Tanti Wahyuningsih
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP TRADISI SURAN DI MAKAM GEDIBRAH DESA TAMBAK AGUNG KECAMATAN KLIRONG KABUPATEN KEBUMEN Tanti Wahyuningsih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 3 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.931 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini, yaitu (1) mendeskripsikan prosesi tradisi suran di Makam Gedibrah Desa Tambak Agung, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen; (2) untuk mengetahui keterkaitan antara tradisi suran di Makam Gedibrah dengan agama Islam; (3) untuk mengetahui persepsi masyarakat Tambak Agung terhadap tradisi suran di Makam Gedibrah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan prosesi tradisi suran, yaitu (1) persiapannya menarik uang kepada warga untuk membeli bumbu rempah-rempah. Sementara itu untuk pelaksanaannya yaitu dimulai dari Juru kunci mempersiapkan sesaji yang akan diletakkan di dalam rumah sampai acara makan bersama; (2) Keterkaitan antara tradisi suran di Makam Gedibrah dengan agama Islam yaitu musyrik atau tidaknya tergantung niat dan cara meminta masing-masing individu. Dikatakan musyrik apabila meminta suatu permohonan kepada arwah Mbah Gedibrah. Ada pula yang menganggap bahwa tradisi suran di Makam Gedibrah sebagai suatu kepercayaan dan budaya; (3) Persepsi masyarakat terhadap tradisi suran di Makam Gedibrah yaitu mendukung karena merupakan kebudayaan Jawa. Hal tersebut tidak menjadi masalah jika tujuannya hanya untuk mengenang sejarah karena merupakan sebuah naluri kuno yang harus dijaga. Ada pula masyarakat yang menyumbangkan kambing apabila permohonannya terkabul. Kata kunci: persepsi masyarakat, tradisi suran