Elza Surmaini
Kementerian Pertanian (Kementan)

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HYDRO-METEOROLOGICAL CHARACTERISTICS FOR SUSTAINABLE LAND MANAGEMENT IN THE SINGKARAK BASIN, WEST SUMATRA Kasdi Subagyono; Budi Kartiwa; H. Sosiawan; Elza Surmaini
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.38 KB) | DOI: 10.31172/jmg.v9i2.25

Abstract

Studi tentang karakteristik hidro-meteorologi telah dilakukan di wilayah danau Singkarak pada 2006-2007 dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Stasiun iklim otomatis dan pengukur tinggi muka air otomatis dipasang untuk memonitor data hidrologi dan meteorologi di wilayah cekungan Singkarak. Data meteorologi dianalisa untuk mengetahui karakteristik iklim di wilayah sekitar danau. Model hidrologi GR4J dan H2U diaplikasikan untuk simulasi discharge dan untuk mengkarakterisasi proses hidrologi di wilayah danau. Simulasi model aliran divalidasi pada musim hujan. Alternatif pengelolaan lahan diformulasikan berdasarkan karakteristik hidrologi daerah aliran sungai di sekitar cekungan Singkarak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah tangkapan di sekitar danau Singkarak memiliki respon yang tinggi terhadap jumlah dan intensitas hujan. Hidrograp menunjukkan peningkatan yang tajam dari discharge segera setelah curah hujan mulai dan menurun relative lamban ketika curah hujan berhenti. Untuk pengelolaan lahan secara berkelanjutan di wilayah danau Singkarak, konservasi lahan dan air harus menjadi prioritas utama. Wanatani dapat diimplementasikan sebagai alternatif sistem pertanaman oleh penduduk lokal. Karena potensi kelangkaan air bisa terjadi pada periode kering, panen air dan konservasi air dapat diterapkan sebagai opsi yang dapat dikombinasikan dalam sistem pengelolaan lahan. Hydro-meteorological processes of the Singkarak basin has been studied involving participatory of local community in 2006-2007. Automatic weather station (AWS) and automatic water level recorder (AWLR) were installed to record meteorological and hydrological data within the Singkarak Basin. Meteorological data was analyzed to understand the meteorological characteristic surrounding the Basin area. Model of GR4J and H2U were used to simulated discharge and to understand the hydrological processes within the basin. The validation of simulated discharge was done in the wet season. Best bet menu of land management options was formulated based on hydro-meteorological characteristics of the catchments surrounding Singkarak basin. The results showed that the catchments have high response to rainfall producing runoff that is discharged to the lake. The hydrograph data shows that the discharge sharply increased immediately after rainfall started then decreased quite slowly when rainfall ended. For sustainable land management in the Singkarak basin, land and water conservation have to be a priority options. Agro-forestry may be a better cropping system that has to be applied by local community. Since potential water scarcity during dry spell period may occur, water harvesting and water conservation are better options to be associated into the land management system.
VERIFIKASI PREDIKSI CURAH HUJAN ENSEMBLE MENGGUNAKAN METODE ROC Elza Surmaini; Tri Wahyu Hadi
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v21i1.618

Abstract

Prediksi musim dibutuhkan untuk merencanakan waktu tanam adalah 1-2 musim ke depan. Informasi jumlah curah hujan dan deret hari kering merupakan parameter yang diperlukan dalam perencanaan pertanian. Penelitian bertujuan untuk menguji kemampuan model prediksi curah hujan musim ensemble, menentukan peluang optimal pengambilan keputusan, dan menentukan akurasi prediksi berdasarkan peluang optimal. Verifikasi model dilakukan untuk musim kemarau (MK) I (Februari-Mei) dan MK 2 (Mei-Agustus) pada daerah dengan pola hujan monsunal (Kabupaten Indramayu) dan MK 1 (Mei-Agustus) untuk pola hujan lokal (Kabupaten Bone). Keluaran prediksi musim dari Climate Forecast System (CFS) v2 digunakan untuk men-downscale jumlah curah hujan (CH) dan deret hari kering ≥15 hari (DHK15) di wilayah penelitian. Downscaling menggunakan metode Constructed Analogue dengan prediktor angin pada paras 850 hPa pada lima wilayah monsun. Metode yang digunakan untuk mengevaluasi keandalan prediksi probabilistik adalah Relative Operating Characteristics. Peluang optimal berdasarkan cut point ditentukan menggunakan Youden Indeks, dan akurasi prediksi pada peluang optimal ditentukan dengan metode Proportion of Correct. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan menggunakan peluang optimal berdasarkan cut point untuk pengambilan keputusan dapat meningkatkan keandalan prediksi jumlah curah hujan sebesar 5-17% pada MK1 dan 3-24% pada MK2, dan frekuensi DHK15 sebesar 2-10%. The seasonal predictions are needed to adjust planting time for the following 1-2 seasons. Information on the amount of rainfall and dry spell is an appropriate parameter in agricultural planning. The research aimed to examine the skill of ensemble seasonal rainfall prediction models, to determine an optimal probability for making decisions, and to determines the skill of seasonal prediction based on optimal probability. Model verifications were assessed in Dry Season Planting (DSP)1 (February-May) and DSP2 (May-August in Monsoonal (Indramayu District) dan DSP1 (Mei-August) in Local (Bone District) Rainfall Pattern. We used Relative Operating Characteristics to evaluate the skill of probabilistic predictions. The optimal cut-point was assessed using the Youden Index, and the skill of prediction at an optimal cut point was determined using the Proportion of Correct method. In conclusion, the results show that the use of the optimal probability at the cut point in decision-making increase the skill of rainfall prediction 5-17% in DSP1 and 3-24% in DSP2. As for the frequency of DHK15, the skill increases by 2-10%.
PENYUSUNAN SKENARIO MASA TANAM BERDASARKAN PRAKIRAAN CURAH HUJAN DI SENTRA PRODUKSI PANGAN Woro Estiningtyas; Elza Surmaini; Kharmila Sari Hariyanti
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 9, No 1 (2008)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v9i1.22

Abstract

Using deterministic model to forecast rainfall in tropical region in which its determinants quite complicated, dynamic and random is unmanageable. Therefore, it needs statistical model renewable in real time. Kalman filter combines between physical and statistical model approach to be stochastic model that has been renewable anytime for objective on line forecasting. Model validation relate rainfall and sea surface temperature Nino 3.4 gives correlation coefficient value of more than 75%. It implies that predicting model using Kalman Filter is feasible to forecast montly rainfall to design cropping pattern. Crops water balance is computed using local rainfall pattern, but a long with increased intensity and frequency of climate anomaly the computed water balance needs to be renewed more frequently through cropping pattern setting based on forecast aspects. Rainfall prediction with Kalman filtering result coeficient correlation of validation 48-92%. Results of cropping pattern scenarios based on predicted rainfall show there are periods with harvest losses more than 20% especialy in the locations with unequel annual rainfall distribution. Thus, it is not recommended to plant seasonal crops. Sukamandi show the characteristic model better than Tamanbogo, Batang and Wonosari. Date of planting that have risk decreasing of yield are 1 and 11 November (Tamanbogo), 1 November-1 January, and 21 February (Sukamandi), 1 November-1 December (Batang) and  1 November, 11 and 21 February (Wonosari). For application of cropping patterns scenario, rainfall prediction model needs to be renewed spacial and temporal based on rainfall data prediction real time supported with soil and crops data. Cover area conditional from rainfall station (topography, wind ward, etc) need considered if we want to apply cropiing pattern scenario.  Penggunaan model deterministik untuk prediksi curah hujan di daerah tropik yang faktor determinannya sangat komplek, dinamis dan acak sangat rumit. Oleh karena itu diperlukan model statistik yang dapat diperbarui secara real time. Filter Kalman menggabungkan pendekatan model fisik dan statistik menjadi model stokastik yang dapat diperbarui setiap saat untuk tujuan peramalan segera (on line forecasting). Validasi model yang menghubungkan curah hujan dan suhu permukaan laut Nio 3.4 menghasilkan nilai koefisien korelasi lebih dari 75%. Artinya model prediksi dengan Filter Kalman ini dapat digunakan untuk memprakirakan curah hujan bulanan dan diaplikasikan untuk penyusunan masa tanam. Selama ini neraca air tanaman dihitung berdasarkan pola curah hujan setempat, namun dengan meningkatnya intensitas dan frekuensi anomali iklim akan menyebabkan hasil komputasi neraca air harus diperbarui setiap saat melalui penyusunan masa tanam yang memperhitungkan aspek prediksi. Prakiraan curah hujan dengan metode Filter Kalman menghasilkan nilai koefisien korelasi validasi 48-92%. Hasil skenario pola tanam berdasarkan data prediksi curah hujan memperlihatkan bahwa ditemukan periode-periode dengan persentase kehilangan hasil lebih dari 20%, terutama pada lokasi dengan distribusi curah hujan yang tidak merata sepanjang tahun. Dengan demikian tidak disarankan untuk melakukan penanaman pada periode tersebut. Lokasi Sukamandi memperlihatkan karakteristik model yang lebih bagus dibandingkan Tamanbogo, Batang, Wonosari. Tanggal tanam yang diperkirakan beresiko menurunkan hasil adalah 1 dan 11 November (di Tamanbogo), 1 November-1 Januari, dan 21 Februari (di Sukamandi), 1 November-1 Desember (di Batang) dan  1 November, 11 dan 21 Februari (di Wonosari). Untuk aplikasi skenario masa tanam, model prakiraan hujan perlu di perbarui di setiap saat dan tempat berdasarkan data prakiraan curah hujan terbaru di dukung dengan data tanah dan tanaman. Selain itu perlu diperhatikan cakupan wilayah yang bisa diwakili oleh stasiun hujan yang digunakan. Untuk itu perlu dipertimbangkan kondisi topografi, arah hadap angin dan sebagainya.
VERIFIKASI PREDIKSI CURAH HUJAN ENSEMBLE MENGGUNAKAN METODE ROC Elza Surmaini; Tri Wahyu Hadi
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 21 No. 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v21i1.618

Abstract

Prediksi musim dibutuhkan untuk merencanakan waktu tanam adalah 1-2 musim ke depan. Informasi jumlah curah hujan dan deret hari kering merupakan parameter yang diperlukan dalam perencanaan pertanian. Penelitian bertujuan untuk menguji kemampuan model prediksi curah hujan musim ensemble, menentukan peluang optimal pengambilan keputusan, dan menentukan akurasi prediksi berdasarkan peluang optimal. Verifikasi model dilakukan untuk musim kemarau (MK) I (Februari-Mei) dan MK 2 (Mei-Agustus) pada daerah dengan pola hujan monsunal (Kabupaten Indramayu) dan MK 1 (Mei-Agustus) untuk pola hujan lokal (Kabupaten Bone). Keluaran prediksi musim dari Climate Forecast System (CFS) v2 digunakan untuk men-downscale jumlah curah hujan (CH) dan deret hari kering ≥15 hari (DHK15) di wilayah penelitian. Downscaling menggunakan metode Constructed Analogue dengan prediktor angin pada paras 850 hPa pada lima wilayah monsun. Metode yang digunakan untuk mengevaluasi keandalan prediksi probabilistik adalah Relative Operating Characteristics. Peluang optimal berdasarkan cut point ditentukan menggunakan Youden Indeks, dan akurasi prediksi pada peluang optimal ditentukan dengan metode Proportion of Correct. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan menggunakan peluang optimal berdasarkan cut point untuk pengambilan keputusan dapat meningkatkan keandalan prediksi jumlah curah hujan sebesar 5-17% pada MK1 dan 3-24% pada MK2, dan frekuensi DHK15 sebesar 2-10%. The seasonal predictions are needed to adjust planting time for the following 1-2 seasons. Information on the amount of rainfall and dry spell is an appropriate parameter in agricultural planning. The research aimed to examine the skill of ensemble seasonal rainfall prediction models, to determine an optimal probability for making decisions, and to determines the skill of seasonal prediction based on optimal probability. Model verifications were assessed in Dry Season Planting (DSP)1 (February-May) and DSP2 (May-August in Monsoonal (Indramayu District) dan DSP1 (Mei-August) in Local (Bone District) Rainfall Pattern. We used Relative Operating Characteristics to evaluate the skill of probabilistic predictions. The optimal cut-point was assessed using the Youden Index, and the skill of prediction at an optimal cut point was determined using the Proportion of Correct method. In conclusion, the results show that the use of the optimal probability at the cut point in decision-making increase the skill of rainfall prediction 5-17% in DSP1 and 3-24% in DSP2. As for the frequency of DHK15, the skill increases by 2-10%.