Achmad Fadilah
Sekolah Tinggi Hukum Militer

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Considering Gowok Cultural Traditions as Prostitution is a Logical Fallacy Achmad Fadilah
Jurnal Dinamika Hukum Vol 22, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jdh.2022.22.2.3238

Abstract

Gowok is a cultural tradition that ever existed in Banyumas. This tradition aims to provide understanding, education, and training for a boy who is about to become a teenager or is about to enter the stage of marriage, by a woman who will act as his partner, so that when the boy gets married he can provide physical and spiritual support for his wife. The lack of information about the Gowok cultural tradition makes the construction of the social reality of the community towards the tradition to be bad and negative. Some even think that the Gowok cultural tradition is hidden prostitution. This assumption needs to be straightened out again because it is not entirely true. There are several significant differences between the Gowok cultural tradition and prostitution. This study uses historical research methods with qualitative analysis which is based on literary literacy research and Sin Po newspaper documents in 1941. This study shows that the Gowok cultural tradition experiences misperceptions that continue to mean decadence and ultimately lead to a logical fallacy.Keyword: Gowok, Ronggeng Dukuh Paruk, local wisdom, prostitution, logical fallacy
TANGGUNGJAWAB HUKUM RUMAH SAKIT ATAS KELALAIAN TENAGA MEDIS BERDASARKAN HUKUM KETENAGAKERJAAN Agus Heryanto; Anggiat Lumbantoruan; Achmad Fadilah
Jurnal Ilmiah Galuh Justisi Vol 13, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Galuh Justisi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/justisi.v13i2.18856

Abstract

Tulisan ini membahas tanggung jawab hukum rumah sakit dan tenaga medis dalam penyelesaian sengketa medis di Rumah Sakit, dengan fokus pada perspektif hukum ketenagakerjaan. Dalam konteks layanan kesehatan, rumah sakit dan tenaga medis memiliki peran yang vital dalam memberikan perawatan kepada pasien. Namun, dalam pelaksanaannya, seringkali muncul sengketa medis yang dapat berujung pada tuntutan hukum. Tanggung jawab hukum yang diemban oleh rumah sakit dan tenaga medis tidak hanya berlandaskan pada hukum perikatan, tetapi juga hukum ketenagakerjaan yang mengatur hubungan antara pekerja dan pemberi kerja. Penyelesaian sengketa medis menjadi sangat penting, mengingat dampaknya terhadap kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai tanggung jawab hukum rumah sakit dan tenaga medis dalam konteks ini sangat diperlukan. Jurnal ini akan menguraikan berbagai aspek tanggung jawab hukum yang dimiliki oleh rumah sakit dan tenaga medis terhadap penyelesaian sengketa yang ada. Serta menganalisa bagaimana tanggungjawab hukum atas penyelesaian sengketa medis berdasarkan hubungan hukum ketenagakerjaan. Dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif, diharapkan jurnal ini dapat memberikan wawasan yang komprehensif mengenai isu ini. Melalui analisis yang mendalam, diharapkan dapat ditemukan solusi yang lebih baik dalam penyelesaian sengketa medis, serta meningkatkan perlindungan hukum bagi tenaga medis dan pasien.