Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

KEBUTUHAN SPIRITUAL PADA IBU HAMIL DENGAN TINGKAT KECEMASAN INTRAPARTUM Ruslinawati Ruslinawati
CNJ: Caring Nursing Journal Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.926 KB)

Abstract

Spiritual mengandung unsur psikoterapeutik, terapi psikoreligius mengandung kekuatan yang dapat menimbulkan efek rasa percaya diri dan optimisme terhadap penyembuhan. Kecemasan dalam persalinan kala 1 dapat memperlama kala 1 dan gawat janin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi kebutuhan spiritual pada saat kehamilan dengan tingkat kecemasan pada ibu intrapartum kala 1 di Klinik Firdaus Banjarmasin. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan kohort. Subjek yang digunakan adalah ibu hamil usia >36 minggu dengan sampel 32 responden yang diambil mengunakan teknik Accidental sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner. Analisa bivariat menggunakan spearman’s rho. Hasil dari penelitian ini adalah ada hubungan kebutuhan spiritual pada saat kehamilan dengan tingkat kecemasan ibu intrapartum pada kala 1 di Klinik Firdaus Banjarmasin dengan nilai p= 0,001 < α 0,05. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan tenaga kesehatan dan ibu hamil dapat memenuhi dan lebih memperhatikan kebutuhan spiritual.
PENGARUH HYPNOBREASTFEEDING TERHADAP PENINGKATAN PENGELUARAN ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 09 NOVEMBER BANJARMASIN Ruslinawati Ruslinawati; Darmayanti Darmayanti; Dina Lydiani
CNJ: Caring Nursing Journal Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

World Health Organization merekomendasikan pemberian ASI harus diberikan sampai umur bayi 6 bulan, namun terdapat hambatan dalam proses menyusui membuat ibu tidak memberikan ASI eksklusif. Penyebab utama tidak bisa memberikan ASI eksklusif karena faktor emosional dan sikap akan mempengaruhi kualitas jumlah ASI. Hypnobreastfeeding merupakan metode hipnosis yang bermanfaat karena dapat meningkatkan pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh hypnobreastfeeding terhadap peningkatan pengeluaran ASI di Wilayah Kerja Puskesmas 09 November Banjarmasin. Desain penelitian ini adalah analisis kuantitatif deskriptif, dengan pendekatan quasy experimental, desain pretest-posttest control group. Populasi penelitian ini adalah ibu post partum yang berkunjung ke Puskesmas pada bulan Oktober 2019. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, jumlah sampel 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji paired simple t-test dan independent t-test terdapat pengaruh hypnobreastfeeding terhadap pengeluaran ASI dengan p-value 0,000. Pemberian hypnobreastfeeding dapat meningkatkan pengeluaran ASI karena merangsang pengeluaran hormon prolaktin dan oksitoksin. Hendaknya diukur tingkat kecemasan sebelum melakukan pengeluaran ASI pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi.
ASPHYXIA NEONATORUM PADA KEHAMILAN ATERM : (Studi Kasus di RSUD Ulin Banjarmasin) Nurhikmah Nurhikmah; Izma Daud; Ruslinawati Ruslinawati; Muthmainnah Muthmainnah
CNJ: Caring Nursing Journal Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.858 KB)

Abstract

Bayi yang mengalami asphyxia neonatorum bila tidak segera diberikan tindakan keperawatan, maka akan berakibat fatal bagi kelangsungan hidupnya. Diperkirakan bahwa sekitar 27% seluruh angka kematian neonatus di seluruh dunia disebabkan oleh asphyxia neonatorum. Angka kematian bayi menurut Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin yaitu pada tahun 2010 kelahiran mati sebanyak 36 kasus, kematian bayi baru lahir umur 0-7 hari sebanyak 48 kasus, kematian bayi baru lahir umur 8-28 hari sebanyak 5 kasus, dan yang lebih dari 28 hari sebanyak 5 kasus, sedangkan pada tahun 2011 angka kelahiran mati sebanyak 8 orang, kematian bayi baru lahir umur 0-7 hari sebanyak 56 kasus, kematian bayi baru lahir umur 8-28 hari sebanyak 10 kasus dan yang lebih dari usia 28 hari sebanyak 11 kasus. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa faktor yang mempengaruhi terjadinya asphyxia neonatorum pada kehamilan aterm di RSUD Ulin Banjarmasin. Metode penelitian ini adalah survey analitik, dengan pendekatan cross sectional variabel bebasnya adalah Asphyxia Neonatorum dan Variabel terikatnya adalah faktor yang mempengaruhi. Instrumen penelitian adalah check list dengan uji analisis menggunakan regresi logistik ganda. berat badan yang sangat mempengaruhi terjadinya asphyxia neonatorum pada kehamilan aterm di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian menunjukkan bahwa nilai exp B Faktor BBL janin = 3.165 artinya bahwa faktor BBL janin mempunyai pengaruh 3.165 kali (95% CI 1,157 – 14,169) lebih besar dari variabel kontrol Faktor bayi dengan aspirasi sindrome mekonium. Peneliti menyarankan beberapa hal, yaitu : Bagi Instansi Pelayanan kesehatan, lebih meningkatkan lagi penyuluhan tentang Antenatal care dan nutrisi bagi ibu . dan bagi perkembangan ilmu riset keperawatan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang asphyxia neonatorum.
PERBEDAAN STATUS PEKERJAAN IBU HAMIL DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAUMAN KOTA BANJARMASIN TAHUN 2016 Ruslinawati Ruslinawati; Sukarlan Sukarlan; Hanan Hanan
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v1i2.44

Abstract

Latar belakang : Berdasarkan SDKI (2012), AKI mencapai 359/100.000 KH dan AKB mencapai 32/1000 KH. ANC menjadi masalah karena tidak semua ibu hamil memeriksakan kehamilannya secara rutin, masih ada ibu tidak melakukan K1 dan K4, rata-rata cakupan belum mencukupi 100%. Tujuan : Mengetahui perbedaan status pekerjaan ibu hamil dengan frekuensi kunjungan antenatal care (ANC) di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin tahun 2016. Metode : Survei analitik dengan metode cross sectional. Populasi ibu hamil trimester III memeriksakan kehamilannya ke puskesmas berjumlah 93 orang. Sampel berjumlah 42 orang sesuai kriteria. Teknik pengambilan sampel accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi dengan uji Kruskal-Wallis Test pada α = 5%. Hasil : Status pekerjaan ibu rumah tangga dengan kategori tidak bekerja berjumlah 30 orang (71,4%). Frekuensi kunjungan ANC melakukan kunjungan ANC dengan kategori lengkap berjumlah 23 orang (54,8%). Tidak ada perbedaan status pekerjaan ibu hamil dengan frekuensi kunjungan ANC (p = 0,219).
Chronic Kidney Failure Patients’Experiences of Hemodialysis at TheHospital in Banjarmasin Dessy Hadrianti; Dyah Yarlitasari; Ruslinawati Ruslinawati
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.014 KB)

Abstract

Pasien gagal ginjal yang melakukan hemodialisis sangat berpengaruh terhadap kehidupan pasien baik dalam segi biologis, psikologis, sosial, dan spiritual, semua faktor tersebut sangat mempengaruhi terhadap kualitas hidupnya. Permasalahan psikologis adalah faktor yang paling banyak dialami pada pasien dengan gagal ginjal yang melakukan hemodialisis. Frustasi, marah, putus asa bahkan sampai bunuh diri efek psikologis yang dialami. Pengalaman pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis merupakan fenomena yang penting untuk diteliti dan merupakan persepsi subjektif yang sulit untuk dikuantifikasi.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pengalaman menjalani hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronik di RS Banjarmasin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan desain fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam pada enam orang partisipan.Terdapat enam tema yang teridentifikasi dari pengalaman menjalani hemodialisis, yaitu: (1) riwayat awal terdiagnosis gagal ginjal, (2) respon psikologis awal saat dinyatakan hemodialisis, (3) respon psikologi selama pasien menjalani hemodialisis, (4) harapan pasien yang menjalani hemodialisis, (5) sikap keluarga yang memiliki keluarga dengan hemodialisis, (6) persepsi pasien terhadap tim kesehatan. Perawat tidak hanya memperhatikan perubahan fisik, namun juga memperhatikan dari psikologis pasien. Kata Kunci: Gagal ginjal, Pengalaman, Hemodialisis
PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG CARDIAC ARREST DAN BANTUAN HIDUP DASAR TIM KOMUNITAS GABUNGAN EMERGENCY Noor Khalilati; Ruslinawati Ruslinawati; Akhmad Nazarudin
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.12 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v12i2.729

Abstract

Abstrak LATAR BELAKANG Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang Cardiac Arrest dan Bantuan Hidup Dasar dalam melakukan pertolongan kegawatdaruratan sehingga pengetahuan masyarakat tentang Cardiac Arrest dan Bantuan Hidup Dasar dirasa perlu dikaji karena kondisi gawat darurat dapat terjadi kapan saja dan dimana saja.TUJUAN Untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan tentang cardiac arrest dan bantuan hidup dasar terhadap tingkat pengetahuan Tim Komunitas Gabungan Emergency (KGE).METODE Desain penelitian yaitu quasy experiment with one group pre-posttest dan menggunakan lembar kuesioner untuk mendapatkan data dari responden. Sampel berjumlah 30 responden dengan menggunakan teknik probability sampling.HASIL Penelitian didapatkan rata-rata nilai pretest 72,33 dan nilai posttest 87,50 dan di dapat nilai p-value = 0,000 (α 0,05).KESIMPULAN Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan tentang Cardiac Arrest dan Bantuan Hidup Dasar terhadap tingkat pengetahuan Tim Komunitas Gabungan Emergency HSU. Peranan relawan sebagai penemu pertama sangat berpengaruh. Sehingga dirasa perlu untuk mengikuti pendidikan kesehatan berupa seminar atau pelatihan yang berkaitan dengan Cardiac Arrest dan Bantuan Hidup Dasar secara berkala tiap tahun. Kata Kunci: Pengetahuan, Cardiac Arrest, Bantuan Hidup Dasar, Komunitas Gabungan emergency (KGE) Abstract BACKGROUND Public acknowledgement about Cardiac Arrest and Basic Life Support in providing emergency assistance so that public knowledge about Cardiac Arrest and Basic Life Support is deemed necessary because emergency conditions can occur anytime and anywhereOBJECTIVE To determine the effect of providing health education about cardiac arrest and basic life support on the level of knowledge of the KGE TeamMETHODS This research using a quasi-experiment design with one group pre-posttest and uses a questionnaire sheet to obtain data from respondents. 30 respondents sample use for this research with probability sampling techniqueRESULT This research obtained an average pretest value of 72.33 and a posttest value of 87.50 and the p-value = 0.000 (α 0.05)CONCLUSION There is an effect of health education on Cardiac Arrest and Basic Life Support on the level of knowledge of the HSU Emergency Joint Community Team. The role of volunteers as the first inventors is very influential. It is necessary to attend health education in the form of seminars or training related to Cardiac Arrest and Basic Life Support on a regular basis every year. Keywords: Knowledge, Cardiac Arrest, BLS, KGE Team
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN METODE AUDIO VISUAL AIDS (AVA) DENGAN METODE DISKUSI TERHADAP PENGETAHUAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI SMK BINA BANUA BANJARMASIN Ruslinawati Ruslinawati; Darmayanti Wulandatika
Journal of Nursing Invention Vol 1 No 1 (2020): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.26 KB)

Abstract

Breast Self-examination (BSE) attempts to determine the normal condition of the breast that can be done alone as an early detection attempt to determine the rapid changes in the breasts. But unfortunately many women do not know what BSE is. Where increasing knowledge can be done by conducting health education where the methods that can be used in health education include lecture methods, group discussions, brainstorming, panels, role-playing, demonstrations. This study uses group discussion methods with Video which aims to determine the Effectiveness of Health Education Discussion Video Methods and Discussion Methods Against Knowledge About BSE in SMK Bina Banua Banjarmasin. This type of quantitative research is Quasi-experimental with the design of Equivalent Control Group Pre Test-Post Test Design with 359 female students using the proportional Sampling technique with 42 respondents using 18 questionnaires. The test used is paired t-test and independent t-test. The results of the analysis before and after the intervention group p-value = 0, 000 and before and after the control group P Value = 0,000. The results of data analysis of the level of knowledge after the health education of two groups obtained the value of p-value = 0,000. which can be concluded there are differences in the level of knowledge in each group. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) upaya mengetahui kondisi normal payudara yang bisa dilakukan sendiri sebagai upaya deteksi dini mengetahui adanya perubahan pada payudara secara cepat. Namun sangat disayangkan banyak wanita yang tidak mengetahui apa itu SADARI. Dimana menambah pengetahuan dapat dilakukan dengan melakukan pendidikan kesehatan dimana metode yang dapat digunakan dalam melakukan pendidikan kesehatan antara lain metode ceramah, diskusi kelompok, curah pendapat, panel, bermain peran, demonstrasi. Penelitian ini menggunakan metode diskusi kelompok dengan media Video yang bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Pendidikan Kesehatan Metode Diskusi Media Video Dan Metode Diskusi Terhadap Pengetahuan Tentang SADARI Di SMK Bina Banua Banjarmasin. Jenis penelitian kuantitatif Quasi exsperimental dengan rancangan Equivalen Control Group Pre Test-Post Test Design dengan pupulasi 359 siswi dengan menggunakan teknik Proporsional Sampling dengan jumlah responden sebanyak 42 responden menggunakan kuisioner sebanyak 18 pernyataan. Uji yang digunakan paired t test dan uji independen t test. Hasil analisa sebelum dan sesudah kelompok intervensi P Value = 0,000 dan sebelum dan sesudah kelompok kontrol P Value=0,000. Hasil analisa data tingkat pengetahuan setelah pendidikan kesehatan dua kelompok diperoleh nilai P Value = 0.000. yang dapat disimpulkan terdapat perbedaan tingkat pengetahuan pada masing masing kelompok.
EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN METODE DEMONSTRASI DAN MEDIA VIDEO TERHADAP PRAKTIK SADARI DI PONDOK PESANTREN DARUL HIJRAH PUTRI MARTAPURA Ruslinawati Ruslinawati; Darmayanti Wulandatika; Nisrina Nadya Wahda
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/jmr.v3i2.510

Abstract

Early detection of breast cancer with BSE can be done alone to recognize abnormalities in the breast, carried out periodically every month, on the 7th to 10th day after menstruation, the actions include: position, inspection, palpation and patterns. However, there are still many who do not know about BSE and the high number of breast cancer cases in 2018 reaching 542 cases in Indonesia. To reduce the high cases of breast cancer, health education about BSE needs to be done. Analyze the effectiveness of health education demonstration methods and video media on BSE practices. The Quasy Experimental research design, the Posttest Only Control Group Design, the total population of class XI is 216 students were taken by the Proportional Stratified Random Sampling Method with 68 people divided into demonstration with video groups and video groups, the statistical test results using the Mann Whitney test. There is a significant difference in effectiveness between health education demonstration methods with video media and video media only, where the p value is 0.033 <0.05. Demonstration health education with video media is more effective against BSE practices than health education with video media only.
PERBEDAAN RERATA PENGETAHUAN TENTANG TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA PADA WANITA MENIKAH USIA DINI DENGAN MENIKAH USIA MATANG DI KECAMATAN BANJARMASIN BARAT Syahrida Agustina; Ruslinawati Ruslinawati; Darmayanti Wulandatika
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.371 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v2i1.324

Abstract

Remaja yang melakukan pernikahan dini secara perkembangan reproduksi dan psikologis belum matang karena masih mengalami masa transisi dari anak-anak menjadi pubertas. pernikahan dini dalam perspektif kesehatan reproduksi menemukan bahwa perempuan memiliki pengetahuan yang minim dan pemahaman yang kurang tentang dampak keputusan yang diambil untuk melakukan pernikahan dini. Semakin muda usia pernikahan maka akan semakin rendah pula jenjang pendidikan yang didapat, sehingga pengetahuan yang diperoleh juga akan semakin sedikit. Kecamatan Banjarmasin Barat mempunyai angka pernikahan dini tertinggi dari 5 Kecamatan yang ada di Kota Banjarmasin pada tahun 2017. Tujuan penelitian ini mengetahui perbedaan rerata pengetahuan tentang tugas perkembangan remaja pada wanita menikah usia dini dengan menikah usia matang di Banjarmasin Barat. Metode penelitian komparatif dengan pendekatan Cross Sectional menggunakan kuesioner dan uji statistik Independent t-test. Populasi berjumlah 172 wanita dengan sampel 63 responden terdiri dari 31 wanita menikah usia dini dan 32 wanita menikah usia matang yang menggunakan Cluster Random Sampling. Pada wanita menikah usia dini umur 15-20 tahun rerata pengetahuan didapatkan skor 52,58 sedangkan wanita menikah usia matang umur 21-25 tahun dapat rerata skor 69,31. Terdapat perbedaan rerata pengetahuan tentang tugas perkembangan remaja 16,73 (ρ = 0,000 < α = 0,05)
PERBEDAAN KONTRASEPSI HORMONAL SUNTIK DMPA DAN PIL KOMBINASI DENGAN PENURUNAN GAIRAH SEKSUAL AKSEPTOR KB DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAUMAN KOTA BANJARMASIN TAHUN 2019 Intan Nur Karimah; Ruslinawati Ruslinawati; M Fahrin Azhari
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.676 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v3i1.406

Abstract

Kontrasepsi hormonal DMPA dan Pil mengandung hormon estrogen dan progesteron yang memiliki efek samping jika terjadi ketidakseimbangan antara kedua hormon tersebut dapat menyebabkan perubahan aktivitas seksual, karena hormon progesteron menekan hormon estrogen sehingga kekeringan vagina dan menyebabkan perubahan aktivitas seksual. Menganalisa perbedaan penggunaan kontrasepsi hormonal suntik DMPA dan Pil Kombinasi dengan penurunan gairah seksual akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin Tahun 2019. Rancangan penelitian kuantitatif, pendekatan cross sectional, populasi 6709 diambil dengan metode purposive sampling sebanyak 100 orang, data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney. Hasil menunjukkan akseptor KB jenis kontrasepsi suntik dan pil, 42 orang, akseptor suntik DMPA mengalami penurunan gairah seksual, 41 orang, pil kombinasi mengalami penurunan gairah seksual, tidak terdapat perbedaan akseptor suntik DMPA dan pil kombinasi dengan penurunan gairah seksual pada akseptor KB di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin Tahun 2019. Kata Kunci : Gairah Seksual, Kotrasepsi Hormonal DMPA, pil kombinasi