This Author published in this journals
All Journal JRKN
Kadek Parsi Kasmini
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELAKSANAAN PROGRAM PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA SDN DI KOTA DENPASAR Made Rismawan; Rosa Tri Anggaraeni; Kadek Parsi Kasmini
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.046 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v2i1.99

Abstract

ABSTRAK.Latar Belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada SDN di Kota Denpasar. Metode Penelitian. Desain penelitian yang digunakan adalah descriptive crosssectional. Penelitian dilakukan di empat SDN di Kota Denpasar yaitu Denpasar Selatan, Denpasar Utara, Denpasar Timur dan Denpasar Barat. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SDN yang berjumlah 262 siswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian menggunakan Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti dengan berpedoman kepada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 2269/MenKes/Per/XI/2011 dan Pedoman PHBS Tatanan Sekolah (DepKes RI, 2007). Hasil Penelitian. Sebagian besar komponen PHBS sudah mulai diterapkan di tatanan institusi pendidikan khususnya pada Sekolah Dasar. Namun, konsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah pada saat siswa berbelanja di kantin sekolah masih kurang, namun dengan sebagian besar dari siswa mau berbelanja di kantin sekolah dapat dijadikan motivasi untuk membuat siswa lebih banyak mengonsumsi jajanan sehat daripada fast food. Pembahasan. Sekolah memiliki peran penting sebagai pendistribusian informasi ke siswa tentang pelaksanaan PHBS di sekolah atau di lingkungan. Sehingga, target 70% warga Indonesia mampu melaksanakan PHBS dapat tercapai. Simpulan. Pendekatan PHBS melalui tatanan institusi pendidikan meliputi kegiatan PHBS yang bias dilaksanakanpada institusi pendidikan yaitu cuci tangan, konsumsi jajanan sehat, jamban sehat, olahraga, pemberantasan jentik nyamuk, tidak merokok, membuang sampah dan pengukuran pertumbuhan. Kata kunci : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), siswa sekolah dasar ABSTRACT.Backgorund. This study aims to determine the description of the implementation of Clean and Healthy Behavior program at Elemantary School in Denpasar City. Method. The research design used is descriptive crosssectional. The study was conducted in four Elemantary School in Denpasar City namely South Denpasar, North Denpasar, East Denpasar and West Denpasar. The sample in this study were 262 students of Elemantary School selected using random sampling technique. The research instrument used the research instrument using questionnaires developed by the researcher by referring to the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 2269 / Menkes / Per / XI / 2011 and Guidelines of PHBS School Order (DepKes RI, 2007). Result. Most of the Behavior Clean and Healthy components have already begun to be implemented in the educational institutions, especially in elementary schools. However, the consumption of healthy foods such as vegetables and fruits when students shop in the school cafeteria is still lacking, but with most of the students want to shop in the school canteen can be a motivation to make students eat more healthy snacks than fast food. Discussion. Schools have an important role as the distribution of information to students about the implementation of Behavior Clean and Healthy in school or in the environment. Thus, the target of 70% of Indonesian citizens able to implement Behavior Clean and Healthy can be achieved. Conclusion. The Behavior Clean and Healthy approach through the educational institution arrangement includes Behavior Clean and Healthy activities that can be implemented in educational institutions such as hand washing, healthy snack consumption, healthy latrines, exercise, eradication of mosquito larvae, no smoking, waste disposal and growth measurement.Keywords: Behavior Clean and Healthy, elementary school, students
DETEKSI DINI KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN UMUM (KPU) PADA SISWA PAUD DI KOTA DENPASAR Made Rismawan; Kusuma Negara; Kadek Parsi Kasmini
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.425 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v2i1.100

Abstract

ABSTRAK.Latar Belakang. Masalah pertumbuhan dan perkembangan pada anak khususnya keterlambatan perkembangan umum masih terjadi. Diagnosis awal dan pengenalan tanda-tanda gangguan pertumbuhan dan perkembangan sangatlah penting dilaksanakan. Keterlambatan perkembangan umum (KPU) atau global developmental delay (GDD) adalah bagian dari ketidakmampuan mencapai perkembangan sesuai usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran deteksi dini KPU pada siswa PAUD di Kota Denpasar. Metode Penelitian. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di empat PAUD di Kota Denpasar yaitu TK Kumara Loka, TK Mas Kumara, TK Widya Kumara dan TK Negeri Pembina Denpasar. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa PAUD yang berjumlah 131 siswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Summary of Diabetes Self Care Activities. Instrumen penelitian adalah alat timbang berat badan, alat ukur tinggi badan dan instrumen Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Hasil Penelitian. Hasil analisa data menunjukkan bahwa 116 (88%) responden memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan umurnya, 5 (4%) meragukan, dan 10 (8%) responden menyimpang. Frekuensi gambaran keterlambatan perkembangan pada siswa PAUD di Kota Denpasar 15 responden yang mengalami keterlambatan perkembangan, seluruhnya (100%) mengalami keterlambatan. Pembahasan. Masalah keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan anak dapat akibat pola asuh orangtua, pengasuh ataupun suatu penyakit. Keterlambatan motorik pada anak bisa disebabkan oleh sedikitnya rangsangan yang diterima si kecil baik oleh pengasuh, orangtua ataupun mainanya.Hal ini menunjukkan bahwa keterlambatan ini sangat kompleks dan perlu upaya pencegahan agar dampaknya tidak merugikan anak. Simpulan. Oleh sebab itu, orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam setiap tahap perkembangan anak. Kata kunci : keterlambatan perkembangan umum, siswa PAUD ABSTRACT.Background. Problems of growth and development in children, especially delay in general development still occur. Early diagnosis and introduction of signs of growth and developmental disorders. General development delays (KPUs) or the development of global delay (GDD) are part of the inability to reach the age of development. This study aims to determine early detection of PAUD students in Denpasar City. Research methods. The research design used is descriptive quantitative with cross-sectional approach. The research was conducted in four PAUD in Denpasar City namely Kumara Loka TK, TK Mas Kumara, TK Widya Kumara and TK Negeri Pembina Denpasar. The sample in this study were PAUD students who used 131 students selected using random sampling technique. The research instrument used questionnaires Summary of Diabetes Self-Care Activity. Instrument of Pre-Screening Questionnaire (KPSP). Research result. The result of data analysis showed 116 (88%) respondents had growth and development according to their age, 5 (4%) were dubious, and 10 (8%) respondents deviated. The frequency of aging in PAUD students in Denpasar City 15 respondents experiencing developmental delay, training (100%) experienced delays. Discussion. The problem of delayed growth and development of children can be caused by child care, caregiver or a disease. Motor delays in children can be demanded by the victim of stimulation received by the child either by the caregiver, old or playanya.Hal this shows the existence of this delay is very complex and need preventive efforts in order not to harm the child. Conclusion. Therefore, parents have a very important role in every stage of child development. Keywords: general development delay, PAUD students