Muslikh
Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR – FAKTOR KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI DI KABUPATEN MERAUKE PAPUA BERDASARKAN STUDI KASUS DI INDONESIA Anggara Hutahaen; Arief Setiawan Budi Nugroho; Muslikh
TEKNISIA Vol 27 No 1 (2022): Teknisia
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknisia.vol27.iss1.art1

Abstract

The increasingly high development in Indonesia has spurred the number of construction service companies to increase. On the other hand, the increase in the growth of construction service companies has not been accompanied by a good atmosphere of construction implementation. As a result, delays in completing work have become commonplace in construction projects in Indonesia, the eastern part, and especially Papua. This research investigated the factors causing delays in completing construction work in Papua Province, especially in Merauke Regency. Questionnaires were distributed to contractors registered as members of GAPEKSINDO and domiciled in the Merauke district. The purposive sampling technique took the number of samples. The data analysis in this research used a Non-Parametric Statistical Test with Kendall's W analysis using SPSS 25.0 for the Windows program. The seven main factors that cause construction project delays are related to consultants. The test results show that the main factor of delay in construction projects in the Merauke Regency is the labor factor, with a mean rank value of 2.56. Factors that do not affect construction delays are other factors with a mean rank value of 5.28.
Analisis Perilaku Jembatan Box Girder Beton Prategang Fly Over Jombor Yogyakarta Ruas P2-R2 Pada Masa Konstruksi Ilham Setya Budi; Djoko Sulistyo; Muslikh
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2022): Volume 7. No.1 Februari 2022
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transfer gaya prategang pada struktur jembatan dengan kelengkungan horisontal akan mengakibatkan adanya gerakan struktur ke arah horisontal. Pada saat pelaksanaan konstruksi jembatan adanya gerakan horisontal ini diakomodir dengan memberikan ruang gerak pada angkur pot bearing agar tidak terjadi retak pada beton dan atau patah pada angkur tumpuan pada saat transfer gaya prategang. Pengetahuan mengenai arah dan besarnya gerakan horisontal maupun tegangan beton pada saat transfer gaya prategang ini diperlukan untuk menyediakan besaran ruang gerak angkur pot bearing yang diperlukan untuk mengakomodir gerakan horisontal struktur diatasnya.Penelitian ini adalah studi review terhadap jembatan fly overJombor bentang P2-R2 pada masa konstruksi. Salah satu elemen struktur jembatan dimodelkan dengan elemen frame menggunakan software Midas. Penelitian ini dilakukan dengan meninjau tegangan dan displacement struktur pada lengkung horisontal segmen P2-R2 saat pemberian gaya prategang 25%fps, 50%fps, 75%fps dan 100%fps.Analisis struktur secara keseluruhan menyimpulkan bahwa semua tegangan tarik beton yang terjadi pada struktur setelah berakhir proses transfer gaya prategang menimbulkan tegangan tarik yang melampaui batas tegangan tarik ijin. Tegangan tekan yang terjadi setelah transfer gaya prategang tidak melampaui batas ijin. Tegangan tarik terbesar terjadi pada daerah tumpuan sebesar 11,8 MPa yang berpotensi menimbulkan retak pada beton. Tegangan tekan beton terbesar bernilai 9,49 MPa. Deformasi struktur terjadi pada arah sumbu x,y maupun z. Deformasi terbesar terjadi pada arah sumbu-y positif sebesar 2,24 mm dan deformasi arah sumbu-x berarah negatif sebesar 18,99 mm.