MSK. Tony Suryo Utomo
Mechanical Engineering Department, Faculty Of Engineering, Diponegoro University Jl. Prof. Soedharto SH Tembalang Semarang 50275

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ESTIMASI KEBUTUHAN BAHAN BAKAR KERETA API DAOP 4 SEMARANG SAMPAI TAHUN 2030 MENGGUNAKAN SOFTWARE LEAP Goris Panji Pradana; MSK Tony Suryo Utomo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.026 KB)

Abstract

Bahan bakar fosil merupakan sumber daya tak terbarukan yang banyak digunakan di bidang transportasi. Kajian tentang penggunaan dan efek yang ditimbulkan serta estimasi kebutuhannya perlu ditangani secara bijak. Salah satu moda transportasi yang yang membutuhkan estimasi tersebut adalah kereta api. Kereta api pada penelitian ini dibagi menjadi tiga jenis yaitu kereta barang, kereta penumpang dan KRD yang didasarkan pada perbedaan konsumsi bahan bakarnya. Oleh karena itu, konsumsi bahan bakar dihitung berdasarkan jumlah kereta, jarak tempuh dan fuel economy. Jumlah kereta api akan disesuaikan dengan jumlah penumpang dan barang yang dipindahkan. Software The Long Range Energy Alternatives Planning (LEAP) digunakan pada penelitian ini untuk mengembangkan model yang memproyeksikan kebutuhan bahan bakar sampai 2030 dengan skenario yang berbeda-beda. Skenario tersebut adalah business as usual (BAU), advanced technology (AT) dan alternatives fuel replacement (AFR). Hasil yang didapat dari perencanaan energi adalah jumlah energi yang dibutuhkan sampai tahun 2030 oleh skenario BAU adalah 40.806,7 ribu SBM atau 6,5 miliar liter solar, berdasarkan skenario AT dibutuhkan 33.072,8 ribu SBM atau 5,3 miliar liter solar, berdasarkan skenario AFR 34.341,8 ribu SBM, terdiri dari 4,5 miliar liter solar, 0,85 miliar liter biodiesel dan 1.360,6 juta kWh. Emisi CO2(Non-Biogenic) yang dihasilkan pada skenario BaU sebesar 17.214,6 ribu metrik ton, N2O 142,4 metrik ton, CO 237,3 ribu metrik ton, SO2 43,589,2 metrik ton, NOx 284,7 ribu metrik ton, VOCs 47.455,8 metrik ton. Skenario advanced technology mampu mereduksi keseluruhan jenis emisi sebesar 19% kecuali VOCs sebesar 23,4% sedangkan AFR mampu mereduksi keseluruhan jenis emisi sebesar 18%.
KAJIAN FENOMENA SEPARASI ALIRAN PADA PIPA SUDDEN CONTRACTION MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DAN NUMERIK Beny Aulia Putranto; Khoiri Rozi; MSK Tony Suryo Utomo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.11 KB)

Abstract

Sudden contraction merupakan suatu saluran dengan bentuk terkontraksi secara tiba-tiba dari daerah upstream menuju downstream. Pada saluran tersebut terjadi penyempitan penampang secara tiba-tiba sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan tekanan yang drastis pada daerah kontraksi, hal ini dikarenakan efek nozzel pada aliran yang mengalami separasi. Penelitian dilakukan di Laboratorium Thermofluida Jurusan Teknik Mesin Universitas Diponegoro. Pada penelitian ini digunakan metode eksperimen dan simulasi secara numerik untuk mengetahui fenomena aliran yang terjadi pada pipa sudden contraction dengan memperhatikan Coefficient of Pressure dari aliran.  Analisa eksperimen dilakukan dengan menggunakan perangkat pengujian berupa wind tunnel yakni Air Flow Bench AF10. Alat uji yang digunakan adalah sebuah pipa sudden contraction dengan rasio kontraksi 10:7 dan panjang saluran 380 mm. Analisa secara numerik dilakukan dengan simulasi menggunakan software ANSYS FLUENT 14 dengan memasukkan kondisi-kondisi yang sesuai dengan pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saluran sudden contraction aliran mengalami zona separasi pada rentang X/Dh -1.08 sampai X/Dh 0.12 untuk Y/Dh 0.0, pada rentang X/Dh -0.6 sampai X/Dh 0.36 untuk Y/Dh 0.032 dan pada rentang X/Dh -1.08 sampai X/Dh 0.0 untuk Y/Dh 0.48. Sedangkan untuk zona resirkulasi terjadi sesaat setelah melewati zona separasi hingga beberapa saat sebelum melewati batas aliran.
PENGARUH METHANOL KADAR TINGGI TERHADAP PERFORMA DAN EMISI GAS BUANG MESIN BENSIN DENGAN SISTEM EGR PANAS Ahmad Syarifuddin; MSK. Tony Suryo Utomo; Syaiful Syaiful
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia tiap tahun meningkat tajam, mengakibatkan konsumsi bahan bakar minyak dan emisi gas buang meningkat. Konsumsi bahan bakar minyak meningkat mengakibatkan cadangan bahan bakar fosil menipis. Methanol merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang diharapkan dapat menggantikan bahan bakar fosil, karena dapat diperbarui dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan bakar campuran premium dan hight purity methanol (HPM) dengan sistem  Exhaust Gas Recirculation (EGR) panas  terhadap performa dan emisi gas buang pada mesin bensin 4 silinder, 16 katup, sistem Electronic fuel injection. Sebuah dinamometer untuk mengukur daya mesin dan sebuah gas analiser untuk mengukur emisi gas buang. Pengambilan data dengan eksperimen secara langsung menggunakan bahan bakar campuran premium-HPM M0 (premium 100%, methanol 0%), M5(premium 95%, methanol5%), M10(premium 90%, methanol 10%) dan M15(premium 85%, methanol 15%). Eksperimen dilakukan pada variasi putaran mesin 2500 rpm, 3000  rpm, 3500 rpm dan 4000 rpm, beban ditetapkan 25% dan bukaan katup EGR  0% dan 7%. Analisa data dengan membandingkan bahan bakar campuran premium-methanol pada sistem EGR panas dengan premium murni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dengan  pemakaian bahan bakar campuran methanol mengakibatkan kenaikan nilai brake torque dan brake power. Brake thermal efficiency naik tertinggi sebesar 10,36% pada M15 tanpa EGR  putaran mesin 3000 rpm. Sedangkan Brake Specific Fuel Consumption turun sebesar 4,45% pada putaran mesin 2500 rpm untuk M15 dengan EGR. Dengan penambahan EGR menyebabkan temperatur gas buang turun.  Emisi gas buang turun untuk CO dan HC, sedangkan CO2 terjadi kenaikan dibandingkan dengan premium murni, hal ini mengindikasikan bahwa pembakaran terjadi sempurna.
ANALISA AERODINAMIKA PADA SEPEDA DENGAN FORMASI BERIRINGAN DENGAN VARIASI KECEPATAN DAN JARAK ANTAR SEPEDA MENGGUNAKAN CFD FLUENT 6.3 MSK Tony Suryo Utomo; Muhammad Iqbal
ROTASI VOLUME 14, NOMOR 4, OKTOBER 2012
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.109 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.14.4.28-37

Abstract

Bersepeda secara beriringan merupakan suatu strategi penting dalam balapan sepeda seperti perlombaan Team Time Trial dimana didasarkan pada pemanfaatan efek aerodinamika. Dalam hal ini, koefisien tahanan udara diusahakan untuk diminimalkan agar dapat mengurangi daya (power) yang dikeluarkan oleh pengendara sepeda sehingga pengendara sepeda tidak cepat lelah. Tugas sarjana ini menganalisis fenomena yang terjadi pada sepeda dengan formasi beriringan yang diakibatkan dengan adanya kecepatan aliran fluida. Metodologi tugas sarjana ini disimulasikan menggunakan sistem computer dengan software CFD (Computational Fluid Dynamics).Simulasi dilakukan oleh lima sepeda yang diposisikan sejajar dengan arah aliran udara dengan variasi kecepatan 30 km/jam, 40 km/jam, dan 50 km/jam. Pada tiap kecepatan tersebut, dilakukan juga simulasi terhadap variasi jarak antar sepeda, yaitu ¼ diameter roda, ½ diameter roda, 1 diameter roda, dan 2 diameter roda dimana diameter roda adalah 674 mm. Hasil simulasi menunjukkan bahwa nilai koefisien tahanan terbesar terjadi pada sepeda pertama (di depan) pada jarak antar sepeda 2 diameter roda pada kecepatan 30 km/jam yaitu sebesar 0.648, sedangkan koefisien tahanan terkecil terjadi pada sepeda ketiga (di tengah) pada jarak antar sepeda ¼ diameter roda pada kecepatan 50 km/jam yaitu sebesar 0.317. Semakin kecil jarak antar sepeda, semakin rendah pula koefisien tahanan (drag coefficient) yang terjadi pada sepeda.Kemudian, perhitungan teoritis dilakukan untuk mencari daya yang dikeluarkan oleh pengendara sepeda. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai daya terbesar terjadi pada pengendara pertama (di depan) pada jarak antar sepeda 2 diameter roda pada kecepatan 50 km/jam yaitu 279.133 watt, sedangkan Daya terkecil terjadi pada pengendara ketiga (di tengah) pada jarak antar sepeda ¼ diameter roda pada kecepatan 30 km/jam yaitu 46.456 watt. Semakin besar jarak antar sepeda, semakin besar pula gaya hambat udaranya (Fd) dan semakin besar pula daya (P) yang dikeluarkan oleh pengendara sepeda.
Analisis Efisiensi Eksergi Water Tube Boiler Pada Unit Penyediaan Steam di Salah Satu Plant Gas Processing Aceh, Indonesia Prasetyo, Ahmad Wisnu; Widayat, Widayat; Utomo, MSK Tony Suryo
Eksergi Vol 21, No 3 (2024)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v21i3.12348

Abstract

Artikel ini membahas analisis efisiensi eksergi water tube boiler pada unit penyediaan steam di plant pengolahan gas di Aceh, Indonesia. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi penggunaan energi aktual dan kerusakan eksergi akibat ireversibilitas. Boiler merupakan sumber utama kerusakan eksergi dalam sistem penyediaan uap, sehingga ada peluang besar untuk meningkatkan efisiensi kinerja dan mengurangi konsumsi bahan bakar. Hasil analisis menunjukkan efisiensi eksergi sekitar 65,9%. Total kerusakan eksergi mencapai 13,90 MW atau 62% dari eksergi masuk sebesar 22,40 MW, dengan kerusakan pada Combustor sebesar 37% dan Heat Exchanger sebesar 25%. Angka ini lebih rendah dibandingkan penelitian lain yang menunjukkan kerusakan eksergi hingga 89,13% dari eksergi masuk sebesar 279,58 MW. Kerusakan terbesar terjadi pada Combustor dan Heat Exchanger, dipicu oleh udara berlebih yang meningkatkan kehilangan gas buang, kerusakan isolasi termal yang menyebabkan kehilangan panas, pengaturan rasio pembakaran yang tidak seimbang sehingga terjadi pembakaran tidak sempurna, serta aktivitas blowdown yang hanya dilakukan saat konduktivitas tinggi, yang menurunkan efisiensi boiler.
ANALISIS CFD CO-FIRING BIOMASSA BATOK KELAPA PADA STOKER BOILER Suarga, Rangga Hatta; Utomo, MSK Tony Suryo; Muchammad, Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Lembaga Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi (EBTK), Indonesia memiliki target bauran EBT sesuai Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) sebesar 23% di tahun 2025 dan 31% di tahun 2050. Hal itu menjadikan Masyarakat Indonesia harus memanfaatkan sumber energi terbarukan. Kementerian ESDM telah melaporkan bahwa Indonesia memiliki potensi biomassa sebesar 443 ribu megawatt (MW), sehingga pemerintah Indonesia menetapkan program pelaksanaan program co-firing biomassa di 52 lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara milik PT PLN (Persero) dengan total kapasitas18.154 MW. Maka dari itu pada penelitian ini dilakukan simulasi pembakaran co-firing pada boiler stoker  dengan tujuan melihat performa hasil pembakaran antara batu bara dan biomassa batok kelapa dengan fraksi 0-20% dengan menggunakan metode elemen hingga Computational Fluid Dynamics (CFD). Parameter penelitian ini adalah temperatur boiler dan emisi gas buang boiler. Hasil yang didapat bahwa terjadi penurunan temperatur seiring peningkatan biomassa 0-20%. Hal serupa terjadi pada kandungan CO dan SO2 yang terjadi penurunan seiring peningkatan biomassa 0-20%. Namun, pada kandungan CO2 dan O2 terjadi penigkatan seiring peningkatan biomassa 0-20%. Penuruan CO dan SO2 mengindikasikan penurunan emisi gas berbahaya bagi lungkungan.
Analisis Efisiensi Eksergi Water Tube Boiler Pada Unit Penyediaan Steam di Salah Satu Plant Gas Processing Aceh, Indonesia Prasetyo, Ahmad Wisnu; Widayat, Widayat; Utomo, MSK Tony Suryo
Eksergi Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknik Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v21i3.12348

Abstract

Artikel ini membahas analisis efisiensi eksergi water tube boiler pada unit penyediaan steam di plant pengolahan gas di Aceh, Indonesia. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi penggunaan energi aktual dan kerusakan eksergi akibat ireversibilitas. Boiler merupakan sumber utama kerusakan eksergi dalam sistem penyediaan uap, sehingga ada peluang besar untuk meningkatkan efisiensi kinerja dan mengurangi konsumsi bahan bakar. Hasil analisis menunjukkan efisiensi eksergi sekitar 65,9%. Total kerusakan eksergi mencapai 13,90 MW atau 62% dari eksergi masuk sebesar 22,40 MW, dengan kerusakan pada Combustor sebesar 37% dan Heat Exchanger sebesar 25%. Angka ini lebih rendah dibandingkan penelitian lain yang menunjukkan kerusakan eksergi hingga 89,13% dari eksergi masuk sebesar 279,58 MW. Kerusakan terbesar terjadi pada Combustor dan Heat Exchanger, dipicu oleh udara berlebih yang meningkatkan kehilangan gas buang, kerusakan isolasi termal yang menyebabkan kehilangan panas, pengaturan rasio pembakaran yang tidak seimbang sehingga terjadi pembakaran tidak sempurna, serta aktivitas blowdown yang hanya dilakukan saat konduktivitas tinggi, yang menurunkan efisiensi boiler.