Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Respon Guru Terhadap Penggunaan Media Tiga Dimensi Bentuk Muka Bumi Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial sukma perdana prasetya; Ali Imron; Riyadi Riyadi
SOSEARCH : Social Science Educational Research Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media tiga dimensi (3D) bentuk muka bumi sangat berpotensi untuk mengenalkan fenomena yang dapat dikaji dalam pembelajaran IPS. Akan tetapi, guru masih belum melakukan pemanfaatan media 3D dalam pembelajaran IPS. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mengungkap bagaimana perspektif guru IPS terhadap penggunaan media 3D, dan kesulitan apa yang mereka rasakan jika pembelajaran media 3D itu diterapkan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan angket melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang dihadairi 20 guru MGMP IPS. Kegiatan FGD dilaksanakan untuk memperoleh tanggapan secara langsung dengan mendemonstrasikan media pembelajaran 3D pada materi keragaman bentuk muka bumi kelas VII jenjang pendidikan SMP. Hasil penelitian menunjukkan respon dari guru IPS mengungkapkan hampir tidak pernah menggunakan media 3D dalam pembelajaran IPS. Faktor yang menjadi kendala utama jika menggunakan media 3D pada aspek pengadaanya yang sulit didapatkan. Namun dengan dikembangkannya media 3D dinilai sangat baik untuk digunakan dalam pembelajaran IPS pada materi keragaman bentuk muka bumi. Mereka juga menganggap media 3D sangat membantu belajar siswa secara umum dan khususnya bagi siswa tuna netra karena dapat belajar dengan cara indera merasakan, menyentuh, meraba secara langsung media 3D.
PERKEMBANGAN POLA PERILAKU MAHASISWA PENDIDIKAN SEJARAH DALAM PEMBELAJARAN MASA COVID-19 Wisnu Wisnu; Sumarno Sumarno; Agus Trilaksana; RIyadi Riyadi
KRONIK : Journal of History Education and Historiography Vol 4 No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.297 KB)

Abstract

Abstract            This paper reveals the behavior of historical education students in dealing with the impact of the Covid-19 outbreak. Responding to this situation, the State University of Surabaya followed the directives of the Directorate of Higher Education to change conventional learning to online lectures. The policies issued by  State University of Surabaya affect aspects of student activities, and relate to individual student activities in dealing with learning systems that are enforced online or non-conventional.            The purpose of this study seeks to reveal how the behavior of History Education students in adapting and at the same time understanding the process of forming new behavior patterns from students during online learning after facing the Covid-19 situation. Student behavior patterns towards aspects of online learning and aspects of family life affect the emergence of new forms of behavior both in the form of attitudes and cultures that come into contact with IT devices.            This research uses a qualitative approach with descriptive methods. In the early stages of collecting data from various sources, especially students through online media in the form of narrative text, expressions, words, opinions, and ideas. Furthermore, by using the descriptive-qualitative method, it is attempted to describe events, circumstances, objects, and things related to variables that can be explained by the problem under study. This study describes the phenomenon of student behavior patterns in using online media.            The results of this study can open and broaden people's insights about understanding the lecture situation that is no longer carried out conventionally but with new patterns by utilizing technology or online media. This research can also foster situational awareness among the community, that the process of adaptability of history education students has taken place in maintaining the continuity of the learning process. An understanding of the results of research can also be used as material for consideration in issuing policies in Unesa and the government in general. In addition, this research will also produce articles that will be sent to accredited scientific journals. Key Word: Behavior, student, learning history education
Eksplorasi Pengembangan Media Berbasis Web dalam Pembelajaran Sejarah Kerajaan Islam Menggunakan Genially untuk Meningkatkan Pemahaman Belajar Siswa kelas X Alam Abdul Fatah; Riyadi Riyadi; Irsalina Izazi Nabila Putri Atmaja
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 3 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i3.2515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengembangan media pembelajaran berbasis web menggunakan platform Genially dalam pembelajaran sejarah, khususnya materi Kerajaan Islam di Indonesia bagi siswa kelas X. Kajian ini dilakukan melalui studi pustaka yang berfokus pada teori-teori pembelajaran digital, pengembangan media interaktif, serta efektivitas penggunaan teknologi dalam meningkatkan pemahaman belajar. Media berbasis web dipandang mampu menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21 yang menuntut interaktivitas, kemandirian belajar, serta keterlibatan aktif siswa. Genially dipilih karena kemampuannya mengintegrasikan elemen multimedia seperti teks, gambar, animasi, dan kuis interaktif dalam satu wadah yang menarik. Berdasarkan analisis literatur, pengembangan media ini dilakukan melalui tahapan perencanaan, perancangan konten, pembuatan tampilan interaktif, dan evaluasi berbasis pengguna. Pembelajaran sejarah yang dikemas secara digital dengan Genially berpotensi menumbuhkan minat belajar dan memperkuat pemahaman konseptual siswa terhadap materi Kerajaan Islam. Selain itu, pendekatan berbasis web ini memberikan fleksibilitas bagi guru dan siswa untuk mengakses materi secara daring kapan saja dan di mana saja. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa integrasi teknologi melalui Genially dapat menjadi alternatif inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah di sekolah menengah.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PENGEMBANGAN LKS LITERASI SEJARAH TINGKAT SMA/MA DI SURABAYA Sri Mastuti; Agus Suprijono; Corry Liana; Riyadi Riyadi; Dinar Rizky L
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 1 No. 1 (2023): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v1i1.20081

Abstract

Abstrak Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan secara hybrid (daring dan luring) di Prodi Pendidikan Sejarah FISH Unesa. Peserta luring sebanyak 30 orang merupakan alumni Prodi Pendidikan Sejarah yang mengajar mata pelajaran Sejarah di SMA/MA di Surabaya dan Sidoarjo, sementara 40 peserta yang mengikuti secara daring merupakan alumni yang berdomisili di kota-kota Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Madura. Materi yang diberikan adalah pengembangan instrumen penilaian non tes berupa LKS yang berliterasi sejarah. Pelatihan ini berguna bagi guru mata pelajaran sejarah dalam melatihkan dan menumbuhkan kesadaran sejarah siswa serta untuk mengembangkan penilaian non kognitif siswa. Melalui LKS berliterasi sejarah akan menumbuhkan minat dan ketertarikan belajar sejarah. Dengan demikian guru dapat memantau kendala yang dihadapi siswa dan melakukan upaya untuk mengatasinya. Dampak yang diperoleh guru dari kegiatan tersebut adalah meningkatnya kompetensi guru dalam mengembangkan penilaian non tes (LKS) yang berliterasi sejarah.
PELATIHAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS LUMIO BAGI GURU SEJARAH JAWA TIMUR Sri Mastuti; Agus Suprijono; Corry Liana; Riyadi Riyadi; Septina Alrianingrum; Dinar Rizky Listyaputri; Izzatul Fajriyah
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 1 (2025): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v3i1.35786

Abstract

Keberadaan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru.Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, seorang guru harus memahami dan memiliki kemampuan Pengetahuan Pedagogi Konten Teknologi (TPCK) di dalam dirinya. Berkaitan dengan Pengetahuan Konten Pedagogis (PCK), yang terdiri dari pengetahuan konten dan pengetahuan pedagogis yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru, pemerintah Republik Indonesia sebenarnya telah mengatur hal tersebut melalui Peraturan Pemerintah Nomor.74 tahun 2008. Pada rumusan Peraturan Pemerintah tersebut, salah satunya adalah bahwa seorang guru harus menguasai dan menggunakan teknologi dalam pembelajarannya. Kompetensi tersebut ditingkatkan melalui Kurikulum Merdeka yang telah mewajibkan penggunaan sumber-sumber belajar digital dalam pembelajaran yang disusun oleh para guru. Berdasarkan hal tersebut, sudahkah para guru menggunakan aplikasi digital dalam pembelajarannya? Oleh karena sangat pentingnyaa, penguatan literasi digital dalam hal pemanfaatan aplikasi digital untuk pembelajaran sejarah, maka pelatihan penggunaan ekosistem Lumio untuk mengembangkan inovasi pembelajaran sejarah bermanfaat secara signifikan meningkatkan ketrampilan guru dalam penggunaan tehnologi digital.Habituasi guru dalam penggunaan tehnologi cukup tinggi yaitu 85,4, tetapi dalam hal  penggunaan aplikasi pembelajaran terintegrasi hampir tidak ada. Karena itu untuk lebih menguatkan literasi digital guru sejarah maka dilakukan pelatihan pemanfaatan aplikasi Lumio untuk pembelajaran sejarah. Pelatihan dirancang dengan menggunakan model hybrid (in-house/off-site training dan online/virtual training), yang terdiri dari dua sesi pertemuan dan satu sesi penugasan. Sesi pertama dilakukan tes diagnostic ekosistem digital untuk mengetahui seberapa jauh literasi digital guru. Kemudian dilanjutkan pemaparan materi pemahaman konsep dan materi ekosistem digital. Pertemuan kedua diisi dengan perancangan penyusunan inovasi perangkat pembelajaran digital. Dan sesi ketiga berupa kegiatan penugasan yang dilaksanakandibawah bimbingan, dengan hasil akhir berupa inovasi perangkat pembelajaran digital yang terintegrasi dengan platform Lumio. Hasil pelatihan menunjukkan, para guru sejarah berhasil menyusun perangkat pembelajaran digital yang inovatif secara mandiri. Para guru mencapai keberhasilan dalam membuat desain kelas dan pembelajaran sejarah di aplikasi Lumio dengan cara mengisi perpustakaan Lumio dengan bahan ajar, materi ajar, dan asesmen. Dengan demikian para guru sejarah berhasil memanfaatkan aplikasi Lumio untuk pembelajaran sejarah.