Furqaan Hamsyani
Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kebisingan Persimpangan Sebidang Jalan Lokal Pada Jalan Kapten Soedjono Dan Jalan Sejati di Kota Samarinda Furqaan Hamsyani; Kemala Hadidjah; Dede Alferdo
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P2M Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.288 KB) | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.1031

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh keingintahuan tentang karunia Tuhan berupa pendengaran, tanpanya sangat sulit menjalani kehidupan. Manusia selalu bergerak sehingga menghasilkan suara yang dikehendaki ataupun yang tidak diinginkan, pergerakan kendaraan bermotor hampir di seluruh kehidupan manusia, bising dalam kesehatan kerja diartikan sebagai menurunnya pendengaran secara kuantitatif dan kualitiatif dikarenakan intensitas, frekuensi, dan durasi serta pola waktu yang terjadi pada suara atau bunyi. Sehingga dapat diartikan bahwa suara yang timbul akibat pergerakan sekaligus sebagai suara yang tidak diinginkan dari suatu usaha atau kegiatan manusia pada tingkat dan waktu tertentu yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan kerja. Pergerakan kendaraan bermotor dipersimpangan jalan lokal pada jalan Kapten Soedjono dan jalan Sejati Kota Samarinda menghasilkan suara yang melewati baku mutu kebisingan, berdasarkan kriteria Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup tentang baku tingkat kebisingan, hal ini disebabkan persimpangan jalan Kapten Soedjono dan jalan Sejati secara umum merupakan pertemuan dua puluh empat arus pergerakan kendaraan bermotor dalam satu waktu sehingga bising yang dihasilkan menjadi tinggi, namun ada pergerakan kendaraan bermotor menghasilkan kebisingan yang rendah yaitu sebagian Jalan Sejati dimana diperoleh nilai kebisingan berada di bawah tingkat kebisingan yang telah ditetapkan. Sedemikian besarnya suara yang dihasilkan dari dua puluh empat arus kendaraan bermotor ini dikarenakan Jalan Kapten Soedjono merupakan jalur utama masyarakat samarinda dan masyarakat diluar kota samarinda untuk menuju Kota Samarinda dan atau ke Kecamatan Palaran serta menuju ke Kota Balikpapan dengan melewati pintu Tol Palaran, dimana menuju dua titik yaitu pintu masuk awal Tol Balsam dan pelabuhan bongkar muat Kota Samarinda.
IDENTIFIKASI KEBISINGAN BERKENDARA MELEWATI KAWASAN PINGGIRAN HUTAN KOTA JEMBATAN MAHAKAM I DAN IV SAMARINDA DARI TAHUN 2016 S/D 2020 Furqaan Hamsyani; Agustina Murniyati; Kiamah Fathirizki Aqsa Kamarati
JURNAL AGRIMENT Vol 8 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v8i1.2240

Abstract

The urban forest is a community of vegetation in the form of trees and their associations that grow on city land or its surroundings. Air pollution that occurs in the urban forest reduces air quality so that its quality decreases to become unusable as it should be. The purpose of this study is to measure and identify driving noise and compare with environmental quality standards. The procedure of this research different density of vegetation from 2016-2020 has passed the Quality Standard, based on the criteria of Keputusan includes the stages of activity, namely field orientation to determine the point of Mahakam City Forest road length is 143 m, noise sampling points as many as 3 points with a distance per point is 71.5 m. The results of this study indicate that the number of vehicles passing by, the density of vegetation in the Mahakam Bridge City Forest is a factor in reducing the intensity of noise, where each measurement point has a Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 48/MENLH/11/1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan.
IDENTIFIKASI KEBISINGAN BERKENDARA MELEWATI KAWASAN PINGGIRAN HUTAN KOTA JEMBATAN MAHAKAM I DAN IV SAMARINDA DARI TAHUN 2016 S/D 2020 Furqaan Hamsyani; Agustina Murniyati; Kiamah Fathirizki Aqsa Kamarati
JURNAL AGRIMENT Vol. 8 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v8i1.2240

Abstract

The urban forest is a community of vegetation in the form of trees and their associations that grow on city land or its surroundings. Air pollution that occurs in the urban forest reduces air quality so that its quality decreases to become unusable as it should be. The purpose of this study is to measure and identify driving noise and compare with environmental quality standards. The procedure of this research different density of vegetation from 2016-2020 has passed the Quality Standard, based on the criteria of Keputusan includes the stages of activity, namely field orientation to determine the point of Mahakam City Forest road length is 143 m, noise sampling points as many as 3 points with a distance per point is 71.5 m. The results of this study indicate that the number of vehicles passing by, the density of vegetation in the Mahakam Bridge City Forest is a factor in reducing the intensity of noise, where each measurement point has a Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 48/MENLH/11/1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan.