Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Model Pengaruh Penyebab Terjadinya Waste Terhadap Peningkatan Biaya Konstruksi Gedung Bertingkat Rendah di Jakarta melchior awanaman suarliak; agus suroso
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 19, No 4 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.372 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v19i4.9488

Abstract

Penyebab terjadinya waste terhadap peningkatan biaya yang dikeluarkan oleh pihak kontrak­tor sehingga mengalami kerugian dari material yang berlebih atau pun terbuang pada proyek konstruksi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis model pengaruh penyebab terjadinya waste terhadap peningkatan biaya konstruksi gedung bertingkat rendah di Jakarta. Peneli­ti­an ini dikumpulkan dari 14 (empat belas) proyek yang berbeda dengan jumlah terkumpul dari 84 responden. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik probabilitas random sampling, se­dang­­kan untuk pemilihan sampel menggunakan simple random sampling.Variabel bekisting,pembesian, pengecoran dan pembongkaran bekisting berpengaruh terhadap peningkatan biaya konstruksi, sedangkan variabel yang paling dominan mempengaruhi peningkatan biaya konstruksi adalah variabel pekerjaan bekisting dan pekerjaan pembongkaran bekisting. Peningkatan biaya konstruksi diperoleh dari indikator yang memiliki skor tertinggi yaitu pada Variabel pekerjaan bekisting untuk indikator X1.4 dengan persentase 0,94% dan Varibel pekerjaan pembongkaran bekisting untuk indikator X4.4 dengan persentase 0,97% yaitu “Pengawasan pemasangan bekisting kurang insentif”dan“Metode pembongkaran yang kurang tepat” dengan skor total 341 dan rata-rata 4.059 dengan nilai persentase dalam kategori yang baik sekali..
Analisis Faktor Penyebab CCO dan Pengaruhnya Terhadap Biaya Kontraktor Pada Proyek Jalan Tol Zen Tenno; Agus Suroso
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 19, No 3 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.523 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v19i3.9537

Abstract

This case study showed a 54% increase in Contract Change Order (CCO) work against the initial contract fee. The purpose of this study was to determine the factors that cause the occurrence of CCO, the influence of CCO on the contractor cost performance, and how much CCO affecting the contractor costs performance on toll road projects. The research method was using survey methods and data are processed with multiple linear regression. The results of this research shows that CCO work has the impact of increasing costs because of several factors such as contract documents, stakeholders, design, and construction. The most dominant variables that increase in costs were construction variables with a test value of 2,830, a significant value of 0.007, and a regression coefficient of 0.103. This research greatly influenced the performance of costs on toll road works by 80.9% of the remaining 19.1% described by other variables beyond the regression model analyzed.
Pengaruh Kinerja Kontraktor dan Konsultan Pengawas terhadap Keberhasilan Proyek Jalan Nasional Berbasis Kontrak Long Segment di Provinsi Jambi, Indonesia Ajahar Hasibuan; Agus Suroso
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 21, No 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2579-891X.v21i1.14069

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kontraktor dan konsultan pengawas terhadap keberhasilan proyek pemeliharaan jalan nasional berbasis kontrak segmen panjang di Provinsi Jambi, Indonesia. Data yang dikumpulkan dianalisis dan secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan program SPSS 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja kontraktor berdampak 52,4% terhadap keberhasilan proyek pemeliharaan jalan nasional berbasis kontrak long-segment di Provinsi Jambi. Sedangkan konsultan pengawas memiliki pengaruh lebih rendah yaitu sebesar 30,3%. Namun demikian, dampak keseluruhan kinerja kontraktor dan konsultan pengawas terhadap keberhasilan proyek pemeliharaan jalan nasional berbasis kontrak long-segment adalah sebesar 56,5%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keduanya merupakan faktor penting dalam keberhasilan proyek jalan nasional di Provinsi Jambi.
Evaluation Study of Green Open Space in Pulogadung Industrial Area Based on Ministry of Industry Standards Towards Green-Blue Open Space Monalisa Monalisa; Agus Suroso; Sutrisno Sutrisno
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 7, No 2 (2022): EDISI SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rekabuana.v7i2.4431

Abstract

One of the harmful effects of limited green space is high air pollution. As many as 7.78% of residents who live in East Jakarta suffer from ISPA. This problem can be overcome by building green open spaces around settlements. This study aims to analyze and evaluate green open spaces located in the Pulogadung Industrial according to the Minister of Industry's regulation towards the green-blue open space concept. The method used in this research is descriptive quantitative. The results of this study are that the Pulogadung industrial area has land that functions as a green open space of 30.49 hectares, or around 6% of the entire area. Based on the Minister of Industry regulation, a minimum green open space is 10% of the total area. It proves that green open space in the Pulogadung industrial area must meet the assessment criteria. The Pulogadung industrial area has green-blue open space. However, it does not fulfill the green-blue open space concept according to the ATR/BPN ministerial regulations in terms of fulfilling socio-cultural and aesthetic functions because it does not provide recreational facilities, and tree planting does not show a symmetrical pattern. ABSTRAKSalah satu dampak buruk dari RTH yang terbatas adalah polusi udara yang tinggi. Sebanyak 7,78% warga yang bertempat tinggal di Jakarta Timur menderita penyakit ISPA. Masalah tersebut dapat diatasi dengan cara membangun ruang terbuka hijau di sekitar permukiman. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa dan mengevaluasi ruang terbuka hijau yang berlokasi di Kawasan Industri Pulogadung berdasarkan peraturan menteri perindustrian menuju konsep green-blue open space. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Hasil pembahasannya adalah Kawasan industri pulogadung memiliki lahan yang difungsikan sebagai ruang terbuka hijau sebesar 30,49 Ha atau sekitar 6% dari total luas areal. Berdasarkan peraturan menteri perindustrian, minimal luas RTH yaitu 10% dari keseluruhan luas kawasan. Hal ini menunjukkan bahwa RTH yang berlokasi di kawasan industri pulogadung belum memenuhi kriteria penilaian. Kawasan industri pulogadung memiliki ruang terbuka hijau-biru namun belum memenuhi konsep green-blue open space sesuai peraturan menteri ATR/BPN dalam hal pemenuhan fungsi sosial budaya dan fungsi estetika karena tidak menyediakan fasilitas rekreasi dan penanaman pohon tidak menunjukkan pola simetris.
Analisis Pengaruh Sistem Manajemen Mutu terhadap Kualitas Proyek pada Proyek Konstruksi Gedung Bertingkat Tinggi Ikbal Yurrazak; Budi Susetyo; Agus Suroso
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.313 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i7.8956

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai faktor-faktor Sistem Manajemen Mutu yang berpengaruh terhadap kualitas pada proyek gedung bertingkat tinggi dengan menggunakan metode six sigma. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif dengan menyebar kuesioner ke praktisi yang berkaitan dengan pekerjaan proyek gedung bertingkat tinggi, hasil penelitian didapat bahwa ada 8 faktor sistem manajemen mutu yang berpengaruh terhadap kualitas proyek dan ada 1 faktor yang berpengaruh dominan yaitu operasional dalam perusahaan.
Economic Analysis and Compressive Strength of Concrete, Cost and Utilization Time of Carbon-Sulfur and Dirty Sulfur Solid Waste Vian Marantha Haryanto; Sherafina Reni Cahayanti; Agus Suroso; Mawardi Amin
Syntax Idea 722-738
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v5i6.2332

Abstract

This study aims to analyze whether carbon-sulfur and dirty sulfur solid waste added materials can be used for concrete manufacturing, obtain and analyze the formulation of a 2% carbon sulfur mixture with concrete compressive strength, and the cost value. This research is experimental where this study aims to determine the relationship between concrete compressive strength and compression testing machine tools. The test specimen made in this experiment is a concrete cylinder. The data form of this study is numeric. The conclusions that can be drawn from the discussion for carbon-sulfur and dirty sulfur solid waste research are as follows: Carbon sulfur &; dirty sulfur from the results of the laboratory test determination shows that the toxicity characteristics leaching procedure (TCLP) value and total concentration (TK) have not exceeded the Category B threshold according to PP22 of 2021.
Pengaruh Tingkat Penerapan BIM 5D Terhadap Kinerja Biaya Proyek Konstruksi Imam Sugeng Santoso; Agus Suroso; Mawardi Amin
Konstruksia Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Konstruksia Vol 14 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.14.2.83-92

Abstract

Dalam konstruksi, risiko biasanya permintaan untuk tambahan waktu, biaya, atau kualitas pekerjaan. Perselisihan akan terjadi Jika risiko tidak diselesaikan dengan baik. Dalam perkembangan revolusi industri 4.0, kita dapat menggunakan Building Information Modeling (BIM) untuk meningkatkan efisiensi. BIM adalah tampilan digital mengenai semua informasi bangunan yang telah  terintegrasi dengan periode siklus hidup bangunan. BIM akan mengoptimalkan kinerja proyek konstruksi. Di Indonesia, beberapa konsultan/kontraktor telah menerapkan BIM dalam proyek konstruksi. Penelitian ini untuk  mengetahui serta menganalisis faktor-faktor pada proses penerapan BIM 5D yang berpengaruh terhadap kinerja biaya pelaksanaan proyek konstruksi . Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif menggunakan pendekatan Q-method dengan instrumen penelitian closed survey terhadap 53 kontraktor/konsultan yang menggunakan BIM. Hasil yang diperoleh dari indikator 5D BIM ada 5 berpengaruh terhadap  kinerja biaya proyek konstruksi.
Pengaruh Faktor Pemangku Kepentingan, Manajemen Pelaksanaan terhadap Kinerja Pekerjaan Elevated pada Proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung Adillah Akbar; Budi Susetyo; Agus Suroso
Konstruksia Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Konstruksia Vol 14 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.14.2.19-33

Abstract

Salah satu bentuk pembangunan nasional adalah pembangunan sektor infrastruktur. Pada tataran politik, kereta cepat merupakan salah satu bentuk modernisasi di Indonesia yang memperkuat peran perkeretaapian sebagai angkutan umum di perkotaan dan lalu lintas antar kota. Jalur kereta api berkecepatan tinggi ini terdiri dari elevated, tunnel dan subgrade. Selama pelaksanaan proyek konstruksi banyak terjadi keterlambatan pelaksanaan, salah satunya adalah pekerjaan elevated. Survei dilakukan dengan metodologi survei terhadap 44 (empat puluh empat) responden, menggunakan instrumen tanya jawab kepada responden untuk mengidentifikasi faktor pemangku kepentingan dan dampak manajemen implementasi terhadap kinerja waktu dan dampak biaya proyek konstruksi. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan metode Relative Importance Index (RII) dan SPSS. Dari hasil analisis disimpulkan bahwa variabel yang paling dominan adalah pemangku kepentingan. Main faktor paling dominan adalah owner, sedangkan sub faktor paling dominan yang berpengaruh menjadi kendala kinerja pekerjaan elevated, yaitu terdapat perubahan design pada saat pelaksanaan proyek.
Penggunaan Critical Chain Project Management Method Terhadap Perencanaan Waktu Pelaksanaan Fly Over Jalan Tol Dwi Tri Nugroho; Agus Suroso
Konstruksia Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Konstruksia Vol 14 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.14.2.44-65

Abstract

Efektivitas waktu menjadi suatu hal yang penting dan harus diperhatikan dalam proyek. Hal ini mengharuskan manajemen proyek dapat melakukan penjadwalan dengan tepat. Banyak metode penjadwalan yang tersedia untuk proyek sekarang ini, namun yang terbaru adalah metode Critical Chain Management (CCPM). Penelitian ini berdasarkan alasan bahwa pada praktiknya di dalam sebuah proyek sering terjadinya keterlambatan penyelesaian pekerjaan pada tahap perencanaan Pembangunan Jalan Tol. Banyaknya perubahan kebutuhan oleh owner akibat kejadian yang tidak dapat diprediksi sebelumnya menjadi penyebab utama pada tahap perencanaan. Pada penelitian ini pengolahan data kuantitatif hasil kuesioner menggunakan software SPSS 26. Hasil yang diperoleh Variabel metode pelaksanaan dan metode pengawasan berpengaruh tidak signifikan terhadap perencanaan waktu dengan arah yang positif (searah) sedangkan buffer time berpengaruh signifikan terhadap perencanaan pajak dengan arah yang positif (searah). Penelitian ini pun dilakukan dengan analisis menggunakan Microsoft Project yang melakukan analisa perencanaan waktu dalam pembangunan fly over jalan tol yang menghasilkan dengan perencanaan waktu awal dalam pelaksanaan pembangunan flyover jalan tol sebesar 520 hari yang setelah menggunakan critical chain project management method menjadi 410 hari sehingga ada percapatan waktu pelaksanaan. Hal ini sejalan dengan analisis primer yang menghasilkan buffer time yang menjadi salah satu indicator dalam critical chain project management method berpengaruh dalam perencanaan waktu.
Analisis Kinerja Biaya dan Waktu dengan Metode Earned Value pada Proyek Transportasi Bandar Udara Isfan Dina; Budi Susetyo; Agus Suroso
Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2023.017.03.4

Abstract

The Ministry of Transportation plans to build 16 national strategic airports by 2021. The airports to be built are spread from Sumatra to Papua with a total budget of IDR 1.6 trillion. Projects that are complex and dynamic in their implementation have caused many projects not to go according to plan. Both in terms of time, cost and labor. For this reason, it is necessary to have a consistent and integrated control mechanism for project performance. Earned Value Management (EVM) is one of the appropriate project management techniques used to compare actual work performance against project plans. Outline of project control can identify such as: Time and Schedule ; Is the time used to be longer or faster than the original plan? then, Budget and Costs; Does the budget used exceed the initial budget that has been determined or not, and Performance; Does performance lead to real productivity at the time of reporting? The results of the study explain that in weeks 9 to 12 the SPI value < 1 which indicates that the project is experiencing delays, and starts on schedule in week 13 and accelerates in week 14 while in weeks 15 and 16 it experiences delays again because the value SPI < 1 and back on schedule in week 17. Meanwhile, based on the value of the Cost Performance Index (CPI) only in week 11, the value of CPI < 1 shows that the actual costs incurred are greater than the completion of the volume of work, resulting in cost overruns). and the amount of money needed to complete the rest of the work is Rp. 1,519,229,597.61 with a total project cost of Rp. 6,779,248,539.11 and the estimated time for completion of this project is 22 weeks.