui terdapat 3 spesies yaitu; Pari Kikir (Glaucostegus typus), Pari Lontar /Guitarfish (Rhyncobatus australiae), dan Pari Kekeh/Kupu-kupu (Rhina ancylostoma). Berdasarkan status konservasinya Menurut IUCN ketiga spesies Ikan Pari ini masuk dalam kategori Cricitally endangered (CR) atau sangat terancam. Sedangkan untuk status perdagangannya menurut CITES ketiga spesies tergolong dalam kategori Appendix II.
Status Konservasi Ikan Terancam Punah yang Diperdagangkan Keluar Kota Sorong (Studi Kasus: Ikan Hiu Berdasarkan Identifikasi di Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Sorong) Vista Dhea Nurastri; Ilham Marasabessy
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan Vol 3 No 1 (2021): JURNAL RISET PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.477 KB)

Abstract

Usaha perikanan hiu di wilayah Indonesia timur (Provinsi Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat) dari tahun ketahun mengalami peningkatan, karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui komoditi produk, spesies dominan dan status konservasi ikan hiu yang diperdagangkan keluar Kota Sorong. Manfaatnya dapat menjadi bahan informasi bagi stakeholders yang memanfaatkan jenis ikan hiu dan sebagai pertimbangan dalam pengambilan kebijakan perdagangan hiu secara nasional. Identifikasi dilakukan melalui foto ID (identifikasi berdasarkan foto) pada sirip punggung pertama, sirip dada, dan sirip ekor bagian bawah. Hasil identifikasi disandingkan dengan secondary data (kajian, riset dan log book lalulintas perdagangan) hiu yang keluar dari Kota Sorong. Analisis deskriptif kualitatif menggunakan aplikasi Microsoft excel dengan membuat tabulasi data klasifikasi jenis, ukuran, berat dan status konservasi dalam bentuk matrik. Komoditi hiu yang diperdagangkan keluar Kota Sorong terdiri dari 4 produk yaitu, sirip, daging, kulit, tulang dan minyak. Produk terbanyak hiu kenjen/lanjaman (Carcharhinus falciformis) dan paling rendah hiu garuda/monas (Hemipristis elongata). Status konservasi (IUCN Red List) ikan hiu yang di perdagangkan keluar Kota Sorong pada bulan November 2020 termasuk dalam kategori Endangered (EN) 1 spesies, Vulnerable (VU) 1 spesies, 7 spesies Near Threatened (NT) dan 2 spesies berada dalam kategori Data Deficient (DD).
Keadaan Sosial dan Ekonomi Nelayan Ikan Karang Kampung Malaumkarta Distrik Makbon Kabupaten Sorong Papua Barat Muhammad Iksan Badarudin; Ilham Marasabessy; Fernando PB Sareo
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan Vol 3 No 2 (2021): JURNAL RISET PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.833 KB)

Abstract

Perairan Pulau Um di Kampung Malaumkarta secara geografis berada di Utara Papua Barat, termasuk dalam kawasan segi tiga terumbu karang dunia (coral triangle), tentunya memiliki potensi keanekaragaman sumberdaya alam laut yang besar. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keadaan sosial dan ekonomi nelayan ikan karang di Kampung Malumkarta, harapannya dapat melengkapi data base dalam upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan tradisional. Pengambilan data primer dilakukan melalui observasi secara langsung (insitu) di lokasi kajian, meliputi aspek sosial dan ekonomi nelayan ikan karang. Menggunakan analisis deskriptif evaluative untuk mengukur keadaan sosial dan mengetahui tingkat ekonomi melalui analisis keuntungan yaitu total penerimaan dikurangi total biaya. Kehidupan sosial dan ekonomi rumahtangga nelayan ikan karang di Kampung Malaumkarta relatif rendah, secara umum masyarakat sangat menggantungkan kehidupannya pada pemanfaatan sumberdaya perikanan. Asumsi nilai total keuntungan nelayan ikan karang selama bulan Agustus – September 2020 sebesar, Rp. 1.263.750,-. Potensi sumberdaya ikan karang di perairan Pulau Um relatif  baik dan memiliki kontribusi bagi peningkatan perekonomian nelayan lokal.