Jufrinaldi Jufrinaldi
Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kumbang Koksi Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis Nadiya Syalimah; Hamzah Hamzah; Jufrinaldi Jufrinaldi
V-art: Journal of Fine Art Vol 1, No 2 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.272 KB) | DOI: 10.26887/v-art.v2i1.2329

Abstract

Kumbang koksi merupakan salah satu satwa liar bangsa serangga yang memiliki keindahan warna dan bentuk corak pada badannya yang membuat mereka mudah dikenali karena penampilannya yang cukup khas, sehingga bisa dibedakan dari serangga lainnya. Bentuk fisik dari kumbang koksi sangat berkesan akan keindahannya, yang saat ini sudah jarang dijumpai. Karya ini mengangkat tentang kekaguman terhadap keindahan kumbang koksi, ke dalam bentuk karya seni lukis dalam bentuk representasional, yang menggunakan konsep distorsi, deformasi, stilisasi yang direpresentasi menggunakan gaya dekoratif. Metode penciptaan yang digunakan terdiri dari persiapan mencari informasi, perancangan dengan menuangkan ide dari hasil data yang didapatkan, perwujudan menghadirkan proses konsep yang dari awal dirancang dan penyajian setelah proses perwujudan selesai dilakukan proses finishing yaitu pembingkaian karya. Karya dalam bentuk dua dimensi berupa karya lukisan, masing-masing karya memiliki perbedaan baik dari bentuk visual yang diwujudkan maupun perasaan yang ingin disampaikan terkait kumbang koksi, yang terdiri dari delapan buah karya dengan judul Plural, Home, Tarian Kumbang Koksi, Bingung, Bingung #2, Queen, Atraktif, dan Kerumunan.
Tabuik Pariaman: A Formal Analysis Ara Salsabila Putri; Elvis Elvis; Jufrinaldi Jufrinaldi
V-art: Journal of Fine Art Vol 5, No 2 (2026): June 2026
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/vartjofa.v5i2.5560

Abstract

This study aims to examine the form and physical structure of Tabuik Pariaman, a cultural heritage of the Minangkabau community in West Sumatra, Indonesia. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through field observations, semi-structured interviews, and a comprehensive literature review. Data analysis followed the interactive model proposed by Miles, Huberman, and Saldaña, while the investigation of form adopted Feldman’s formal analysis approach to identify the visual elements and compositional principles that underlie Tabuik's structure. The symbolic meanings embedded within each component were interpreted through Geertz’s perspective of symbolic anthropology. The findings reveal that Tabuik comprises several principal elements: Burak, Bungo Salapan, Gomaik, Biliak-Biliak, Jantuang-Jantuang, Pasu-Pasu, Tonggak Atam, and Tonggak Miriang. These components integrate geometric and organic forms to produce a harmonious, balanced, and monumental visual composition. Beyond their constructive functions, each element embodies symbolic meanings associated with spirituality, leadership, fertility, the unity of customary law and religion, and the community’s collective memory of the Karbala tragedy. The study confirms that Tabuik should be understood not merely as a visual cultural artifact but also as a medium through which the people of Pariaman express their cultural identity by integrating historical, aesthetic, and symbolic values. Therefore, its preservation and systematic documentation remain essential to Indonesia’s cultural heritage.