Haryanto Haryanto
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Narasi Musik Kalimantan pada Abad IX : Tinjauan Relief Candi Borobudur Haryanto Haryanto
SELONDING Vol 18, No 1 (2022): : Maret 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sl.v18i1.7026

Abstract

Perkembangan musik tidak bisa lepas dari cerita rakyat yang terdapat di berbagai tempat seperti naskah, manuskrip dan relief, seperti yang terdapat pada relief candi borobudur yang memberikan informasi mengenai keberadaan instrumen etnis di Indonesia. sudut pandang yang menarik dari relief candi Borobudur adalah tentang keberadaan instrumen etnis kalimantan yang terdapat pada dinding candi, fakta ini menarik karena sampai saat ini masih terjadi simpangsiur terhadap informasi asal-usul instrumen etnis kalimantan. berdasarkan fenomena tersebut maka fokus kajian adalah menarasikan musik kalimantan sesuai relief candi borobudur. metode narasi menjadi pilhan karena konsep sejarah mengikuti proses pengumpulan, dan analisis data. hasil menunjukkan bahwa relief candi borobudur adalah interaksi agama dan musik
Eksistensi Reog Singo Mangku Joyo di Surabaya Anbie Haldini; Joko Tri Laksono; Haryanto Haryanto
IRAMA Vol 1, No 2 (2019): IRAMA: JURNAL SENI DESAIN DAN PEMBELAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.798 KB) | DOI: 10.17509/irama.v1i2.22262

Abstract

Eksistensi Reog Singo Mangku Joyo di Surabaya tidak terlepas dari peranan figur pemimpin yang mengayomi dan managamen Reog Singo Mangku Joyo. Keberadaan visualisasi patung Reog juga mendukung agar Reog dapat eksis sampai menciptakan karakter tersendiri dalam bermainnya. Terlepas dari itu semua peranan kerjasama dengan pihak luar sangat mendukung agar kesenian ini dapat teringankan dengan adanya kerjasama. Musik Reog Singo Mangku Joyo dari waktu ke waktu mengembangkan dari yang ada menjadi berkembang bentuk penyajiannya serta musiknya. Bentuk peranan yang terdapat dari Reog Singo Mangku Joyo sampai bentuk kekompakan serta kreatifitas penyajian atau musik membuat Reog Singo Mangku Joyo mendapatkan prestasi tingkat Nasional maupun Mancanegara.
KANA PERANAK DALAM PERAYAAN GAWAI PADI SUKU DAYAK MUALANG DI KALIMANTAN BARAT Alexandrian Mualang Panurian; Eli Irawati; Haryanto Haryanto
SELONDING Vol 19, No 1 (2023): : Maret 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sl.v19i1.8970

Abstract

Kana Peranak merupakan nyayian resitatif Suku Dayak Mualang yang disajikan pada saat Perayaan Gawai Padi. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui fungsi dan kajian tekstual Kana Peranak. Untuk membedah objek ini, maka digunakan metode kualitatif dengan pendekatan Etnomusikologis. Hasil analisis dalam tulisan ini menunjukkan bahwa Kana Peranak memiliki delapan dari sepuluh fungsi musik menurut Allan P. Meriam. Fungsi-fungsi tersebut antara lain Fungsi Hiburan, Fungsi Kenikmatan Estetis, Fungsi Ekspresi Emosional, Fungsi Komunikasi, Fungsi Penyelenggaraan Kesesuaian Dengan Norma-Norma Sosial, Fungsi Penopang Keseninambungan dan Stabilitas Kebudayaan, Fungsi Penopang Integrasi Sosial dan Fungsi Penggambaran Simbolik. Pada kajian tekstual, mengambil sampel Kana Peranak yang berjudul ”Limak Penyawak Sak Lempak Mrawai Awak”, terdapat tiga bagian pada bagian analisis musikal yaitu transkrip notasi, analisis motif nyayian serta analisis makna dan lirik. Adapun elemen pendukung musik meliputi pelaku, tempat, waktu, kostum dan suasana.