Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Studi Kasus: Penerapan Padma Sebagai Terapi Untuk Menstimulasi Tumbuh Kembang Anak Down Sindrom Harini, Rika
Gunahumas Vol 1, No 2 (2018): Gunahumas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kejadian down sindrom selama 17 tahun terakhir meningkat cukup pesat dengan perbandingan 1:700 kelahiran hidup. Jumlah anak penderita down sindrom di dunia mencapai 8 juta kasus dan di Indonesia diperkirakan lebih dari 3 tiga ribu kasus. Anak down sindrom memiliki masalah dalam tumbuh kembangnya yang berbeda dan terlambat dibandingkan dengan anak normal, sehingga memerlukan terapi khusus salah satunya adalah Padma. Padma adalah Pijat Anak Down sindrom Mastakaraga Shobia, merupakan jenis terapi pijat yang memberikanstimulasi pada jalur-jalur sensori sumsum tulang dan kepala secara lembut melalui jalur persyarafan dan pembuluh darah melalui sub terminal tubuh dengan tujuan tercapainya kelancaran dan keseimbangan proses dalam tubuh.  Karya ilmiah ini menggunakan metode survey deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Didapatkan hasil positif terhadap perkembangan anak down sindrom setelah diberikan terapi Padma. Keseimpulan: terapi Padma sangat efektif dalam menstimulasi tumbuh  kembang anak down sindrom. Saran: Terapi Padma dapat menjadi salah satu terapi  komplementer untuk menstimulasi tumbuh kembang anak down sindrom.Kata Kunci: Pijat; Down Sindrom; PadmaAbstract The incidence of down syndrome during the last 17 years has increased quite rapidly with a ratio of 1:700 live births. The number of children with Down syndrome in the world reaches 8 million cases and in Indonesia it is estimated that more than 3 three thousand cases. Children with Down syndrome have problems in growth and development that are different and late compared to normal children, so that requires special therapy, one of  which is Padma. Padma is a Child Down Massage of Mastakaraga Shobia syndrome, a  type of massage therapy that provides stimulation of the sensory pathways of the bone  marrow and head gently through nerve supply and blood vessels through the sub-terminal of the body with the aim of achieving smooth and balance processes in the body. This  scientific work uses descriptive survey method with a case study approach. Positive results were obtained for the development of Down syndrome children after being given Padma therapy. Conclusion: Padma therapy is very effective in stimulating the growth  and development of children with Down syndrome. Suggestion: Padma therapy can be  one of the complementary therapies to stimulate the growth and development of children with Down syndrome.Key words: Massage; Down Syndrome; Padma
Pengaruh Mendengarkan Al-Qur’an Terhadap Kualitas Tidur Mahasiswa Tingkat Akhir Program Studi Sarjana Keperawatan Angkatan 2012 di STIK Immanuel Bandung Rika Harini; Jaenudin Ahmad Mujamil; Liliek Fauziah
Sehat MasadaJurnal Vol 11 No 1 (2017): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi seringkali mengalami kualitas tidur yang buruk. Beban pikiran yang berlebihan dapat membuat kualitas tidur menjadi buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi adanya pengaruh mendengarkan Al-Qur’an terhadap kualitas tidur pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi di STIK Immanuel Bandung. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre experimental One Group Pretest-Posttest, dan menggunakan total sampling dengan jumlah responden 18 mahasiswa S1 Keperawatan ditingkat akhir angkatan 2012 dan beragama muslim. Kualitas tidur responden dikaji sebelum dan sesudah diberikan intervensi mengunakan kuesioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index). Adapun intervensi dilakukan setiap malam sebelum tidur selama 5 malam berturut-turut. Analisa statistik menggunakan distribusi frekuensi dan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh mendengarkan Al-Qur’an sebelum tidur terhadap kualitas tidur yang baik pada mahsiswa tingkat akhir dengan p-value < α (0,000 < 0,05). Simpulan menunjukkan bahwa mendengarkan Al-Qur’an efektif untuk meningkatkan kualitas tidur yang baik bagi mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi.
Literature Review: Pengaruh Brain Gym Terhadap Tingkat Konsentrasi Belajar Pada Siswa Sekolah Dasar Ainnurrahmah Kamila; Rika Harini; Ponirah Ponirah
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.9 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v4i3.6004

Abstract

ABSTRACT Learning is a process that students do to get change. Concentration is needed in the student learning process. The concentration ability of students can increase with the course of age and the ability to sort out the material. One way to increase concentration in students is to do a brain gym. Brain gym is an exercise method: that uses kinesis training with the whole brain through the renewal of closed movement patterns. Objective: The purpose of this literature review is to find out the description of the influence of the brain gym on the level of learning concentration in elementary school students. The method used is a literature review looking for articles from the internet with a range of 2010-2020 based on keywords set by google scholars. Results: Based on a literature review of 11 articles, 7 articles were found that met the established criteria. Results of the 7 articles explain that the brain gym can affect the level of student learning concentration as seen from the p-value = 0.00 to 0.008 which means the p-value < = 0.05 for students. There is an effect of brain gym on the level of learning concentration in elementary school students. Suggestion: It is hoped that further researchers can apply brain gym directly to elementary school students Keywords: Elementary School Students, Brain Gym, Study Concentration  ABSTRAK Belajar adalah suatu proses yang dilakukan oleh siswa untuk melakukan suatu perubahan. Konsentrasi sangat dibutuhkan dalam proses belajar siswa. Kemampuan konsentrasi siswa dapat meningkat seiring bertambahnya usia dan kemampuan memilah materi. Meningkatkan konsentrasi pada siswa adalah dengan melakukan senam otak. Senam otak adalah metode latihan yang menggunakan latihan kinesis dengan seluruh otak melalui pembaharuan pola gerakan tertutup. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap tingkat konsentrasi belajar di sekolah dasar. Metode Penelitian yang digunakan adalah literature review dengan mencari artikel dari jaringan pada rentang 2010-2020 berdasarkan kata kunci yang ditetapkan oleh Google Scholar. Berdasarkan ulasan dari tinjauan pustaka dari 11 artikel ditemukan 7 artikel yang memenuhi kriteria yang ditetapkan. dari 7 artikel menjelaskan bahwa senam otak dapat mempengaruhi tingkat konsentrasi belajar siswa dilihat dari nilai p value = 0,00 sampai dengan 0,002 yang berarti nilai p value < = 0,05 pada siswa. Ada pengaruh senam otak terhadap tingkat konsentrasi belajar pada siswa sekolah dasar diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat menerapkan senam otak secara langsung pada siswa sekolah dasar. Kata Kunci: Siswa Sekolah Dasar, Brain Gym, Konsentrasi Belajar
Perawatan di Rumah (Home Care) pada Keluarga Ny. Ar Di Rt 3 Rw 02 Desa Cijujung Kecamatan Sukaraja Wilayah Kerja Puskesmas Cimandala, Kab. Bogor Rika Harini; Farida Hanum; Tisan Widyasari; Nafik Nafik
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.6009

Abstract

ABSTRAK Pengabdian pada masyarakat yang dilakukan yaitu Perawatan dirumah (Home Care) pada keluarga Ny. AR di RT 3 RW 02 Desa Cijujung Kecamatan Sukaraja Wilayah Kerja Puskesmas Cimandala Kabupaten Bogor. Home Care ini merupakan bentuk realisasi dari keunggulan Prodi S1 Keperawatan. Tujuan penelitian jangka panjang pengabdian masyarakat ini adalah kemandirian dan motivasi individu yang sakit serta meningkatkan kepedulian keluarga untuk merawat individu yang sakit dirumah. Target khusus yang ingin dicapai adalah pemanfaatan bahan-bahan alami yang ada disekitar lingkungan rumah klien dan dapat dimanfaatkan baik sebagai obat tradisional komplementer maupun sebagai sumber makanan bergizi bagi klien. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan intervensi dilakukan selama 1 bulan. Hasil yang dilakukan berupa kunjungan ke keluarga dan intervensi lainnya sesuai dengan masalah kesehatan individu dalam keluarga. Kesimpulan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dalam mewujudkan “Keluarga sehat dengan melakukan Home Care” di rt 3 rw 02 desa cijujung kecamatan sukaraja wilayah kerja  Puskesmas cimandala, kab. Bogor   Kata Kunci : Home Care, Keluarga ABSTRACT Community service that is carried out is Home Care for the family of Mrs. AR in RT 3 RW 02 Cijunjung Village, Sukaraja District, Cimandala Health Center Work Area, Bogor Regency. Home Care is a form of realization of the excellence of the Bachelor of Nursing Study Program. The purpose of this long-term community service research is the independence and motivation of sick individuals as well as increasing family awareness to care for sick individuals at home. The specific target to be achieved is the use of natural ingredients that exist around the client's home environment and can be used both as complementary traditional medicine and as a source of nutritious food for the client. The method used is a case study with the intervention carried out for 1 month. The results are in the form of visits to families and other interventions according to individual health problems in the family. The conclusion of the implementation of community service activities in realizing a "healthy family by doing Home Care" in RT 3 RW 02, Cijujung Village, Sukaraja District, working area of Cimandala Health Center, Kab. Bogor Keywords: Home Care, Family
Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita Usia 0 – 60 Bulan Ponirah Ponirah; Rika Harini
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v4i12.7556

Abstract

ABSTRACT Diarrhea is a condition in which a person defecates more than 3 times with the consistency of liquid feces. Diarrhea is still a health problem in Indonesia because of its high morbidity and mortality. Identify the factors that occur in children with diarrhea in the hospital. This study used a descriptive analytic observational method using a cross sectional design. The population in this study were all toddlers aged 0-60 months who were hospitalized, namely 753 toddlers. Sampling technique using random sampling as many as 465 toddlers. Statistical test results with chi square using SPSS. The results showed that there was a relationship between the sex factor and the incidence of diarrhea (p value = 0.02). Meanwhile, the age factor was not related to the incidence of diarrhea (p value = 0.56). The incidence of diarrhea was most commonly found in children under five years of age 24 months and the male sex had more diarrhea than the female. The gender variable has a relationship with the incidence of diarrhea while age has no relationship with the incidence of diarrhea.  Keywords: Diarrhea, Toddler Age, Incidence ABSTRAK Diare  merupakan suatu kondisi dimana seseorang buang air besar lebih dari 3 kali dengan konsistensi feses cair. Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan di Indonsia karena morbiditas dan mortalitasnya yang masih tinggi. Teridentifikasi Faktor-faktor yang terjadi pada anak diare di Rumah Sakit. Penelitian ini  menggunakan metode deskriptif analitik observasional dengan menggunakan desain cross sectional.  Populasi pada penelitian ini adalah semua balita usia 0-60 bulan yang dirawat di rumah sakit yaitu 753 balita.  Tehnik pengambilan  sampel dengan menggunakan random sampling yaitu sebanyak 465 balita. Hasil uji statitistik dengan chi square menggunakan SPSS. Hasil penelitian  menunjukan, bahwa adanya hubungan antara faktor jenis kelamin dengan kejadian diare (p value= 0,02). Sedangkan untuk faktor umur tidak berhubungan dengan kejadian diare (p value= 0,56). Kejadian diare paling banyak ditemukan pada anak balita usia ≤ 24 bulan dan jenis kelamin laki-laki lebih banyak diare dibandingkan perempuan. Varibel jenis kelamin memiliki hubungan dengan kejadian diare sedangkan umur tidak memiliki hubungan dengan kejadian diare Kata Kunci: Diare, Usia Balita, Kejadian