I Putu Gde Yudara Sandra Putra
Institut Teknologi Dan Kesehatan Bali

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN DERAJAT HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS UBUD I Clarisa, Gusti Ayu Della; Nuryanto, Kadek; Sandra P, I Putu Gde Yudara; Damayanti, Ida Ayu Manik
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v5i2.323

Abstract

 Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan derajat hipertensi pada lansia di Puskesmas Ubud I.Metode. Desain penelitian analitik korelatif dengan pendekatan cross -sectional. Sampel yang digunakan berjumlah 84 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran tekanan darah, data dianalisis menggunakan Spearman’s Rho Correlation.Hasil. Dari 84 responden 39 responden (46,4%) adalah laki-laki dan 45 responden (53,6%) adalah perempuan. Sebagian besar responden berumur 61 tahun. Hasil penelitian menunjukan mayoritas responden sebagaian besar memiliki pola makan yang cukup sebanyak 54 responden (64,3%), sebanyak 27 responden (32,1) memiliki pola makan baik dan sebanyak 3 responden (3,6%) memiliki pola makan kurang. Sebagian besar responden mengalami Hipertensi Grade I, yaitu sebanyak 47 responden (56,0%), sebanyak 29 responden (34,5%) mengalami Hipertensi Grade II dan sebanyak 8 responden (9,5%) mengalami Hipertensi Grade III. Terdapat hubungan antara pola makan dengan derajat hipertensi pada lansia di Puskesmas Ubud I dengan nilai r=0,282, p<0,009.Kesimpulan. Bagi lansia hipertensi agar mengatur serta menjaga pola makannya menjadi lebih baik lagi seperti halnya tidak mengkonsumsi atau mengurangi makanan yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah seperti tidak menambahkan garam lebih dari ¼ sendok teh kedalam makanan agar derajat hipertensi yang diderita tidak semakin tinggi.Kata Kunci:  Pola Makan, Hipertensi, Lansia
INFLUENCE OF ACCEPTANCE AND COMMITMENT THERAPY ON THE FAMILY’S BURDEN IN TREATING PEOPLE WITH MENTAL DISORDERS I Putu Gde Yudara Sandra Putra; Noor Hamdani; Lilik Supriati
NurseLine Journal Vol 2 No 2 (2017): November 2017
Publisher : Faculty of Nursing, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/nlj.v2i2.5932

Abstract

Indonesia has more than one million people with mental disorders spread in each province. Treatment for people with schizophrenia is not only done in the hospital alone, but it will be continued after returning to the family. Families who are not able to adapt to the patient's care problem will consider the problem as a burden by the family. Acceptance and Commitment Therapy (ACT) is one of therapy that aims to teach the individual to be aware and use a new perspective in thinking to face a problem. This research aimed to know the effect of ACT on the burden felt by the family in caring for the patient mental disorders. The design used in this research was Quasi-Experiment Pre-Post Test With Control Group. The numbers of samples in this study were 24 people divided into two groups. The independent variable in this study was ACT therapy while the dependent variable was the burden felt by the family. Data analysis in this research use t-test and linear regression. The results showed no significant difference in the control group after getting health counseling (p = 1.000). In the treatment group showed significant difference after getting health education and ACT (p = 0.000). There was a significant difference between intervention and control group (p = 0.000). The result of linear regression test showed that age factor and ACT therapy had an effect of 57.1% to the family burden. Families are expected to be more flexible to face problems found when treating people with mental disorders at home.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN DERAJAT HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS UBUD I Gusti Ayu Della Clarisa; Kadek Nuryanto; I Putu Gde Yudara Sandra P; Ida Ayu Manik Damayanti
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1709.059 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v5i2.323

Abstract

 Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan derajat hipertensi pada lansia di Puskesmas Ubud I.Metode. Desain penelitian analitik korelatif dengan pendekatan cross -sectional. Sampel yang digunakan berjumlah 84 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran tekanan darah, data dianalisis menggunakan Spearman’s Rho Correlation.Hasil. Dari 84 responden 39 responden (46,4%) adalah laki-laki dan 45 responden (53,6%) adalah perempuan. Sebagian besar responden berumur 61 tahun. Hasil penelitian menunjukan mayoritas responden sebagaian besar memiliki pola makan yang cukup sebanyak 54 responden (64,3%), sebanyak 27 responden (32,1) memiliki pola makan baik dan sebanyak 3 responden (3,6%) memiliki pola makan kurang. Sebagian besar responden mengalami Hipertensi Grade I, yaitu sebanyak 47 responden (56,0%), sebanyak 29 responden (34,5%) mengalami Hipertensi Grade II dan sebanyak 8 responden (9,5%) mengalami Hipertensi Grade III. Terdapat hubungan antara pola makan dengan derajat hipertensi pada lansia di Puskesmas Ubud I dengan nilai r=0,282, p<0,009.Kesimpulan. Bagi lansia hipertensi agar mengatur serta menjaga pola makannya menjadi lebih baik lagi seperti halnya tidak mengkonsumsi atau mengurangi makanan yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah seperti tidak menambahkan garam lebih dari ¼ sendok teh kedalam makanan agar derajat hipertensi yang diderita tidak semakin tinggi.Kata Kunci:  Pola Makan, Hipertensi, Lansia
Kajian Tingkat Pengetahuan dalam Deteksi Dini Kesehatan Jiwa pada Kader Kesehatan Jiwa (KKJ) I Gusti Agung Tresna Wicaksana; I Putu Gde Yudara Sandra Putra; Kadek Buja Harditya; Ni Wayan Sukaningsih
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.2.2023.355-360

Abstract

Upaya yang harus dilakukan untuk memdukung program kesehatan jiwa yang berbasis masyarakat adalah dengan mengoptimalkan pelaksaan posyandu kesehatan jiwa dengan Kader Kesehatan Jiwa (KKJ) sebagai ujung tombak. Peran KKJ dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa dapat terlaksana secara optimal apabila KKJ memiliki pengetahuan yang baik tentang dasar-dasar dari keperawatan jiwa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan pengetahuan KKJ tentang deteksi dini kesehatan jiwa di wilayah kerja Puskesmas I Dentim. Penelitian dengan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Pengumpulan data dilakukan melalui google form. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah 92 responden. Responden penelitian ini berada pada rentang usia 41-50 tahun. Seluruh responden berjenis kelamain perempuan. Rata-rata responden berpendidikan SMA sebanyak 55.4% dan sebanyak 67.4% merupakan ibu rumah tangga (IRT). Kategori pengetahuan kurang sebanyak 78 (84%). Pengetahuan kader kesehatan jiwa KKJ di Puskesmas I Denpasar Timur dalam melakukan deteksi dini kesehatan jiwa dimasyarakat masih rendah. 
Pengaruh Acceptance and Commitment Theraphy terhadap Kecemasan Mahasiswa yang Sedang Menyusun Skripsi di Masa Pandemi Covid-19 I Putu Gde Yudara Sandra Putra; I Gusti Agung Tresna Wicaksana
PROMOTOR Vol. 6 No. 2 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i2.193

Abstract

Salah satu syarat penentu kelulusan mahasiswa di perguruan tinggi adalah penyelesaian penyusunan skripsi yang di dalamnya akan dilakukan sebuah penelitian. WHO mengumumkan Covid-19 sebagai Pandemik dan proses pembelajaran dilakukan dengan metoda Online, metoda yang baru diaplikasikan dan masih memiliki kekurangan terutama pada kecukupan jaringan dan biaya tambahan yang harus dikeluarkan oleh mahasiswa.  Permasalahan akan  semakin  besar Ketika mahasiswa tinggal di daerah yang belum terjangkau dengan baik oleh jaringan Internet. Kesulitan-kesulitan ini membuat mahasiswa kehilangan motivasi, menunda dan tidak menyelesaikan. Bahkan akibat dari kesulitan-kesulitan yang dirasakan oleh mahasiswa dapat berkembang menjadi sikap yang negatif yang akhirnya dapat menimbulkan suatu kecemasan pada mahasiswa. Acceptence And Commitment Therapy (ACT), terapi ini merupakan salah satu terapi yang bertujuan untuk mengajarkan individu untuk perduli (aware) dan dapat menggunakan cara pandang yang baru dalam berfikir. ACT memberikan model terapi  psikologis yang fleksibel dan sesuai dengan keadaan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ACT terhadap tingkat kecemasan mahasiswa yang menyelesaikan tugas akhir di masa pandemi.  Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperiment One Group Pre-Post Test. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 60 orang. Variabel independent pada penelitian ini adalah terapi ACT sementara variabel dependentnya adalah kecemasan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir. Analisa data pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon test.  Hasil penelitian menunjukan bahwa didapatkan perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah terapi ACT p=0,031 (n=<0,05). Mahasiswa diharapkan dapat lebih fleksibel dalam menghadapi permasalahan yang ditemukan ketika menyelesaikan tugas akhir di masa pandemic Covid-19.
Dukungan Kesehatan Jiwa Dan Psikososial (Dkjps) Dengan Pemberian Penyuluhan Manajemen Stres Pada Ibu Yang Memiliki Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas I Denpasar Timur Sukaningsih, Ni Wayan; Wicaksana, I Gusti Agung Tresna; Putra, I Putu Gde Yudara Sandra; Damayanti, Ida Ayu Manik; Dharmapatni, Ni Wayan Kesari; Sutrisna , I Putu Gede; Ariani, Ni Komang Sri
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v2i2.471

Abstract

Tingkat stress dan kecemasan ibu yang memiliki balita pada kategori cukup tinggi di wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Timur. Masalah ini jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan kondisi yang lebih buruk seperti gangguan kecemasan, depresi dan bahkan sampai mengalami gangguan jiwa. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan intervensi preventif yaitu dukungan kesehatan jiwa dan psikososial (DKJPS) Dengan Pemberian Penyuluhan Manajemen Stres pada Ibu yang memiliki Balita di wilayah kerja Puskesmas I Dentim. Tujuan dari intervensi ini adalah agar para ibu-ibu memiliki pemahaman tentang manajemen stress serta mampu mempraktikan dan mengelola stres dengan baik dimasa pandemi, sehingga terhindar dari masalah psikososial. Berdasarkan hasil pretest dari 30 responden memiliki pengetahuan kurang tentang cara memanajemen stress  yaitu sebesar 19%. Sedangkan hasil postest sebagian besar memiliki pengetahuan baik tentang cara memanajemen stress  yaitu sebesar 21%. Setelah diberikan intervensi dapat disimpulkan bahwa pemahaman Ibu yang memiliki Balita di wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Timur tentang cara memanajemen stres mengalami peningkatan. Kata kunci : Kecemasan,  Stres manajemen, Ibu yang memiliki balita
The Effectiveness of Online-Based Psychoeducation in Improving Family Caregivers' Ability to Care for Schizophrenia Patients: A Scoping Review Darsana, I Wayan; Swarjana, I Ketut; Rahayuni, IGA Rai; Putra, I Putu Gde Yudara Sandra
Babali Nursing Research Vol. 6 No. 2 (2025): April
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2025.62470

Abstract

Introduction: Schizophrenia patients require lifelong care, which necessitates the family's ability to provide that care. Efforts to enhance the family's ability are carried out by giving psychoeducation to improve the skills of caring for schizophrenia patients. The problem with providing psychoeducation directly is that distance and time become obstacles; an effective, efficient, and easily accessible method can be achieved by utilizing information technology through online media. This scoping review aimed to identify the effectiveness of online psychoeducation in enhancing the ability of families to care for patients with schizophrenia. Methods:  This scoping review used the PICO framework to develop article questions. (P: family of schizophrenia patients, I: psychoeducation, C: online and offline, and O: family's ability to care for schizophrenia patients). The databases were PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar. The selected articles were published in the last 5 years, from 2019 to 2024. The keywords were used "psychoeducation" AND "online" AND "family capacity" AND "schizophrenia". Results: The search results found 434 articles, only 14 of which met the criteria (one article from PubMed, one article from Science Direct, and 12 articles from Google Scholar). There were four online psychoeducation articles and ten direct psychoeducation articles. All articles were experimental studies. The search results found that online psychoeducation was more effective in improving the ability of families to care for schizophrenia patients. Offline psychoeducation has the disadvantage of making it more difficult to get families to attend all therapy sessions, so in general, online psychoeducation is better because it makes it easier for families to engage in the therapy process, allowing them to complete all sessions. Conclusions: Offline psychoeducation has the disadvantage of requiring family members to attend all therapy sessions, so in general, online psychoeducation is better.