Wahyuni Hafid
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Skrining Tekanan Darah, Gula Darah, dan Asam Urat pada Kegiatan Pengabdian Masyarakat Kelurahan Motoboi Kecil Kota Kotamobagu FRANNING BADU; WAHYUNI HAFID; SUNARTI HANAPI; RAHMAWATI
Health Community Service Vol. 3 No. 2 (2025): Nopember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v3i2.7956

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) saat ini seperti hipertensi, diabetes melitus, dan gangguan metabolik merupakan masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya deteksi dini dan pencegahan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan hasil pengukuran tekanan darah, kadar glukosa darah, dan asam urat sebagai bagian dari upaya edukasi dan skrining PTM pada masyarakat Kelurahan Motoboi Kecil, Kota Kotamobagu. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif observasional dengan jumlah Responden yang diambil sebanyak 24 responden melalui kegiatan skrining kesehatan yang meliputi pengukuran tekanan darah, glukosa darah, dan asam urat, disertai edukasi kesehatan kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori tekanan darah normal, namun Hasil tekanan darah tinggi masih ditemukan selain itu Pengukuran asam urat menunjukkan proporsi kategori tinggi paling dominan, sedangkan hasil pengukuran glukosa darah sebagian besar berada pada kategori rendah hingga normal. Temuan ini mengindikasikan bahwa risiko PTM, khususnya hipertensi dan hiperurisemia, masih cukup menonjol pada masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan gambaran awal kondisi kesehatan masyarakat serta menegaskan pentingnya skrining dan edukasi kesehatan sebagai upaya promotif dan preventif dalam pengendalian PTM berbasis masyarakat.
Status Gizi dan Kualitas Hidup Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Dungaliyo Kabupaten Gorontalo Tahun 2020: Nutritional Status and Quality Life of the Elderly in the Work Area of Dungaliyo Puskesmas, Gorontalo Regency Sunarti Hanapi; Marselia Sandalayuk; Wahyuni Hafid; Fahira Dilapanga
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.819 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i2.1883

Abstract

Latar Belakang: Proses penuaan merupakan proses yang tidak dapat dihindari. Pada hakikatnya, proses penuaan akan menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan pada orang lanjut usia. Perubahan pada lansia terkait dengan penurunan fungsi tubuh yang terjadi secara fisiologis sehingga pada lansia lebih berpotensi terjadi permasalahan kesehatan, baik fisik maupun mental. Jika tidak ditangani dengan tepat, permasalahan kesehatan ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang akan menyebabkan terjadinya penurunan kualitas hidup secara bermakna. Data Badan pusat statistika (BPS) Provinsi Gorontalo tahun 2017 jumlah lansia di Provinsi Gorontalo sebanyak 88,256 orang (7,55%) dari total jumlah penduduk. Data tahun 2020 lansia di Kecamatan Dungaliyo berjumlah 1.967 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran status gizi dan kualitas hidup lansia yang ada di wilayah kerja Puskesmas Dungaliyo. Metode: Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian deskriptif kuantitatif, penelitian ini dilakukan di wilayah Puskesmas Dungalio Kecamatan Dungaliyo, waktu penelitian bulan juni-juli 2021. Jumlah populasi 1.967 lansia dan menjadi sampel pada penelitian ini adalah lansia sebanyak 322 menggunakan tehnik purposive random sampling, dengan menggunakan instrumen penelitian ini yaitu kuesioner dan menggunakan analisis penelitian univariat. Hasil: Untuk Status gizi lansia lebih tinggi terdistribusi pada satatus gizi normal berjumlah 158 orang (49%) dan terendah yang terendah status gizi kurang berjumlah 35 orang (10%). Kualitas hidup lansia paling tinggi terdistribusi pada kategori sedang yaitu berjumlah 313 orang (96,9%) sedangkan yang terendah ada pada kualitas hidup rendah yaitu berjumlah 0 orang (0%). Kesimpulan: Status gizi lansia lebih tinggi terdistribusi pada status gizi normal sedangkan kualitas hidup lansia paling tinggi terdistruibusi pada kualitas hidup sedang.