Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IDENTIFIKASI PENANGANAN WASTE MATERIAL BERDASARKAN PANDANGAN KONTRAKTOR DAN KONSULTAN KOTA PALANGKA RAYA Subrata Aditama Kittie Aidon Uda; Waluyo Nuswantoro; Poppy Olga Lestari
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2022.v21i1.6150

Abstract

Dalam pelaksanaan pembangunan proyek konstruksi sering terjadi masalah, salah satunya yaitu masih banyaknya sisa material yang terbuang begitu saja dan akan menimbulkan waste. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui apa saja indikator penyebab waste material, cara penanganan waste material yang telah terjadi di bangunan gedung, serita indikator penyebab waste material yang dominan yang telah terjadi pada bangunan gedung. Survey dilakukan menggunakan metode penyebaran kuesioner kepada para kontraktor dan konsultan di Kota Palangka Raya. Jumlah responden dalam penelitian ini didapat sebanyak 30 responden. Pengolahan data dan analisis menggunakan analisis frekuensi, analisis mean dan standar deviasi yang dilakukan untuk melihat ranking atau peringkat instrumen penelitian. Indikator penyebab waste material, yaitu kesalahan dalam kontrak dokumen, pembelian material yang tidak sesuai spesifikasi, penyimpanan material yang tidak benar, perencanaan yang tidak sempurna, kesalahan pada saat memotong material, kurangnya pengetahuan mengenai pencampuran material basah, dan buruknya pengontrolan material di lapangan. Cara penanganan waste material yang telah terjadi dengan adanya komunikasi yang baik, mengklaim untuk diminta mengganti material yang tidak sesuai spesifikasi, pengaturan letak material, pelatihan kepada para pekerja, penyediaan area pemotongan material, upcycle, dan pengontrolan ketepatan jumlah material yang dikirim ke lokasi proyek. Dan indikator dominan penyebab dan cara penanganan waste material berada dikategori perencanaan, pelaksanaan dan penanganan
Vegetation Density of Green Open Spaces as a Key Determinant of Outdoor Thermal Comfort on the Universitas Palangka Raya Campus: Kerapatan Vegetasi Ruang Terbuka Hijau sebagai Penentu Kenyamanan Termal Luar Ruangan di Kampus Universitas Palangka Raya Waluyo Nuswantoro; Yetrie Ludang; Herwin Sutrisno; Subrata Aditama Kittie Aidon Uda
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol. 11 No. 1 (2026): Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL)
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mitl.v11i1.11886

Abstract

Outdoor thermal comfort plays a crucial role in supporting daily academic activities, particularly in humid tropical regions characterized by high air temperature and relative humidity. Air temperature and relative humidity were measured at 30 observation points representing different land-cover conditions across the campus area. Outdoor thermal comfort was evaluated using the Thermal Humidity Index (THI), while vegetation density was assessed using the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) derived from Landsat 8 imagery. Statistical analysis was applied to examine the relationship between NDVI and THI. The results indicate a consistent negative relationship between vegetation density and THI. Areas with higher NDVI values tend to exhibit lower THI levels, reflecting more comfortable thermal conditions. In contrast, locations dominated by built-up surfaces and sparse vegetation show higher THI values and experience greater thermal discomfort, particularly during daytime periods. Although the overall proportion of green open space on the campus meets regulatory requirements, the spatial distribution and density of vegetation vary considerably across activity zones. These findings highlight that vegetation density is a key factor in improving outdoor thermal comfort in tropical university campuses. Strategic enhancement of vegetation density, especially in high-activity areas, is essential to support a more thermally comfortable and sustainable campus environment.
ANALISIS BEBAN KERJA PADA PEKERJAAN BAJA BERAT DAN PENUTUP ATAP SEBAGAI DASAR DALAM PEMERATAAN TENAGA KERJA DENGAN METODE WORKLOAD ANALYSIS (WLA) Maria Olivia Septiana; Waluyo Nuswantoro; Subrata Aditama Kittie Aidon Uda
Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan, April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jt.v9i2.25790

Abstract

The success of a project is determined by strict time constraints accompanied by the need to maintain the required building quality standards within a dynamic environment. However, the pressure to meet these schedule requirements increases workers' workloads, which ultimately leads to work fatigue. The implementation period of the Maranatha Church Construction Project was 120 days, which is relatively short compared to similar building projects that generally require 180 to 360 days, depending on the building area, design complexity, construction methods, and availability of resources. Therefore, this project demonstrates a relatively high level of schedule efficiency. This accelerated schedule created considerable work pressure, particularly in heavy steel and roofing activities. Accordingly, this study was conducted to identify workers' workload levels using the Workload Analysis (WLA) method and to determine the optimal labor allocation to achieve a balanced distribution of workloads. The work sampling technique was employed for data collection to obtain objective information regarding the number of workers and their activities in carrying out the assigned tasks. The results indicate the existence of workload imbalance. Fitters (120.21%) and welders (120.75%) were classified as overloaded; therefore, the addition of one worker for each occupation is recommended to reduce their workloads to a near-optimal level. In contrast, roof workers experienced an underload condition (79.20%), and a reduction of one worker is recommended to improve cost efficiency and increase the group's productivity to 95.04%. Meanwhile, erection workers and steel workers were found to have optimal and stable workload levels.
Penilaian dan Rekomendasi Peningkatan Peringkat GREENSHIP Home pada Rumah Milik Negara di Kawasan Eks Kompleks DPR RI Kalibata Fanny Aliftia Putri; Subrata Aditama Kittie Aidon Uda; Dewantoro
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor bangunan memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap konsumsi energi dan emisi karbon sehingga penerapan konsep bangunan hijau menjadi penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat keberlanjutan bangunan rumah tinggal berdasarkan perangkat penilaian GREENSHIP Home Version 1.0, mengidentifikasi kriteria yang belum terpenuhi, serta menyusun strategi peningkatan kinerja bangunan. Objek penelitian berupa rumah dinas milik negara yang berlokasi di kawasan eks Kompleks DPR RI Kalibata, Jakarta Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif evaluatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen teknis. Penilaian dilakukan pada enam kategori GREENSHIP Home, sedangkan rekomendasi peningkatan disusun menggunakan matriks kelayakan dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan memperoleh skor 37 poin dan berada pada peringkat Silver. Aspek yang masih memiliki peluang peningkatan meliputi efisiensi energi, konservasi air, pengelolaan tapak, penggunaan material berkelanjutan, dan manajemen lingkungan bangunan. Implementasi rekomendasi yang diusulkan berpotensi meningkatkan skor menjadi 53 poin sehingga bangunan dapat mencapai peringkat Gold tanpa memerlukan perubahan struktural yang signifikan.