Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISA PENGARUH DISTRIBUSI BERAT TERHADAP MASA PAKAI BAN DAIHATSU AYLA M SPORTY Syahrir Habiba; Darmulia Darmulia; Ibrahim Zaenal; Munajab Munajab
JURNAL ILTEK Vol 16, No 1 (2021): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.058 KB) | DOI: 10.47398/iltek.v16i1.586

Abstract

Overloading dan underinflation dapat menyebabkan tingginya masalah – masalah beruntun termasuk aus ban atau pecahnya ban. Dan dengan itu menjadi landasan dalam penelitian yang memiliki tujuan untuk mengetahui analisis pengaruh distribusi berat terhadap masa pakai ban daihatsu ayla m sporty. Dengan melakukan penelitian lapangan dan berbagai percobaan. Uji yang digunakan untuk menguji hasil data yaitu uji keausan ban. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengujian dilakukan dengan alat yang digunakan untuk meneliti adalah Tyre Gauge, Ban, Jangka Sorong, Timbangan serta bahan digunakan yaitu mobil ayla M sporty dan ban baru Setelah penelitian di dapatkan hasil sebanyak 54 kali pengujian yang dilakukan pada waktu dan hari yang berbeda sehingga dengan melakukan pengujian tersebut dapat menghasilkan sebuah hal yang ingin diketahui seperti bagaimana ketahanan serta masa pakai ban terhadap beban yang menghasilkan kehausan dan mengetahui beberapa variable-variable lain yang memungkinkan dapat membuat ban lebih cepat mengalami keausan dengan menggunakan beban 223 Kg, 233 Kg dan 243 Kg dengan jarak tempuh 20 Km dan menemukan temuan-temuan yang berupa jarak serta suhu udara dapat mempengaruhi keausan ban Yang selanjutnya di susun Pengaruh distribusi berat terhadap masa pakai ban. Sehingga dapat disimpulkan masa pakai ban dapat beransur lama jika dalam penggunaan dan perawatan terjamin, berat maksimal agar tidak terjadi overloading yaitu 243 Kg dengan kecepatan 40-90 Km/Jam. serta hal yang dapat mempengaruhi keausan ban yaitu dari suhu tinggi yang merupakan suhu normal pemakaian ban 28-32 derajat celcius.
MODIFIKASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA HYBRID GELOMBANG AIR LAUT DAN TENAGA ANGIN DI PULAU BADI Alfian; S. Abdullah; Syahrir Habiba; Fadhli Rahman
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 2 No. 02 (2024): Volume 2, No 2, Oktober, 2024
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pembangkit listrik tenaga hybrid merupakan sistem yang menggabungkan beberapa sumber energi yaitu gelombang laut dan angin, pemanfaatan terhadap teknologi berbasis hybrid ini tentu bisa meningkatkan produksi energi yang ada. Sistem pembangkit energi hybrid memadukan antara sumber energi listrik alternatif dari gelombang air laut dan kincir angin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistematika alat pembangkit listrik tenaga hybrid gelombang air laut dan tenaga angin di pulau badi dan mengetahui kinerja dari kombinasi alat Pembangkit listrik tenaga hybrid gelombang air laut dan tenaga angin. Hasil dari penelitian bahwa pembangkit listrik gelombang laut menggunakan generator 200 watt yang mengalami beban keadaan puncak 16.00 dengan menghasilkan teggangan 14,2 Volt, arus 1,11 A dan daya 48 Watt sedangkan pembangkit Listrik tenaga angin sebesar 30 watt menghasilkan tegangan 14,7 V, arus 0,75 A dan daya 38 Watt. Dengan kecepatan angin pada saat pengukuran tertinggi 15,8 m/s.
PEMBUATAN ALAT UJI POMPA SENTRIFUGAL SERI PARALEL Jamaluddin; Syahrir Habiba; Eliseu Correia; Zulkifli
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 2 No. 01 (2024): Volume 2, No 1, April, 2024
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pompa adalah alat yang digunakan untuk mangalirkan fluida melalui pipa. Alat uji pompa sentrifugal dibuat untuk melihat karakteristik dari pompa sentrifugal dengan sistem seri dan paralel. Parameter yang diambil dari percobaan terdiri dari : tekanan pada pompa, debit, kecepatan aliran, head, daya input, daya output dan efisiensi pompa. Hasil dari percobaan pada penelitian pompa sentrifugal dengan sistem seri bukaan katup 90? didapatkan nilai efisiensinya sebesar 98,94 % dengan nilai kapasitas 0,0000783 m³/s Sedangkan pada sistem paralel didapatkan nilai efisiensinya sebesar 98,75 % dengan nilai kapasitas 0,000139 m³/s. Sehingga dari hasil perhitungan performansi pompa baik dari efisiensi serta kapasitas aliran yang diperoleh nilai menujukan performa pompa siap digunakan sebagai alat praktik pada laboratorium.
ANALISIS UNJUK KERJA SISTEM PENDINGIN MENGGUNAKAN FREON R-404a DENGAN VARIASI PUTARAN KIPAS PENDINGIN KONDENSOR Syahrir Habiba; Fadhli Rahman; Abd Rahman; Wahyu Arisandi
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 2 No. 01 (2024): Volume 2, No 1, April, 2024
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin pendingin pada saat ini semakin banyak dimanfaatkan sesuai kemajuan teknologi seiring dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat. Penggunaan yang umum adalah untuk mengawetkan makanan pada suhu kamar minus derajat celcius sesuai kebutuhan. Untuk mendapatkan suhu udara yang sesuai dengan yang diinginkan banyak alternatif yang dapat diterapkan, diantaranya adalah dengan menaikkan koefisien sehingga akan diperoleh harga koefisien prestasi yang lebih besar. Dalam sistem pendingin, yang paling sederhana umumnya memiliki komponen utama, yaitu kompresor, kondensor, katup ekspansi dan evaporator.Penelitian ini menggunakan Coldroom 3 pk, dengan variasi putaran kipas pendingin kondensor posisi Low (750rpm), Medium (1500 rpm), dan High (3000rpm). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kerja kompresor mengalami penurunan, dari 0,7 kJ/s (posisi Low) ke 0,44 kJ/s (posisi High). Nilai laju aliran kalor kondensasi mengalami penurunan, dari 1,8 kJ/s (posisi Low) ke 1,2 kJ/s (posisi High). Nilai laju aliran kalor evaporasi juga mengalami penurunan, dari 1,1 kJ/s (posisi Low) ke 0,7 kJ/s (posisi High). Sedangkan COP aktual dan COP ideal meningkat, COP aktual dari 1,5 (posisi Low) ke 1,7 (posisi High), dan COP ideal dari 4,5 (posisi Low) ke 4,6 (posisi High). Nilai efisiensi juga meningkat, dari 33,5% (posisi Low) ke 38,4 % (posisi High).