Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Aparatur Desa Pada Kantor Desa Padengo Kecamatan Dengilo Kabupaten Pohuwato Gretty Syatriani Saleh; Hasman Umuri
Jurnal Mirai Management Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v7i1.1928

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja aparatur desa pada Kantor Desa Padengo Kecamatan Dengilo Kabupaten Pohuwato. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, yaitu penelitian yang menggunakan angka-angka dan kata-kata atau kalimat dan gambar. Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan tentang pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja aparatur desa pada Kantor Desa Padengo Kecamatan Dengilo Kabupaten Pohuwato terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel disiplin preventif terhadap kinerja aaparatur pada Kantor Desa Padengo Kecamatan Dengilo Kabupaten Pohuwato. Hal ini menunjukkan bahwa variabel disiplin preventif (X1) memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,248, dan nilai probailitas sebesar 0,01 yang berarti disiplin preventif mempengaruhi kinerja aaparatur pada Kantor Desa Padengo secara signifikan sebesar 24.8%. Terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel disiplin korektif (X2) terhadap kinerja aparatur pada Kantor Desa Padengo Kecamatan Dengilo Kabupaten Pohuwato. Hal ini menunjukkan bahwa variabel disiplin korektif memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,128, dan nilai profabilitas sebesar 0,02 yang berarti disiplin korektif mempengaruhi kinerja aparatur pada Kantor Desa Padengo secara signifikan sebesar 12.8%. Terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel disiplin preventif (X1) dan disiplin korektif (X2) terhadap kinerja aparatur pada Kantor Desa Padengo Kecamatan Dengilo Kabupaten Pohuwato secara simultan (bersama-sama) yang di tunjukan oleh R Square yaitu sebesar 0.564 atau sebesar 56.4%. Sedangkan sisanya sebesar 0.436 atau sebesar 43.6% adalah merupakan variabel lain yang turut mempengaruhi namun tidak diteliti. Keywords: Disipilin Kerja; Kinerja Aparatur.
Monitoring Dan Evaluasi Program Pemerintah Antar Nasi Tumis: Penelitian Rusni Djafar; Umar Sune; Edy Sijaya; Hasman Umuri; Grety SY Saleh; Aprilani Parngring
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.694

Abstract

Tujuan dari monitoring dan evaluasi terhadap kualitas pelayanan rumah makan mitra adalah untuk menilai pelaksanaan program pemenuhan kebutuhan gizi dan kalori melalui pemberian makanan siap saji bagi anak-anak terlantar. Berdasarkan hasil dan kesimpulan dari kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, maka disampaikan beberapa rekomendasi kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial Kabupaten Pohuwato sebagai berikut: 1) Pemberian makanan siap saji satu kali sehari bagi anak-anak terlantar, tuna sosial, dan lansia miskin melalui program Antar Nasi Tumis terbukti menyentuh langsung kebutuhan dasar penerima manfaat dan oleh karena itu perlu dilanjutkan. 2) Diperlukan penguatan kapasitas dan komitmen rumah makan mitra agar mampu memberikan pelayanan dan kualitas makanan yang lebih baik. 3) Dinas Sosial perlu merekrut tenaga kurier yang lebih profesional guna menghindari keterlambatan dalam pendistribusian makanan. 4) Jumlah penerima manfaat perlu ditingkatkan agar lebih banyak individu yang dapat terbantu oleh program ini. 5) Harus ada proses verifikasi yang ketat sebelum menetapkan rumah makan sebagai mitra program untuk memastikan kelayakan dan kesiapannya. 6) Perlu adanya tambahan biaya kompensasi bagi rumah makan yang memiliki wilayah antar jauh atau sulit dijangkau. 7) Diperlukan pelibatan masyarakat, LSM, dan akademisi dalam pengawasan program guna memastikan transparansi dan akuntabilitas. 8) Tenaga pendamping lapangan perlu disiapkan agar pelaksanaan program mendapatkan bimbingan dan dukungan secara konsisten. 9) Diperlukan pengembangan Model Layanan Terpadu (New Service Model) yang mengintegrasikan pemenuhan kebutuhan dasar, kesehatan, dan gizi, serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait. Model ini diharapkan mampu meningkatkan ketepatan sasaran, mempermudah pengawasan, dan menjamin keberlanjutan program, termasuk dengan membangun rumah singgah atau panti sosial untuk anak yatim piatu, anak-anak terlantar, dan lansia terlantar