Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimasi Parameter Permesinan Terhadap Tingkat Kekasaran Permukaan Aluminium Proses Pembubutan Dengan Metode Taguchi Diki Ismail Permana; Yayat Yayat
METAL: Jurnal Sistem Mekanik dan Termal Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.835 KB) | DOI: 10.25077/metal.3.1.10-16.2019

Abstract

This study is to determine the most suitable machining parameters to produce optimum surface roughness on turning operations using the Hurco TM20 CNC machine, ISCAR DNMG IC907 insert tool with aluminum 6061 as an object test material. The analysis was carried out using the Taguchi method with objective functions smaller the better and using ANOVA (analysis of variance) that determines which machining parameters have a significant effect on surface roughness. The machining parameters that evaluated are spindle speed, feedrate, and depth of cut. The test results shows that the machining parameters that produce the optimal surface roughness level is on range of 0.28 ± 0.13, and the parameters are spindle speed = 2092 rpm, feedrate = 0.07 mm / ref, dept of cut = 0.5 mm.
Pelatihan Las Dekoratif Bagi Masyarakat Desa Kertamulya Sebagai Bekal Merintis Usaha Bengkel Las Asep Hadian Sasmita; Yayat Yayat; Haipan Salam
ABMAS Vol 21, No 2 (2021): Jurnal Abmas, Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v21i2.40138

Abstract

Masyarakat yang berstatus pengangguran di Desa Kertamulya diharapkan dapat berwirausaha untuk menaikan taraf hidupnya dibandingkan menunggu pekerjaan yang belum jelas. Namun minat, motivasi dan bekal berwirausaha masyarakat belum cukup untuk mewujudkan hal itu. Tujuan pada pelatihan ini untuk memberikan bekal untuk merintis usaha khususnya usaha bengkel las. Metode kaji tindak digunakan pada pengabdian ini. Implementasinya dengan pelatihan yang dilanjutkan pendampingan. Untuk mengukur pencapaian hasil pelatihan dilakukan tes diakhir pelatihan. Khalayak sasaran ialah pemuda berusia 20 – 30 tahun. Hasil dari pelatihan ini didapatkan bahwa peserta pelatihan dapat menguasai pengetahuan dan keterampilan berupa materi dasar perbengkelan dan pengelasan dengan rata rata pencapaian 78% dari keseluruhan materi. Keberhasilan pelatihan juga dapat dilihat dari produk yang dihasilkan yaitu dudukan pot bunga dari besi yang mempunyai kualitas yang sama dengan yang ada di pasaran. Kesimpulannya melalui pelatihan las dekoratif, peserta pelatihan yaitu pemuda Desa Kertamulya dapat menguasai bekal merintis usaha bengkel las.
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Sayuran Kol Untuk Mengurangi Cacat Produk Menggunakan Pendekatan Six-Sigma Dan Kaizen (Studi Kasus CV. XYZ) Rikhlatus Saadah; Yayat Yayat; Saskia Kanisaa Puspanikan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas produk sayuran kol di CV. XYZ guna mengurangi jumlah produk cacat yang berdampak pada kerugian dan menurunkan kepuasan konsumen. Pendekatan yang digunakan adalah Lean Logistics dengan metode Six Sigma melalui tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control), serta Kaizen sebagai upaya perbaikan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis cacat yang paling dominan adalah cacat fisik sebesar 50%, diikuti oleh cacat busuk (30%), layu (10%), dan ukuran (10%). Nilai sigma yang diperoleh sebesar 3,7 menunjukkan kualitas proses berada dalam tingkat rata-rata industri. Akar penyebab utama cacat berasal dari faktor manusia, metode, alat, dan lingkungan, seperti kurangnya ketelitian pekerja, tidak adanya SOP formal, serta lingkungan kerja yang kurang memadai. Rekomendasi perbaikan dilakukan dengan pendekatan Five-M Checklist dan implementasi prinsip 5S untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam meningkatkan kualitas produk sayuran melalui penerapan lean thinking di sektor agribisnis.