Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERSEPSI PELAKU ABORSI DENGAN PENYALAHGUNAAN OBAT-OBATAN TENTANG BAHAYANYA Windadari Murni Hartini; Ismiyati .
JURNAL ILMU KESEHATAN BHAKTI SETYA MEDIKA Vol. 2 (2017): Jurnal Bhakti Setya Medika
Publisher : Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.526 KB) | DOI: 10.56727/bsm.v2i.15

Abstract

Penyalahgunaan obat diantaranya menggunakan obat dengan tujuan untuk aborsi. Aborsi adalah salah satu kasus menonjol di Indonesia. Sedikitnya 2 juta kasus abortus secara sengaja yang dilakukan tidak sesuai standar keamanan berlangsung setiap tahun. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Persepsi pelaku aborsi tentang tindakan aborsi merupakan hal yang berbahaya, mengakibatkan sakit, menimbulkan cacat pada janin apabila aborsi tidak berhasil dan bahkan kematian, tetapi mereka tetap melakukan aborsi karena menganggap aborsi sebagai suatu solusi. Alasan wanita melakukan upaya aborsi untuk mengakhiri kehamilannya adalah ketidaksiapan karena perasaan malu, alasan pekerjaan, belum menikah, kondisi perekonomian keluarga, jumlah anak, jarak kehamilan dengan anak terlalu dekat. Sumber informasi untuk melakukan upaya aborsi terutama dari teman dekat, sedangkan apotek dan toko obat hanya untuk mendapatkan obat untuk aborsi, bukan merupakan sumber informasi cara melakukan upaya aborsi. Jenis-jenis obat yang digunakan berupa ramuan tradisional (mrica, nanas, bawang), sediaan jamu tradisional (kiranti, EM kapsul, jamu kates, alkohol, obat modern yang tidak diketahui jenis dan mereknya oleh pelaku dan pengalaman pelaku setelah berhasil melakukan aborsi sangat ambivalen antara sedih, senang dan lega.
SiMONA sebagai Upaya Preventif dan Swamedikasi Penyakit Tidak Menular pada Kader Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) Windadari Murni Hartini; Ismiyati Ismiyati
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2021): Maret: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v1i1.1498

Abstract

SiMONA (Sediaan Minuman Obat Keluarga) merupakan model pengolahan tanaman obat menjadi sediaan minuman obat dalam bentuk jamu, serbuk minuman instan maupun sirup yang lebih mudah dan menarik untuk dikonsumsi masyarakat. Pengolahan produk TOGA menjadi produk terapi ini dapat membantu masyarakat menuju kemandirian kesehatan, mengingat kondisi kesehatan masyarakat yang masih perlu mendapat perhatian, khusunya dalam mencegah maupun swamedikasi terhadap penyakit tidak menular yang saat ini semakin meningkat. Permasalahan mitra yang merupakan Kelompok Kader Posbindu PTM Besa Bopongan RT 03 Tamanan, Banguntapan Bantul dan Kelompok Kader Dasawisma RT 01 Banginharjo, Sewon, Bantul adalah masih kurang pengetahuan dan ketrampilan tentang cara pencegahan dan swamedikasi dengan memanfaatkan TOGA. Hasil Program IbM dapat meningkatkan pengetahuan mitra tentang potensi TOGA sebagai pendukung terapi penyakit tidak menular, Mitra mampu mengolah TOGA menjadi produk SiMONA dalam kemasan yang menarik dan mudah untuk dikonsumsi, serta sudah terbentuk perintisan usaha bersama dalam suatu unit bisnis melalui Pos Herbal SiMona.
An Axiological Perspective On Abortion Decisions: A Case Study Of Individuals' Reasons As A Reflection Of Values And Ethics Windadari Murni Hartini; Suryo Ediyono
International Journal of Education, Language, Literature, Arts, Culture, and Social Humanities Vol. 1 No. 4 (2023): November : International Journal of Education, Language, Literature, Arts, Cult
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/ijellacush.v1i4.681

Abstract

Abortion, as an intentional act of terminating pregnancy, focuses on various reasons, including maternal health conditions, fetal abnormalities, pregnancies resulting from rape, and economic and social factors. Abortion is considered a significant public health issue, particularly due to its substantial impact on maternal morbidity and mortality. This study also highlights the importance of considering values and ethics in abortion decision-making, emphasizing the role of an axiological approach. The research method is qualitative with a phenomenological approach. The findings indicate that abortion decisions are influenced by economic factors, marital status, and psychosocial aspects. An axiological approach is crucial for considering ethical and moral values in abortion decisions.
Gaya Hidup Konsumsi Kopi dan Implikasinya terhadap Insiden Hipertensi pada Calon Pendonor Darah Rendi Ariyanto Sinanto; Eva Viaristin; Rudina Azimata Rosyidah; Windadari Murni Hartini
Medika Promkes : Jurnal Kreativitas Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2026): Medika Promkes : Jurnal Kreativitas Kesehatan
Publisher : PT. Promosi Kesehatan Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background: Hypertension is a significant health problem and can affect a person's eligibility to donate blood. Elevated blood pressure can lead to serious health risks, including stroke and heart attack. One factor contributing to this increase is the caffeine in coffee, which is thought to increase blood pressure, so understanding its impact on potential donors is important. This study aims to analyze the relationship between coffee consumption and the incidence of hypertension among potential donors at the Indonesian Red Cross (PMI) Blood Donor Unit (UTD) in Yogyakarta City in 2025. Methods: The research method used was an analytical survey with a cross-sectional design, using primary data from questionnaires administered to donors. This study was conducted in January 2025 among donors at the PMI Blood Donor Unit (UTD) in Yogyakarta City. A sample of 65 respondents was selected using a purposive sampling technique using questionnaires and digital blood pressure monitors. Univariate and bivariate analyses used the Chi-Square test. Results and Discussion: The results showed that of the 65 respondents, 43 (66.2%) were moderate coffee consumers, 15 (23.1%) were high coffee consumers, and 7 (10.8%) were low coffee consumers. Respondents with no history of hypertension were 32 people (49.2%), with hypertension were 33 people (50.8%). The results of the Chi Square test analysis between coffee consumption and the incidence of hypertension in respondents showed that there was a significant relationship between coffee consumption and the incidence of hypertension in prospective donors at the UTD PMI Yogyakarta City in 2025 with a sig. value (two-sided) = 0.000 (<0.05). Conclusion: There is a significant relationship between coffee consumption and the incidence of hypertension in potential blood donors.