Bahrah Bahrah
Politeknik Kesehatan Sorong

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Permen Jahe Terhadap Frekuensi Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I Bahrah Bahrah; Mirna Wigunarti
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.447 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v4i7.6766

Abstract

ABSTRACT Emesis gravidarum is one of the most common complaints and affects millions of pregnant women worldwide each year and is still experienced by 85% of all pregnancies. Several pharmacological therapies are considered to treat nausea, which has recently been recommended to treat nausea and vomiting in pregnant women, namely the administration of vitamin B6, but it is less effective because many pregnant women are afraid to take medication, so non-pharmacological therapies are recommended, one of which is ginger. The purpose of this study was to evaluate the effect of ginger candy on the frequency of nausea and vomiting in first trimester pregnant women in the Amban Public Health Center, Manokwari Regency. This study analyzed the frequency of nausea and vomiting after being given ginger candy. This type of research is a quasi-experimental research with a control group pre-test and post-test design. The sample in this study were pregnant women who experienced nausea and vomiting in the first trimester in the Amban Health Center working area as many as 20 respondents with a sampling technique using purposive sampling. This study conducted an analysis of the frequency of nausea and vomiting in pregnant women before and after being given ginger candy intervention for 7 days according to the SOP for giving ginger candy with a dose of giving ginger candy intervention as much as 4 packages in 1 day, where each package of ginger candy contains about 250 mg of ginger candy. and sugar was given and Vitamin B6 200 mg/day for 7 days. The research instrument used was the PUQE questionnaire. The data taken are primary data and data analysis using parametric and non-parametric tests. The results showed that there were differences in the frequency of nausea and vomiting scores before and after treatment in the intervention group with p value value (0.05) and there was no difference in the frequency of nausea and vomiting scores before and after treatment in the control group with p value value. (0.05). The conclusion is that ginger candy affects the frequency of nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester after being given an intervention.  Keywords : Pregnant Women, Frequency of Nausea Vomiting, Ginger Candy ABSTRAK Emesis gravidarum merupakan salah satu keluhan yang paling umum dan mempengaruhi jutaan perempuan hamil diseluruh dunia setiap tahunnya dan masih dialami oleh 85% dari semua kehamilan. Beberapa terapi farmakologi dipertimbangkan untuk mengatasi mual yang baru-baru ini direkomendasikan untuk mengatasi mual muntah pada ibu hamil yaitu pemberian vitamin B6 namun kurang efektif karena banyak ibu hamil yang takut untuk minum obat sehingga direkomendasikan terapi non farmakologis yaitu salah satunya pemberian jahe. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh permen jahe terhadap frekuensi mual muntah Pada Ibu Hamil Trimester I Di Wilayah Kerja Puskesmas Amban Kabupaten Manokwari. Penelitian ini melakukan analisis frekuensi mual muntah setelah diberikan permen jahe. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasy experiment dengan rancangan penelitian control group pre test and post test design. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang mengalami mual muntah Trimester I di Wilayah Kerja Puskesmas Amban sebanyak 20 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian ini melakukan analisis frekuensi mual muntah pada ibu hamil sebelum dan setelah diberikan intervensi permen jahe selama 7 hari sesuai SOP pemberian permen jahe dengan dosis pemberian pemberian intervensi permen jahe sebanyak 4 kemasan dalam 1 hari, dimana setiap kemasan permen jahe mengandung sekitar 250 mg permen jahe dan gula diberikan dan Vitamin B6 200 mg/hari selama 7 hari.  Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner PUQE. Data yang diambil merupakan data primer dan analisa data menggunakan uji parametrik dan non parametrik test. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan skor frekuensi mual muntah sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok intervensi dengan nilai p value nilai α (0,05)  dan tidak terdapat perbedaan skor frekuensi mual muntah sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok kontrol dengan nilai p value nilai α (0,05). Kesimpulan yaitu permen jahe berpengaruh terhadap frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I setelah diberikan intervensi. Kata kunci: Ibu Hamil, Frekuensi Mual Muntah, Permen Jahe
Hubungan Aktivitas Senam Lansia Terhadap Penyakit Tidak Menular (Hipertensi) Pada Lansia di Puskesmas Sanggeng Hosiana Loisa Sombuk; Ruth Harriet Faidiban; Bahrah Bahrah
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 8 (2026): Volume 8 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i8.24968

Abstract

ABSTRACT The elderly group is the most vulnerable to non-communicable diseases due to physiological changes that occur with aging as well as high exposure to behavioral risk factors. Based on preliminary study data at Sanggeng Health Center, there are still elderly individuals experiencing hypertension, and interviews with 10 elderly people found that 7 of them had not engaged in physical activities such as senior exercise. This study aims to analyze the relationship between physical activity and non-communicable diseases (hypertension) in the elderly at Sanggeng Health Center. This type of research is analytical with a cross-sectional study approach, where the independent and dependent variables are measured at the same time. The researchers only conducted observations without intervening with the research subjects. The sample in this study includes all elderly visitors to Sanggeng Health Center using a total sampling technique. This study involved human research subjects, comprising 69 respondents who were given a questionnaire that had been tested for validity and reliability. The data collected were primary data, and the data analysis was conducted using the Chi-Square test. The results of the study indicated that there is a relationship between physical activity in the form of elderly exercise and non-communicable diseases (hypertension) at Sanggeng Health Center, with a p-value of 0.000 α value (0.05). The conclusion is that physical activity in the form of elderly exercise is a factor that can influence non-communicable diseases or hypertension in the elderly.  Keywords: Physical Activity, Non-Communicable Diseases, Hypertension.  ABSTRAK Kelompok lansia merupakan kelompok yang paling rentan terhadap penyakit tidak menular karena perubahan fisiologis yang terjadi seiring bertambahnya usia serta tingginya paparan terhadap faktor risiko perilaku. Berdasarkan data studi pendahuluan di Puskesmas Sanggeng masih ditemukan lansia yang mengalami hipertensi dan hasil wawancara pada 10 lansia ditemukan bahwa terdapat 7 lansia yang belum melakukan aktivitas fisik seperti senam lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalisis hubungan aktivitas fisik dengan penyakit tidak menular (hipertensi) pada lansia di Puskesmas Sanggeng. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional study dimana variabel independen dan variabel dependen diukur pada waktu yang bersamaan. Peneliti hanya melakukan observasi tanpa melakukan intervensi terhadap subjek penelitian Sampel dalam penelitian ini adalah semua lansia yang berkunjung ke Puskesmas Sanggeng dengan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan subjek penelitian manusia yaitu sebanyak 69 responden yang akan diberikan kuisioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Data yang diambil merupakan data primer dan analisa data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan aktivitas fisik senam lansia dengan penyakit tidak menular (hipertensi) di PuskesmasSanggeng dengan nilai p value 0.000  nilai α (0,05). Kesimpulan yaitu aktivitas fisik berupa senam lansia merupakan faktor yang dapat mempengaruhi penyakit tidak menular atau hipertensi pada lansia. Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Penyakit Tidak Menular, Hipertensi.