Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bullying in Higher Education: Presdiposisi Bully-victim terhadap Kejadian Perilaku Bullying pada Mahasiswa Onieqie Ayu Dhea Manto; Paul Joae Brett Nito; Dewi Wulandari
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i2.738

Abstract

Latar Belakang: Global Education Digest 2011 UNESCO, Mengejar ketertinggalan Dan intimidasi di sekolah Terjadi di Seluruh Dunia, diperkirakan 246 juta Anak Dan remaja mengalami Mengejar ketertinggalan Dan intimidasi di sekolah. Indonesia, tahun 2016 sekitar 253 kasus bullying , terdiri dari 122 anak yang menjadi korban dan 131 anak menjadi pelaku. Tahun 2017, Jangka Waktu 129 Dan Pelaporan intimidasi Korban nomor 116. Tahun 2018 Korban intimidasi nomor 107 Dan Pelaporan Jangka Waktu 127. Bullyingdapat berdampak negatif terhadap korban maupun pelaku, yaitu mengalami masalah kejiwaan, sosial, penurunan kinerja akademik, peluang melakukan bullying pada orang lain, bahkan sampai bunuh diri. Salah satu penyebab masih terjadinya bullying adalah riwayat pelaku sebagai korban bullying, atau yang dikenal dengan korban-bully . Lingkaran bullying ini dapat terjadi terus menerus dan menjadi perilaku ancaman kejadian bullying kedepan.Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan riwayat korban bullying terhadap kejadian perilaku bullying pada mahasiswa Universitas Sari Mulia.Metode: penelitian ini menggunakan metode kuantitaif deskriptif dengan pengambilan data melalui survei angket menggunakan uji chi square .Hasil: Hasil uji statistik didapatkan nilai p value sebesar 0,039 ( 0,05) maka dapat dikatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara riwayat korban bullying dengan perilaku bullying (pelaku).Simpulan: pengalaman Bullying yang masih terjadi di kalangan anak perlu lebih ditingkatkan dalam memberikan dukungan terhadap korban dan pelaku agar tidak terjadi gangguan kesehatan baik fisik maupun psikologis bahkan menyebabkan pengaruh hubungan sosial dengan teman sebaya. Kata Kunci : Bullying , korban, pelaku, perilaku, riwayat
Ilness Perception Aspek Personal Control Pada Pasien Hipertensi: Studi Kualitatif Raydha Shofiya; Onieqie Ayu Dhea Manto; RR. Dwi Sogi Sri Redjeki; Ahmad Syahlani
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 2 No. 3 (2025): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang dan kemampuan pengendalian diri yang kuat. Salah satu faktor psikologis penting dalam manajemen hipertensi adalah personal control, yaitu keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam memengaruhi kondisi kesehatannya. Memahami persepsi pasien terhadap aspek ini penting untuk merancang intervensi yang tepat. Tujuan: Menjelaskan persepsi pasien hipertensi mengenai personal control dalam mengelola penyakitnya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap enam pasien hipertensi yang dipilih secara purposif. Wawancara dilakukan di Puskesmas dan rumah partisipan. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola makna dari narasi partisipan. Hasil: Ditemukan lima tema utama: (1) Persepsi kemampuan individu dalam mengontrol hipertensi, (2) Strategi pengendalian hipertensi, (3) Hambatan dalam mempertahankan kontrol diri, dan (4) Peran dukungan sosial dalam memperkuat personal control, (5) Persepsi Positif terhadap Penyakit. Pasien menunjukkan inisiatif seperti minum obat teratur, menjaga pola makan, dan memeriksakan kesehatan. Namun, stres emosional, beban peran domestik, dan keterbatasan layanan menjadi tantangan dalam mempertahankan kontrol diri. Simpulan: Personal control bersifat dinamis dan terbentuk melalui pengalaman sehari- hari serta dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Temuan ini mendukung integrasi model teoretik seperti Extended Common-Sense Model, Integrated Behavior Model, dan Dynamic Model of Illness Behavior. Intervensi keperawatan perlu mempertimbangkan dimensi emosional dan konteks sosial pasien.