Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Terapi Pengelolaan Kecemasan dalam Menurunkan Stres pada Korban Pasca Bencana Gempa Bumi Iwan Shalahuddin; Theresia Eriyani; Lia Sari; Mela Yulianti; Siti Nur Fatimah; Melliany Safitrie; Dinda Sari Agustina; Neng Della Monika
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.2.2022.229-244

Abstract

Gempa bumi merupakan terjadinya pelepasan energi yang menumpuk dan terkungkung di dalam kerak bumi ke permukaan dengan gelombang getaran yang kemudian dirasakan oleh manusia. Gempa bumi secara konsisten terbukti berhubungan dengan adanya masalah kesehatan mental seperti depresi dan gangguan stress pasca-trauma segera setelah bencana. Tujuan penulisan untuk melakukan kajian mengenai metode terapi pengelolaan kecemasan yang efektif digunakan untuk menurunkan gangguan stress pada korban yang terkena bencana gempa bumi. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan narrative review. Pencarian data menggunakan sumber data, seperti PubMed, EBSCO, dan Google Scholar dengan jumlah artikel yang didapat 470 dari dalam dan luar negeri. Setelah melalui tahapan penyeleksian 10 jurnal tahun publikasi 2018-2021 yang layak digunakan untuk basis intervensi dan diekstraksi ke dalam tabel penelitian. Upaya untuk pengelolaan kecemasan pada korban bencana gempa bumi dengan terapi non farmakologi dengan kegiatan keagamaan, expressive art therapy, dukungan social, pengungkapan diri, psikoedukasi, serta play therapy. Terapi keagamaan secara efektif dapat menurunkan kecemasan pada korban bencana orang dewasa dengan melakukan dan mengikuti kegiatan keagamaan secara rutin.  Pada Remaja efektif dengan terapi CBT dengan perbaikan kognitif dan dukungan emosional. Sedangkan pada anak-anak efektif menurunkan kecemasan dan gangguan stress dengan terapi CBT bermain, art therapy, trauma healing, dan terapi bermain.
Literature Review of Women Experience in Prison Nur Oktavia Hidayati; Frans Raimond Tonjau; Mela Yulianti; Silvi Riana Putri; Wiani Syawalia Fitri
BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 4 No. 1 (2025): BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Women who are imprisoned are believed to have a higher vulnerability to experiencing mental disorders compared to male prisoners even though the rights and obligations of both are the same. Female prisoners have higher psychiatric morbidity than male prisoners, experiencing psychosis, emotional disturbances, and anxiety disorders. If we only focus on stressful events, then we cannot fully explain their experiences while in prison. The response to stress for each individual is different, and the way each individual deals with stress is also different. The purpose of this study is to find out what experiences happen to women who are imprisoned. The method used is literature review. A systematic search of the literature in the 2012-2022 range was conducted using the PubMed, Scopus EBSCO, and Google Scholar databases. Search keywords for the article include “Experience”, Female or Woman”, and “Inmate, or Offenders, or Prisoners, or Convicts, or Incarcerated Individuals"". The article has passed the PRISMA selection process. Obtained as many as 8 articles for analysis. The results of the study obtained several experiences of women who were imprisoned, such as experiences of PTSD, acts of self-injury, acts of violence, experiences of health status, experiences of self-isolation, and experiences of carrying out meaningful activities while in prison.