Konvergensi International Financial Reporting Standards (IFRS) yang diberlakukan diIndonesia, sangat berdampak pada sistem informasi akuntansi (SIA) yang berjalan di PT.Perusahaan Gas Negara (PGN), Tbk. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimanapengembangan SIA dapat mengakomodasi konvergensi IFRS dari pendekatan analisis biaya.Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratory. Dari hasilwawancara, penelusuran dokumen terkait dan observasi, maka dapat diperoleh bahwa, diperusahaan tersebut terjadi beberapa kali perubahan sistem informasi, dengan basis Oracle.Perubahan sistem yang terjadi tidak mengubah keseluruhan sistem yang sedang berjalan diperusahaan. PGN langsung merespon perubahan standar akuntansi yang terjadi, yaituStandar Akuntansi Keuangan (SAK) No 26, 50 dan 55, karena standar tersebut berlaku di2010. PGN tidak langsung mengadopsi semua standar tetapi secara bertahap sesuai denganperubahan standar akuntansi yang ada. Pada tahun 2012, PGN akan melakukan adopsipenuh (fully adopted). Adanya konvergensi ini sangat mempengaruhi biaya pembuatansistem informasi di PGN. Biaya pengembangan yang besar adalah pada saat awal pertamakali sistem dibuat. Untuk berikutnya, terkait dengan adopsi standar yang baru, biaya yangdikeluarkan hanya biaya persiapan, biaya pelatihan dan biaya pemeliharaan sistem. Daribeberapa model pengembangan sistem informasi yang ada, PGN menerapkan model Iterasi.Dari hasil penelitian ini, sebaiknya pada tahap awal pembuatan SIA, perusahaan memilihsoftware yang memadai dan PGN membuat roadmap perubahan IFRS, yang dapat dipahamioleh semua pihak (user) di PGN.Kata Kunci: Konvergensi IFRS, Sistem Informasi Akuntansi, Analisis Biaya, PengembanganSistem Informasi, Model Iterasi.