Greta Wahongan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN STRES HOSPITALISASI PADA ANAK USIA SEKOLAH 6 -12 TAHUN DI IRINA E BLU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Tewuh, Nelko; Wahongan, Greta; Onibala, Franly
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2213

Abstract

Abstract: Hospitalisasi is the process for a reason that is planning or emergency, requires that children living in the hospital undergoing therapy, treatment until repatriation back home. Nurses are required to have good communication in children that have an effect on the healing process in terms of minimizing the stress hospitalization in children aged 6-12 years. This research aims to know the relationship therapeutic communication a nurse with stress hospitalisasi on school age children 6-12 years. Research methods cross sectional. The technique of sampling that is accidental sampling of as many as 30 respondents. Statistic tests of fisher's exact test with a level of significance α = 0.05. Research results suggest that therapeutic communication, orientation phase with anxious because the separation is obtained a value p = 0,014. Orientation phase with losing control of acquired value p = 0,004. Stage work phase with anxious because the separation is obtained a value p = 0,019. Stage work phase with losing control of acquired value p = 0.047. Termination phase with anxious because separation is obtained a value p = 0.005. The termination phase loss obtained value p = 0,016. Conclusion with the respective test results can be obtained results of the relationship communication nurse’s  with stress hospitalization in school age children 6-12 years. Keywords: Therapeutic Communication, Stress Hospitalization Abstrak: Hospitalisasi merupakan proses karena suatu alasan yang berencana atau darurat, mengharuskan anak tinggal di rumah sakit menjalani terapi, perawatan sampai pemulangan kembali ke rumah. Perawat dituntut memiliki komunikasi yang baik pada anak yang berefek pada proses penyembuhan dalam kaitannya meminimalkan stres hospitalisasi pada anak usia 6-12 tahun. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan stres hospitalisasi pada anak usia sekolah 6-12 tahun. Metode penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling sebanyak 30 responden. Uji statistik fisher exact test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa komunikasi terapeutik,  tahap orientasi dengan cemas karena perpisahan didapatkan nilai p = 0,014. Tahap orientasi dengan kehilangan kendali didapatkan nilai p = 0,004. Tahap kerja dengan cemas karena perpisahan didapatkan nilai p = 0,019. Tahap kerja dengan kehilangan kendali didapatkan nilai p = 0,047. Tahap terminasi dengan cemas karena perpisahan didapatkan nilai p = 0,005. Tahap terminasi dengan kehilangan didapatkan nilai p = 0,016. Kesimpulan : Diperoleh hasil adanya hubungan komunikasi perawat dengan stres hospitalisasi pada anak usia sekolah 6-12 tahun. Kata Kunci : Komunikasi Terapeutik, Stres Hospitalisasi
Efektivitas Edukasi Berbasis Health Belief Model terhadap Pengetahuan dan Sikap Tenaga Kesehatan dalam Pencegahan Infeksi Tuberkulosis Priscilia, Lumataw Fransisca; Kaseke, Martha Marie; Wahongan, Greta; Tuda, Josef Sem Berth; Sumampouw, Oksfriani Jufri
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2503

Abstract

Indonesia menempati peringkat kedua kasus Tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia, dengan risiko penularan yang signifikan di fasilitas pelayanan kesehatan. Tenaga kesehatan merupakan kelompok berisiko tinggi sehingga penguatan pengetahuan dan sikap pencegahan menjadi sangat penting. Pendekatan edukasi berbasis Health Belief Model (HBM) berpotensi meningkatkan pemahaman dan motivasi tenaga kesehatan dalam menerapkan perilaku pencegahan TB. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas edukasi berbasis Health Belief Model terhadap pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan mengenai pencegahan penularan Tuberkulosis Paru di RSUD Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan desain true experimental dengan pendekatan pretest–posttest control group. Sebanyak 60 tenaga kesehatan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol melalui simple random sampling. Intervensi edukasi berbasis HBM dilaksanakan dalam tiga sesi terstruktur. Data dianalisis menggunakan uji independent sample t-test, N-Gain score, dan ANCOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi mengalami peningkatan pengetahuan dan sikap yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol (p<0,05), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan bermakna. Edukasi berbasis HBM terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kognitif dan afektif tenaga kesehatan terkait pencegahan penularan TB Paru. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi berbasis teori perilaku perlu diintegrasikan secara sistematis dalam kebijakan promosi dan pencegahan TB di fasilitas pelayanan kesehatan guna memperkuat kepatuhan tenaga kesehatan dan menurunkan risiko penularan nosokomial.