Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Poster Sebagai Media Pembelajaran Sejarah Afrika Esa P.B.G.G. Patridina; Dinar Rizky Listyaputri
JURNAL PENDIDIKAN Vol 31, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v31i2.2654

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan serta proses berpikir dan pertimbangan mahasiswa dalam membuat desain poster. Penelitian kualitatif ini menggunakan subjek sebanyak sebelas mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah yang mengikuti perkuliahan Sejarah Afrika. Instrumen penelitian berupa tugas membuat poster tematik tentang kerajaan di Afrika dan wawancara untuk mengetahui proses berpikir serta pertimbangan dan pemahaman komunikasi visual mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sembilan subjek mengaplikasikan skema Colour Theory dan Colour Harmony walaupun subjek belum mengenal teori tersebut. Hanya dua subjek yang belum mengaplikasikan skema warna Visibilitas huruf pada poster cukup jelas walaupun terdapat delapan subjek memilih warna yang tidak sesuai dengan skema poster dan terdapat dua subjek memilih jenis huruf display yang tidak sesuai dengan hierarki teks. Pemilihan gambar cukup sesuai dengan materi karena hal tersebut menjadi pertimbangan utama dalam membuat poster. Akan tetapi, terdapat satu subjek yang memilih gambar cukup vulgar, sehingga kurang sesuai bagi pembaca pada jenjang pendidikan SD sampai SMA. Secara umum subjek tidak mempertimbangkan target pembaca. Hanya satu subjek yang mempertimbangkan target pembaca, bahkan teridentifikasi menggunakan User-Centered Design.
PEMANFAATAN BANGUNAN CAGAR BUDAYA BENTENG KEDUNG COWEK SEBAGAI PARIWISATA SEJARAH Agus Nur Rochman Suwargi; Dian Hariyanti; Siti Raisha Della Vega; Dinar Rizky Listyaputri
KRONIK : Journal of History Education and Historiography Vol 7 No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The long history experienced by the Indonesian nation and various events ranging from the formation of the Kingdom to the Reformation have made historic buildings or relics found in almost all regions and cities in Indonesia. The city of Surabaya is one of the cities that has many well-known historical sites. The Surabaya City Government has made efforts to revitalize and improve various kinds of historical sites so they can become tourist attractions and cultural heritage sites. This aims to align the image of the city of Surabaya with the title “City of Heroes.” Even so, there are still historical buildings that are not maintained and seem abandoned, one of which is Fort Kedung Cowek. This fort, which is a legacy of the Dutch East Indies Government, has existed since 1900 and is also related to the 11 November Incident in Surabaya. Therefore, with this background and relatively high welfare values, the research aims to find the potential for the proper utilization of Fort Kedung Cowek as historical tourism in the city of Surabaya. The methods used in this research are the historical method and the descriptive qualitative method to obtain results or conclusions from the theme taken, namely the potential use of Fort Kedung Cowek as historical tourism.
PELATIHAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS LUMIO BAGI GURU SEJARAH JAWA TIMUR Sri Mastuti; Agus Suprijono; Corry Liana; Riyadi Riyadi; Septina Alrianingrum; Dinar Rizky Listyaputri; Izzatul Fajriyah
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 1 (2025): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v3i1.35786

Abstract

Keberadaan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru.Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, seorang guru harus memahami dan memiliki kemampuan Pengetahuan Pedagogi Konten Teknologi (TPCK) di dalam dirinya. Berkaitan dengan Pengetahuan Konten Pedagogis (PCK), yang terdiri dari pengetahuan konten dan pengetahuan pedagogis yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru, pemerintah Republik Indonesia sebenarnya telah mengatur hal tersebut melalui Peraturan Pemerintah Nomor.74 tahun 2008. Pada rumusan Peraturan Pemerintah tersebut, salah satunya adalah bahwa seorang guru harus menguasai dan menggunakan teknologi dalam pembelajarannya. Kompetensi tersebut ditingkatkan melalui Kurikulum Merdeka yang telah mewajibkan penggunaan sumber-sumber belajar digital dalam pembelajaran yang disusun oleh para guru. Berdasarkan hal tersebut, sudahkah para guru menggunakan aplikasi digital dalam pembelajarannya? Oleh karena sangat pentingnyaa, penguatan literasi digital dalam hal pemanfaatan aplikasi digital untuk pembelajaran sejarah, maka pelatihan penggunaan ekosistem Lumio untuk mengembangkan inovasi pembelajaran sejarah bermanfaat secara signifikan meningkatkan ketrampilan guru dalam penggunaan tehnologi digital.Habituasi guru dalam penggunaan tehnologi cukup tinggi yaitu 85,4, tetapi dalam hal  penggunaan aplikasi pembelajaran terintegrasi hampir tidak ada. Karena itu untuk lebih menguatkan literasi digital guru sejarah maka dilakukan pelatihan pemanfaatan aplikasi Lumio untuk pembelajaran sejarah. Pelatihan dirancang dengan menggunakan model hybrid (in-house/off-site training dan online/virtual training), yang terdiri dari dua sesi pertemuan dan satu sesi penugasan. Sesi pertama dilakukan tes diagnostic ekosistem digital untuk mengetahui seberapa jauh literasi digital guru. Kemudian dilanjutkan pemaparan materi pemahaman konsep dan materi ekosistem digital. Pertemuan kedua diisi dengan perancangan penyusunan inovasi perangkat pembelajaran digital. Dan sesi ketiga berupa kegiatan penugasan yang dilaksanakandibawah bimbingan, dengan hasil akhir berupa inovasi perangkat pembelajaran digital yang terintegrasi dengan platform Lumio. Hasil pelatihan menunjukkan, para guru sejarah berhasil menyusun perangkat pembelajaran digital yang inovatif secara mandiri. Para guru mencapai keberhasilan dalam membuat desain kelas dan pembelajaran sejarah di aplikasi Lumio dengan cara mengisi perpustakaan Lumio dengan bahan ajar, materi ajar, dan asesmen. Dengan demikian para guru sejarah berhasil memanfaatkan aplikasi Lumio untuk pembelajaran sejarah.