Rini Siswanti
SMP Negeri 3 Sentolo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Kemampuan Adversity Quotient Siswa Melalui Bimbingan Kelompok dengan Teknik Problem Solving Okta Nila Yanda; Sri , Hartini; Agungbudiprabowo Agungbudiprabowo; Rini Siswanti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.375 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4334

Abstract

Adanya fenomena rendahnya tingkat Adversity Quotient (AQ) di sekolah yang dilihat dari gejala siswa tidak mengerjakan pekerjaan rumah karena merasa tidak perlu menyelesaikan tugas, siswa meninggalkan kelas saat proses belajar mengajar dan hanya mengisi daftar hadir saja secara online, siswa tidak memperhatikan guru saat pembelajaran bahkan kehadiran siswa pun hanya 50% di dalam kelas online. AQ dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik Problem Solving diharapkan Adversity Quotient (AQ). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Adversity Quotient (AQ) siswa sebelum dan sesudah mendapatkan layanan bimbingan kelompok dengan teknik Problem Solving, dan untuk mengetahui apakah Adversity Quotient (AQ) dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik Problem Solving. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling dengan melaksanakan dua siklus. Subyek penelitian ini yaitu 6 siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Sentolo yang terdiri atas 4 siswa Adversity Quotient (AQ) rendah dan 2 siswa yang memiliki Adversity Quotient (AQ) sedang, agar terjadi dinamika kelompok. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, skala Adversity Quotient (AQ) dan observasi. Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan analisis deskriptif persentase dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Adversity Quotient (AQ) siswa sebelum memperoleh perlakuan berupa bimbingan kelompok dengan teknik Problem Solving, sebesar 66% kategori rendah. Setelah diberi layanan bimbingan kelompok dengan teknik Problem Solving pada sikus I, Adversity Quotient (AQ) siswa meningkat menjadi kategori sedang sebesar 50%. Sedangkan pada siklus II Adversity Quotient (AQ) siswa terus meningkat menjadi kategori tinggi dengan perolehan sebesar 66%. Hal ini menunjukkan layanan bimbingan kelompok dengan teknik Problem Solving dapat meningkatkan Adversity Quotient (AQ) pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Sentolo. Sehingga terjadi peningkatan Adversity Quotient (AQ) yang signifikan setelah diadakan layanan bimbingan kelompok dengan teknik Problem Solving
Teknik – Teknik Bimbingan dan Konseling dalam Mengurangi Prokrastinasi Akademik Siswa Endah Puspita Sari; Sri Hartati; Agungbudiprabowo Agungbudiprabowo; Rini Siswanti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.064 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4335

Abstract

Prokrastinasi akademik perlu diatasi karena tidak hanya berdampak pada prestasi akademik siswa yang menjadi prokrastinator tetapi juga dapat menjadi budaya yang ditiru oleh teman sebayanya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian-kajian literatur terkait teknik-teknik bimbingan konseling yang dapat mengurangi prokrastinasik akademik pada siswa dengan menggunakan pengamatan literatur nasional dan internasional. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan library research pada basis data google scholar untuk menelusuri artikel-artikel berkualitas yang memuat kata kunci “teknik bimbingan konseling” dan “prokrastinasi akademik” yang dipublikasikan pada tahun 2012 – 2022. Artikel yang dikumpulkan kemudian di analisis menggunakan content analysis. Hasil penelitian dari 189 artikel diperoleh 10 artikel yang sesuai kriteria inklusi. Adapun teknik-teknik bimbingan konseling yang diperoleh dalam analisis ini yang dapat mengurangi prokrastinasi akademik siswa sekolah adalah teknik self-management, teknik self-instruction, teknik cognitive behavior modification, teknik cognitive restructuring, teknik self-regulated learning, teknik SFBC (solution focused bried counseling), teknik behaviour contract, teknik penguatan positif, dan layanan pemodelan sebaya. Terdapat tiga artikel yang menemukan bahwa self-instruction dapat mengurangi prokrastinasi akademik siswa selain itu terdapat satu penelitian yang melakukan studi komparasi, dan mengklaim bahwa teknik self-instruction lebih efektif mengurangi prokrastinasi akademik pada siswa.