Melisa Frisilia
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Eka Harap Palangka Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Terhadap Kepatuhan Kunjungan K4 antenatal care di wilayah kerja puskesmas kalampangan Kota Palangka Raya Rizki Muji Lestari; Melisa Frisilia; Dita Wasthu Prasida
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.197 KB)

Abstract

Latar Belakang:Masalah pelayanan antenatal care masih menjadi titik perhatian dalam upaya peningkatan kesehatan dan keselamatan khususnya ibu hamil serta masyarakat pada umumnya. Pelayanan ini tidak hanya ditekankan pada kuantitasnya namun juga kualitasnya.Tercapai tidaknya pelayanan kesehatanpada  ibu hamil sendiri dapat dilihat dari cakupan K1 dan K4. Cakupan K4 merupakan jumlah ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal sesuai dengan standar paling sedikit empat kali sesuai jadwal yang dianjurkan, dibandingkan sasaran ibu hamil disatu wilayah kerja dalam kurun waktu satu tahun.Tujuan: Penelitian untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu HamilTerhadap KepatuhanKunjungan K4 Antenatal Care Di Wilayah Kerja Puskesmas Kalampangan Kota Palangka Raya.Metode:Desain penelitian  ini  bersifat kuantitatif analitik observasional dengan menggunakan jenis desain studi penampang analitik (analitic cross sectional), subjek penelitian ini adalah ibu hamil dengan usia kehamilan ≥ 28 minggu yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kalampangan dengan jumlah sampel sebanyak 67 orang. Data terkumpul dianalisis secara bivariat (chi square) dengan tingkat kepercayaan 95 %.Hasil: Hasil analisis hubungan antara pengetahuan denganibu hamil terhadapkepatuhan kunjungan K4 diperoleh p value = 0,034 artinya ada hubungan yang signifikan antara pengetahuanibu hamil terhadap kepatuhan kunjungan K4.Sedangkan hasil analisis hubungan antara sikap terhadap kepatuhan kunjungan K4 diperoleh p value = 0,007 artinya ada hubungan yang signifikan antara sikap ibu hamil terhadap kepatuhan kunjungan K4.Simpulan:Berdasarkan hasil tersebut diatas, di sarankan untuk petugas kesehatan agar lebih aktif memberikan informasi-informasi kepada ibu hamil terkait kehamilannya.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Ibu Hamil, Kunjungan K4. ABSTRACT  Background: The problem of antenatal care is still a point of attention in improving health and safety especially pregnant women and society in general. This service is not only emphasized on the quantity but also the quality. The achievement or failure of health services in pregnant women themselves can be seen from the coverage of K1 and K4. K4 coverage is the number of pregnant women who have received antenatal care according to the standards at least four times according to the recommended schedule, compared to the target of pregnant women in one work area within one year.Objective: Research to know the Relationship of Knowledge and Attitudes of Pregnant Women to Compliance of Visit of K4 Antenatal Care In Working Area of Kalampangan Health Center of Palangka Raya City.Method: The design of this study was quantitative analytic observational using analitic cross sectional study design type, the subjects of this study were pregnant women with gestational age ≥ 28 weeks in the work area of Puskesmas Kalampangan with 67 samples. Collected data were analyzed bivariate (chi square) with 95% confidence level.Result: The result of analysis of the relationship between knowledge with pregnant mother to K4 visit adherence is obtained p value = 0,034 meaning there is a significant correlation between pregnant woman knowledge toward K4 visit compliance. While the result of the analysis of the relationship between attitudes toward K4 visit compliance p value = 0.007 means there is a significant relationship between the attitude of pregnant women to K4 visit compliance.Conclusion: Based on the results mentioned above, it is recommended for health workers to be more active in providing information to pregnant women related to pregnancy. Keywords: Knowledge, Attitude, Pregnant Woman, Visit K4.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENYEBAB PERNIKAHAN DINI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEMBANTU PAHANDUT SEBERANG PALANGKA RAYA Sarah H Dina; Dina Rawan D. Rame; Melisa Frisilia
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.267 KB)

Abstract

Latar Belakang : Perkawinan yang sehat memenuhi kriteria umur calon pasangan suami istri yaitu umur 20-35 tahun. Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan pada usia remaja usia 10-19 tahun. Beberapa faktor yang mendorong tingginya pernikahan usia dini seperti faktor pendidikan, pengetahuan, dan keluarga. Berdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan peneliti tanggal 21 April 2016 Jl. Pantai Cemara Labat RT 2 RW II Wilayah Kerja Pustu Pahandut Seberang Kota Palangka Raya didapatkan seseorang dengan usia 10-19 tahun sebanyak 76 jiwa melakukan perkawinan pada usia dini.Tujuan: Menganalisis faktor dominan yang berpengaruhterhadap penyebab pernikahan dini pada ibu di RT 2 RW II Kelurahan Pahandut Di Wilayah Kerja Pustu Pahandut Seberanga Kota Palangka Raya. Beberapa faktor yang mendorong tingginya pernikahan usia dini seperti faktor pengetahuan, social budaya, keluarga, maupun ekonomi.Metode: Penelitian ini menggunakan Regresi Linier Berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah 76 ibu yang menikah dini untuk menganalisis faktor dominan yang berpengaruh terhadap penyebab pernikahan dini, sampel dalam penelitian 64 responden.Hasil: Hasil analisis faktor dominan yang berpengaruh terhadap penyebab pernikahan dini pada ibu di RT 2 RW II Kelurahan Pahandut di Wilayah Kerja Pustu Pahandut Seberanga Kota Palangka Raya, menunjukkan pengaruh yang signifikan pada faktor pengetahuan yang ditunjukkan oleh angka 0,000 dan koefisien 0,564, yang berarti bahwa pengetahuan merupakan faktor dominan yang mempengaruhi pernikahan dini.Simpulan: Analisis faktor dominan yang berpengaruh terhadap pernikahan dini menunjukkan pengaruh yang kuat dan berpola positif. Hasil uji statistik didapatkan adapengaruh yang signifikan antara pengetahuan dengan pernikahan dini (p = 0.000).Kata Kunci: Pendidikan, pengetahuan, pernikahan dini.