Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Kajian Sustainable Material Bambu, Batu, Ijuk dan Kayu pada Bangunan Rumah Adat Kampung Naga Mamiek Nur Utami; Fadli Ardi; Muhammad Wildan; Aditya Dwi Saputro; R. Roro Astrid Utari
REKA KARSA Vol 2, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i2.464

Abstract

Abstrak Bangunan yang baik adalah bangunan yang dapat memanfaatkan potensi alam dan memakai bahan bangunan yang ada di lingkungannya. Bangunan yang sustainable adalah bangunan yang dapat menyeimbangkan 3 faktor, yaitu lingkungan, sosial dan ekonomi, dalam hal ini sustainable dari segi material bangunannya yang menjadi topik utama dalam penelitian ini. Khusus untuk material ada beberapa faktor lagi yang perlu diperhatikan yaitu faktor umur, produksi dan energi dari pengolahan material tersebut. Kampung Naga merupakan kampung yang mendapatkan sertifikasi desain arsitektur bangunan hijau dan hemat energi Indonesia dari Green Building Council of Indonesia (GBCI) di Jawa Barat, Kampung Naga masih memelihara budaya asli nenek moyangnya serta sudah menerapkan sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupannya hingga saat ini. Masyarakat Kampung Naga memiliki falsafah taat kepada Tuhan YME, menghormati leluhur serta hidup bersama alam. Dari falsafah tersebut membuat masyarakatnya dapat menjaga budaya dan lingkungnya dari dulu hingga sekarang, sehingga dari beberapa material bangunan yang dipakai adalah sustainable. Kata kunci : Sustainable material, rumah adat Kampung Naga, bambu, batu, ijuk, kayu.   Abstract A good building is a building that can harness the potential of nature and use of building materials that exist in the environment . Sustainable building is a building that can balance the three factors , namely environmental , social and economic , in this case in terms of sustainable building materials is a major topic in this study . Especially for materials there are some more factors to note are the factors of age , and the production of energy from the material processing . Kampung Naga is a village which get certified green building architectural design and energy saving Indonesia from the Green Building Council of Indonesia ( GBCI ) in West Java , Kampung Naga still maintain the original culture and their ancestors have implemented the system 3R ( Reduce, Reuse , Recycle ) in the life until now . Kampung Naga society has a philosophy of obedience to God Almighty , honoring ancestors and living with nature . The philosophy of the community can create and maintain a culture lingkungnya from the past until now , so from some of the building materials used are sustainable . Keywords : Sustainable materials , Kampung Naga traditional house , bamboo , stone , fibers, wood
Penghawaan Alami pada Unit dan koridor Rusunami The Jarrdin Mamiek Nur Utami; Muhammad Ibrahim; Nurzaman Aziz
REKA KARSA Vol 4, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i3.1396

Abstract

Penghawaan Alami Pada Unit dan Koridor Rusunami The Jarrdin Mamiek Nur Utami,  Muhammad Ibrahim,  Nurzaman Azis Jurusan Arsitektur – Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional Email:  mamiekn@yahoo.com   Rumah susun merupakan salah satu alternatif solusi dalam pemecahan masalah permukiman. Rumah susun diperuntukan bagi masyarakat golongan ekonomi menengah kebawah, maka biaya operasional bangunan harus murah tanpa mengabaikan faktor kenyamanan penghuninya yaitu dengan cara mengoptimalkan penghawaan alami pada bangunan. Hunian vertikal yang dijadikan studi kasus adalah Rusunami The Jarrdin pada bagian unit hunian dan koridornya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui tingkat kenyamanan thermal dengan cara menganalisis sistem penghawaan alami pada unit dan koridor rusunami The Jarrdin. Metoda yang digunakan adalah metoda kuantitatif dengan cara pengukuran laju aliran udara menggunakan alat anemometer di 2 lokasi unit hunian dan koridor yang berbeda. Unit A2033 (ketinggian 55 m) memiliki orientasi ke arah luar bangunan sedangkan unit A1129 (ketinggian 35 m) memiliki orientasi ke muka bangunan sisi lainnya yang terdapat kolam renang di  bawahnya. Sedangkan dibagian koridor dilakukan di 2 titik yaitu di bagian yang dekat dengan bukaan dan bagian antara 2 unit hunian . Setiap pengukuran di satu titik area studi dilakukan 2 kali pengukuran pada waktu yang berbeda. Hasil analisis menunjukan bahwa penghawaan alami pada rusunami The Jarrdin belum terlalu optimal. Penghawaan alami tersebut akan optimal jika persyaratan sistem cross ventilation yang ideal disesuaikan dengan desain bukaan bangunan Rusunami The Jarrdin. Kata kunci : penghawaan alami, Rusunami, The Jarrdin Abstract Vertical housing is one alternative solutions in solving the problem of settlements. Flats intended for middle class people down, then the operating costs of the building should cost without ignoring occupant comfort factor that is by optimizing natural air flow on the building. Vertical housing is used as a case study is Rusunami The Jarrdin on the part of the dwelling units and corridors. The purpose of this research is to know the level of thermal comfort by analyzing natural air flow system on the unit and the corridor rusunami The Jarrdin. The method used is quantitative method by measuring the air flow rate using the tool anemometer at 2 locations dwelling units and different corridors. Unit A2033 (+ 55 m) oriented towards the outside of the building while the unit A1129 (+ 35 m) oriented to face the other side of the building that contained the pool below. While the corridor section is done in two points in the section near the openings and the section between the two residential units. Every measurement at one point two times the area of ​​the study conducted measurements at different times. Results of the analysis showed that the natural penghawaan on rusunami The Jarrdin not very optimal. The natural air flow would be optimal if the requirements of an ideal system of cross ventilation openings adapted to the design of the building Rusunami The Jarrdin. Keywords: natural air flow, Rusunami, The Jarrdin
Penghawaan Alami Pada Unit dan Koridor Rusunami The Jarrdin Mamiek Nur Utami; Muhammad Ibrahim; Nurzaman Azis
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1348

Abstract

Penghawaan Alami Pada Unit dan Koridor Rusunami The Jarrdin Mamiek Nur Utami,  Muhammad Ibrahim,  Nurzaman Azis Jurusan Arsitektur – Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional Email: mamiekn@yahoo.com Rumah susun merupakan salah satu alternatif solusi dalam pemecahan masalah permukiman. Rumah susun diperuntukan bagi masyarakat golongan ekonomi menengah kebawah, maka biaya operasional bangunan harus murah tanpa mengabaikan faktor kenyamanan penghuninya yaitu dengan cara mengoptimalkan penghawaan alami pada bangunan. Hunian vertikal yang dijadikan studi kasus adalah Rusunami The Jarrdin pada bagian unit hunian dan koridornya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui tingkat kenyamanan thermal dengan cara menganalisis sistem penghawaan alami pada unit dan koridor rusunami The Jarrdin. Metoda yang digunakan adalah metoda kuantitatif dengan cara pengukuran laju aliran udara menggunakan alat anemometer di 2 lokasi unit hunian dan koridor yang berbeda. Unit A2033 (ketinggian 55 m) memiliki orientasi ke arah luar bangunan sedangkan unit A1129 (ketinggian 35 m) memiliki orientasi ke muka bangunan sisi lainnya yang terdapat kolam renang di bawahnya. Sedangkan dibagian koridor dilakukan di 2 titik yaitu di bagian yang dekat dengan bukaan dan bagian antara 2 unit hunian . Setiap pengukuran di satu titik area studi dilakukan 2 kali pengukuran pada waktu yang berbeda. Hasil analisis menunjukan bahwa penghawaan alami pada rusunami The Jarrdin belum terlalu optimal. Penghawaan alami tersebut akan optimal jika persyaratan sistem cross ventilation yang ideal disesuaikan dengan desain bukaan bangunan Rusunami The Jarrdin. Kata kunci : penghawaan alami, Rusunami, The Jarrdin Abstract Vertical housing is one alternative solutions in solving the problem of settlements. Flats intended for middle class people down, then the operating costs of the building should cost without ignoring occupant comfort factor that is by optimizing natural air flow on the building. Vertical housing is used as a case study is Rusunami The Jarrdin on the part of the dwelling units and corridors. The purpose of this research is to know the level of thermal comfort by analyzing natural air flow system on the unit and the corridor rusunami The Jarrdin. The method used is quantitative method by measuring the air flow rate using the tool anemometer at 2 locations dwelling units and different corridors. Unit A2033 (+ 55 m) oriented towards the outside of the building while the unit A1129 (+ 35 m) oriented to face the other side of the building that contained the pool below. While the corridor section is done in two points in the section near the openings and the section between the two residential units. Every measurement at one point two times the area of ​​the study conducted measurements at different times. Results of the analysis showed that the natural penghawaan on rusunami The Jarrdin not very optimal. The natural air flow would be optimal if the requirements of an ideal system of cross ventilation openings adapted to the design of the building Rusunami The Jarrdin. Keywords: natural air flow, Rusunami, The Jarrdin
Tema Ekologi Arsitektur Pada Perancangan Sekolah Tinggi Sains di Kabupaten Bandung Barat Febri Rachmatullah; Mamiek Nur Utami
REKA KARSA Vol 1, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i3.298

Abstract

Abstrak Kabupaten Bandung Barat merencanakan pembangunan dalam bidang pendidikan khususnya lembaga pendidikan tinggi, mengingat belum adanya lembaga tersebut di Kabupaten Bandung Barat. Proyek yang direncanakan adalah  Sekolah tinggi sains. Tujuan dari proyek ini adalah menyediakan fasilitas berupa sarana dan prasarana  Sekolah tinggi yang mampu  mewadahi aktivitas belajar dan mengajar dalam bidang ilmu pengetahuan (sains) serta menciptakan lingkungan kampus yang ramah terhadap alam dan lingkungan disekitar manusia yang mengacu pada visi dan misi Kabupaten Bandung Barat. Konsep perancangan pada bangunan Sekolah Tinggi Sains di Kabupaten Bandung Barat ini mengacu pada Tema Ekologi Arsitektur yang diaplikasikan kedalam bentukan massa bangunan yang tipis, area hijau berupa taman dan plaza, serta bukaan-bukaan dengan penempatan sun shading pada fasade sebagai pembentuk bayangan yang menghalangi masuknya radiasi matahari. Kata kunci: arsitektur ekologi, sun shading, sekolah tinggi Abstract West Bandung Regency has planned to develop in the field of education, especially at the higher education institutions given the absence of such institutions in West Bandung regency. The planned project is  science college. The purpose of this project is to provide infrastructure facilities in the form of high school that is able to accommodate the learning and teaching in science (science) and to create a campus environment that is friendly to nature and the environment around humans which refers to the vision and mission of West Bandung regency. Concept design at the College of Science building in the West Bandung Regency architecture refers to the Ecology theme applied into the building mass formation thin, green area parks and plazas form, as well as the placement of openings in the façade as sun shading shadow that hinder the entry of forming solar radiation.   Keywords: ecological architecture, sun shading, college
Kelengkapan Fasilitas Di Rumah Susun Sederhana Sewa Cingised Ditinjau dari SNI 03-7013-2004 Mamiek Nur Utami; Adi Karna Setiadi; Bayu Sanjaya; Delia Nurzakiah; Gelar Aditya Pamungkas
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1379

Abstract

Kelengkapan Fasilitas Di Rumah Susun Sederhana Sewa Cingised Ditinjau Dari SNI 03-7013-2004 Mamiek Nur Utami, Adi Karna Setiadi, Bayu Sanjaya, Dellia Nurzakiah, Gelar Aditya Pamungkas Jurusan Arsitektur – Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional Email: Mamiekn@yahoo.com 1. ABSTRAK Kota Bandung merupakan pusat ekonomi bagi daerah Jawa Barat. Hal ini menjadi pemicu bagi warga dari beragam daerah untuk berpindah ke Bandung dalam rangka meningkatkan taraf kehidupan. Sebagai konsekuensinya Kota Bandung semakin padat penduduknya. Keterbatasan lahan dan hunian yang semakin mahal menjadikan sebagaian warga yang kehidupannya masih dibwah rata – rata kesulitan untuk memiliki hunian yang layak. Sebagai solusi untuk menciptakan hunian yang terjangkau dan berkualitas sedangkan lahan yang ada terbatas dan mahal maka di buat pembangunan hunian vertikal, berupa Rusunawa yang di dalamnya terdapat fasilitas yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan penghuni. Rusunawa Cingised dikawasan Bandung Timur yang dijadikan sebagai objek penelitian ini memiliki beberapa fasilitas untuk memenuhi kebutuhan penghuninya. Fasilitas tersebut harus memenuhi persyaratan teknis agar dapat memenuhi kebutuhan dan kenyaman penghuni. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kelengkapan fasilitas di Rusunawa Cingised yang ditinjau dari SNI 03-7013-2004 mengenai tata cara perencanaan fasilitas lingkungan rumah susun sederhana. Penggunaan pendekatan normative, analisis mix method dengan penilaian skala Guttman. Disimpulkan presentase kesesuaian untuk kualitatif dan kuantitatif. Kata kunci : Rusunawa Cingised, Fasilitas, Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-7013-2004. 2. ABSTRACT Bandung city is the center of the economy in the west java. It has been becoming a trigger for residents from diverse area to immigrate in Bandung in order to improve life. The consequences of it Bandung the densely populated over. Limited land and dwelling that are getting expensive, it’s become some people with low income can’t got a good residential. This solution for creating affordable housing and a quality residential development made in the vertical, home of flats rent in which there were facilities and can be used by the occupant.Object of this research is Cingised flats in east bandung. It has some facilities for use by occupants. The facility must meet the technical requirements in order to meet the needs and comfort of occupants. This research aims to analyze the completeness of facilities in the Cingised flats in terms of SNI 03-7013-2004 regarding the procedures for planning facility's environment simple flats. The use of normative approach, analysis mix method with the assessment scale Guttman. Inferred percentage conformance for qualitative and quantitative. Keywords : Cingised Flat, Facilities, Indonesia National Standard (SNI) 03-7013-2004)