Anak Agung Gede Satia Utama
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DALAM MENGAKOMODASI KONVERGENSI INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS (IFRS) DI SUATU PERUSAHAANMELALUI PENDEKATAN ANALISIS BIAYA Utama, Anak Agung Gede Satia
Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika Vol 1, No 2: EDISI JUNI 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jinah.v1i2.323

Abstract

Konvergensi International Financial Reporting Standards (IFRS) yang diberlakukan diIndonesia, sangat berdampak pada sistem informasi akuntansi (SIA) yang berjalan di PT.Perusahaan Gas Negara (PGN), Tbk. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimanapengembangan SIA dapat mengakomodasi konvergensi IFRS dari pendekatan analisis biaya.Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratory. Dari hasilwawancara, penelusuran dokumen terkait dan observasi, maka dapat diperoleh bahwa, diperusahaan tersebut terjadi beberapa kali perubahan sistem informasi, dengan basis Oracle.Perubahan sistem yang terjadi tidak mengubah keseluruhan sistem yang sedang berjalan diperusahaan. PGN langsung merespon perubahan standar akuntansi yang terjadi, yaituStandar Akuntansi Keuangan (SAK) No 26, 50 dan 55, karena standar tersebut berlaku di2010. PGN tidak langsung mengadopsi semua standar tetapi secara bertahap sesuai denganperubahan standar akuntansi yang ada. Pada tahun 2012, PGN akan melakukan adopsipenuh (fully adopted). Adanya konvergensi ini sangat mempengaruhi biaya pembuatansistem informasi di PGN. Biaya pengembangan yang besar adalah pada saat awal pertamakali sistem dibuat. Untuk berikutnya, terkait dengan adopsi standar yang baru, biaya yangdikeluarkan hanya biaya persiapan, biaya pelatihan dan biaya pemeliharaan sistem. Daribeberapa model pengembangan sistem informasi yang ada, PGN menerapkan model Iterasi.Dari hasil penelitian ini, sebaiknya pada tahap awal pembuatan SIA, perusahaan memilihsoftware yang memadai dan PGN membuat roadmap perubahan IFRS, yang dapat dipahamioleh semua pihak (user) di PGN.Kata Kunci: Konvergensi IFRS, Sistem Informasi Akuntansi, Analisis Biaya, PengembanganSistem Informasi, Model Iterasi.
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DALAM MENGAKOMODASI KONVERGENSI INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS (IFRS) DI SUATU PERUSAHAANMELALUI PENDEKATAN ANALISIS BIAYA Anak Agung Gede Satia Utama
Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika Vol. 1 No. 2: EDISI JUNI 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jinah.v1i2.323

Abstract

Konvergensi International Financial Reporting Standards (IFRS) yang diberlakukan diIndonesia, sangat berdampak pada sistem informasi akuntansi (SIA) yang berjalan di PT.Perusahaan Gas Negara (PGN), Tbk. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimanapengembangan SIA dapat mengakomodasi konvergensi IFRS dari pendekatan analisis biaya.Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratory. Dari hasilwawancara, penelusuran dokumen terkait dan observasi, maka dapat diperoleh bahwa, diperusahaan tersebut terjadi beberapa kali perubahan sistem informasi, dengan basis Oracle.Perubahan sistem yang terjadi tidak mengubah keseluruhan sistem yang sedang berjalan diperusahaan. PGN langsung merespon perubahan standar akuntansi yang terjadi, yaituStandar Akuntansi Keuangan (SAK) No 26, 50 dan 55, karena standar tersebut berlaku di2010. PGN tidak langsung mengadopsi semua standar tetapi secara bertahap sesuai denganperubahan standar akuntansi yang ada. Pada tahun 2012, PGN akan melakukan adopsipenuh (fully adopted). Adanya konvergensi ini sangat mempengaruhi biaya pembuatansistem informasi di PGN. Biaya pengembangan yang besar adalah pada saat awal pertamakali sistem dibuat. Untuk berikutnya, terkait dengan adopsi standar yang baru, biaya yangdikeluarkan hanya biaya persiapan, biaya pelatihan dan biaya pemeliharaan sistem. Daribeberapa model pengembangan sistem informasi yang ada, PGN menerapkan model Iterasi.Dari hasil penelitian ini, sebaiknya pada tahap awal pembuatan SIA, perusahaan memilihsoftware yang memadai dan PGN membuat roadmap perubahan IFRS, yang dapat dipahamioleh semua pihak (user) di PGN.Kata Kunci: Konvergensi IFRS, Sistem Informasi Akuntansi, Analisis Biaya, PengembanganSistem Informasi, Model Iterasi.
ESG performance and firm value: what matters most for investors in Indonesia? Hamidi, Muh. Isnaini; Utama, Anak Agung Gede Satia
Jurnal Akademi Akuntansi Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Akademi Akuntansi (JAA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jaa.v9i1.43271

Abstract

Purpose: Rising awareness of social and environmental responsibility has garnered increasing attention from investors and regulators, especially following recent financial, social, and environmental crises. This study examines the impact of Environmental, Social, and Governance (ESG) factors on firm value, measured by Tobin's Q, to assess how various ESG components influence companies' market value. Methodology/approach:  We use ESG data from Bloomberg and employ quantitative analysis to assess the relationship between ESG scores both overall and in individual components (Environmental, Social, and Governance) and firm value. Findings:  Overall ESG score, along with social and governance components, significantly positively impacts firm value. However, the environmental score doesn’t have a significant effect. These findings suggest that while environmental performance matters, the market in Indonesia has yet to fully recognize its value. Practical and Theoritical contribution/Originality: This research contributes to the growing literature on ESG by focusing on the Indonesian market and demonstrating that social and governance dimensions are more highly valued than environmental performance in influencing firm value. Research Limitation:  The ESG data from Bloomberg for 2024 is limited, which affects the accuracy of the results interpretation. Future research should examine how factors like macroeconomic policies and political conditions influence this relationship.