Supriyanto Rohadi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Perubahan Parameter Fisis dan Kimiawi Sebagai Studi Prekursor Gempa Bumi di Wilayah Yogyakarta Divyana Meidita; Agustya Adi Martha; Yosi Setiawan; Supriyanto Rohadi
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 22, No 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1799.913 KB) | DOI: 10.31172/jmg.v22i1.766

Abstract

Gempa merusak pernah terjadi di sekitar Sesar Opak, Yogyakarta pada 27 Mei 2006 dengan kekuatan 6,3 Mw. Sebagai upaya mitigasi, BMKG melakukan pengamatan parameter fisis dan kimiawi dengan memasang sensor parameter prekursor di Stasiun Pundong dan Piyungan, Yogyakarta. Data parameter prekursor (radon, geotemperatur, suhu udara, dan ketinggian air tanah) diperoleh dari Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) BMKG, sedangkan data parameter gempa bumi diperoleh dari katalog BMKG dengan kriteria magnitudo  dan jarak episenter dalam radius km pada tahun 2018. Penelitian ini menganalisis variasi nilai parameter prekursor yang berasosiasi dengan aktivitas gempa bumi di wilayah Yogyakarta. Pengolahan data mengacu pada beberapa penelitian terdahulu dengan menggunakan metode statistik. Validasi dilakukan secara kuantitatif menggunakan data curah hujan dan secara kualitatif menggunakan data kondisi geologi dari studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan adanya indikasi perubahan nilai parameter prekursor sebelum gempa bumi dengan variasi nilai yang dipengaruhi oleh besarnya parameter gempa, tetapi masih sulit dibedakan apakah anomali terjadi akibat aktivitas tektonik atau kondisi meteorologis.
PERCEPATAN TANAH MAKSIMUM DI PERMUKAAN PADA WILAYAH DKI JAKARTA MENGGUNAKAN METODE PROBABILISTIK Tio Azhar Prakoso Setiadi; Arif Rachman Hakim; Rian Mahendra Taruna; Supriyanto Rohadi; Pupung Susilanto
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 21, No 2 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.584 KB) | DOI: 10.31172/jmg.v21i2.593

Abstract

Gempa bumi Banten berkekuatan 6,2 Mw pada tanggal 23 Januari 2018 menarik perhatian para ahli tentang pentingnya pengetahuan mengenai percepatan tanah maksimum dan spektra percepatan di permukaan untuk wilayah DKI Jakarta. Hasil PGAM, SMS, dan SM1 memegang peranan penting dalam peraturan desain seismik. wilayah DKI Jakarta. Hasil PGAM, SMS, dan SM1 memegang peranan penting dalam peraturan desain seismik. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan PGAM, SMS, dan SM1 untuk wilayah DKI Jakarta menggunakan Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA). Data yang digunakan adalah katalog gempa bumi BMKG, ISC, dan USGS dari tahun 1900 – 2018. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai PGAM untuk untuk probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun di wilayah DKI Jakarta bervariasi dari 0,35 – 0,5 g. Sementara itu nilai SMS, dan SM1 untuk untuk probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun di wilayah DKI Jakarta bervariasi dari 0,65 – 1g dan 0,8 – 1g. Nilai PGAM, SMS, dan SM1 relatif lebih tinggi di wilayah Kota Jakarta Selatan, Kota Jakarta Barat, dan Kota Jakarta Utara.  The Mw 6.2 Banten earthquake on January 23, 2018, draws researchers’ attention to the importance of information about Peak Ground Acceleration and spectral acceleration on the surface for the DKI Jakarta area. The results of PGAM, SMS, and SM1 play an important role in the rules of seismic design. The purpose of this study was to determine PGAM, SMS, and SM1 for the DKI Jakarta area using Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA). The data used are the earthquake catalog BMKG, ISC, and USGS from 1900 - 2018. The analysis shows that the value of PGAM for DKI Jakarta varies from 0.35 – 0.5 g. Meanwhile, the value of SMS, and SM1 varies from 0.50 - 0.1 g and 0.8 - 1 g. The values of PGAM, SMS, and SM1 are relatively higher in the area of South Jakarta City, West Jakarta City, and North Jakarta City. 
PERCEPATAN TANAH MAKSIMUM DI PERMUKAAN PADA WILAYAH DKI JAKARTA MENGGUNAKAN METODE PROBABILISTIK Tio Azhar Prakoso Setiadi; Arif Rachman Hakim; Rian Mahendra Taruna; Supriyanto Rohadi; Pupung Susilanto
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 21 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v21i2.593

Abstract

Gempa bumi Banten berkekuatan 6,2 Mw pada tanggal 23 Januari 2018 menarik perhatian para ahli tentang pentingnya pengetahuan mengenai percepatan tanah maksimum dan spektra percepatan di permukaan untuk wilayah DKI Jakarta. Hasil PGAM, SMS, dan SM1 memegang peranan penting dalam peraturan desain seismik. wilayah DKI Jakarta. Hasil PGAM, SMS, dan SM1 memegang peranan penting dalam peraturan desain seismik. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan PGAM, SMS, dan SM1 untuk wilayah DKI Jakarta menggunakan Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA). Data yang digunakan adalah katalog gempa bumi BMKG, ISC, dan USGS dari tahun 1900 – 2018. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai PGAM untuk untuk probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun di wilayah DKI Jakarta bervariasi dari 0,35 – 0,5 g. Sementara itu nilai SMS, dan SM1 untuk untuk probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun di wilayah DKI Jakarta bervariasi dari 0,65 – 1g dan 0,8 – 1g. Nilai PGAM, SMS, dan SM1 relatif lebih tinggi di wilayah Kota Jakarta Selatan, Kota Jakarta Barat, dan Kota Jakarta Utara.  The Mw 6.2 Banten earthquake on January 23, 2018, draws researchers’ attention to the importance of information about Peak Ground Acceleration and spectral acceleration on the surface for the DKI Jakarta area. The results of PGAM, SMS, and SM1 play an important role in the rules of seismic design. The purpose of this study was to determine PGAM, SMS, and SM1 for the DKI Jakarta area using Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA). The data used are the earthquake catalog BMKG, ISC, and USGS from 1900 - 2018. The analysis shows that the value of PGAM for DKI Jakarta varies from 0.35 – 0.5 g. Meanwhile, the value of SMS, and SM1 varies from 0.50 - 0.1 g and 0.8 - 1 g. The values of PGAM, SMS, and SM1 are relatively higher in the area of South Jakarta City, West Jakarta City, and North Jakarta City. 
Analisis Perubahan Parameter Fisis dan Kimiawi Sebagai Studi Prekursor Gempa Bumi di Wilayah Yogyakarta Divyana Meidita; Agustya Adi Martha; Yosi Setiawan; Supriyanto Rohadi
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 22 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v22i1.766

Abstract

Gempa merusak pernah terjadi di sekitar Sesar Opak, Yogyakarta pada 27 Mei 2006 dengan kekuatan 6,3 Mw. Sebagai upaya mitigasi, BMKG melakukan pengamatan parameter fisis dan kimiawi dengan memasang sensor parameter prekursor di Stasiun Pundong dan Piyungan, Yogyakarta. Data parameter prekursor (radon, geotemperatur, suhu udara, dan ketinggian air tanah) diperoleh dari Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) BMKG, sedangkan data parameter gempa bumi diperoleh dari katalog BMKG dengan kriteria magnitudo  dan jarak episenter dalam radius km pada tahun 2018. Penelitian ini menganalisis variasi nilai parameter prekursor yang berasosiasi dengan aktivitas gempa bumi di wilayah Yogyakarta. Pengolahan data mengacu pada beberapa penelitian terdahulu dengan menggunakan metode statistik. Validasi dilakukan secara kuantitatif menggunakan data curah hujan dan secara kualitatif menggunakan data kondisi geologi dari studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan adanya indikasi perubahan nilai parameter prekursor sebelum gempa bumi dengan variasi nilai yang dipengaruhi oleh besarnya parameter gempa, tetapi masih sulit dibedakan apakah anomali terjadi akibat aktivitas tektonik atau kondisi meteorologis.