Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Metode Pengukuran Indeks Keuangan Inklusif Pada Sepuluh Bank Terbesar di Indonesia Chaerani Nisa; Dewi Trirahayu; Murthada Sinuraya
Jurnal Inspirasi Bisnis dan Manajemen Vol 2, No 2 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.247 KB) | DOI: 10.33603/jibm.v2i2.1512

Abstract

Abstract. This research aimed to see financial inclusion in the ten largest banks in Indonesia in 2017. To measure the index of financial inclusion we use an index that was proposed by Sarma (2010). Research methodology that is used in this research is descriptive quantitative. As a result, all those ten banks are in a medium category. Their index is ranging from 0,333 as the lowest value to 0,487 as the highest value. It also shows that in some cases, banks with higher asset also have better index score Implication from these finding is commercial banks must be more active in promoting financial inclusive so Indonesia’s financial inclusive score is increasing.   Keywords: Banking; Index of Financial Inclusion, Financial Inclusion. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan keuangan inklusi pada sepuluh bank dengan aset terbesar di Indonesia. Untuk penguukuran indeks keuangan inklusif, penelitian ini menggunakan metode yang diperkenalkan oleh Sarma (2010). Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode metode kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kesepuluh ban berada pada kategori medium dengan nilai berkisar antara 0,333 hingga 0,487. Hasil lainnya juga menunjukkan, pada beberapa kasus bank dengan aset besar memiliki indeks keuangan inklusif yang lebih baik. Implikasi dari temuan tersebut adalah bank umum di Indonesia harus lebih aktif lagi dalam melaksanakan aktivitas keuangan inklusif supaya program keuangan inklusif di Indonesia meningkat.  Katakunci: Perbankan; Indeks Keuangan Inklusif; Keuangan Inklusif.
The God Locus Of Control, Moral Disengagement and Ethical Perception Of Accounting Students: The Role Of Gender Amelia Oktrivina; Lies Putriana; Murthada Sinuraya
Jurnal Reviu Akuntansi dan Keuangan Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Reviu Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jrak.v14i2.30105

Abstract

Purpose: The purpose of this study is to add to the understanding of ethical viewpoints in a corpus of accounting student literature, by using mediation and moderation models to examine the interaction between belief in divine control, moral detachment, gender, and ethical insight. Methodology/approach: A total of 324 students contributed to the study by completing a two-stage online survey. Findings: Using hierarchical moderated regression analysis, the findings underscore a substantive correlation between belief in divine control and moral detachment and ethical acumen. Practical implications: Moral detachment showed a negative correlation with ethical insight and served as an intermediary in the relationship between belief in divine control and ethical acumen. Originality/value: Furthermore, this study illustrates that gender acts as a condition variable affecting the correlation between belief in divine governance and moral disengagement, as well as the relationship between moral disengagement and ethical understanding, indicating that the dynamics of these relationships are affected by gender differences.
Pelatihan Jiwa Kewirausahaan Dalam Mendukung Kewirausahaan Di Kalangan Generasi Z Erwin Permana; Setiarini; Yuli Ardianto; Dian Riskarini; Indra Satria; Satria Yunas; Wasi Widayadi; Salis Musta’ani; Murthada Sinuraya
SULUH: Jurnal Abdimas Vol 6 No 1 (2024): SULUH: Jurnal Abdimas Agustus
Publisher : FEB-UP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/suluh.v6i1.6710

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat Tim Dosen FEB UP yang dilakukan di SMA Negeri 11 Depok bertemakan “Pelatihan Jiwa Kewirausahaan dan Peran Profesi Akuntan dalam Mendukung Kewirausahaan di Kalangan Generasi Z”. PkM diikuti oleh 150 siswa kelas XII Jurusan IPS. Tema tersebut diangkat untuk menjawab kebutuhan generasi Z terhadap kewirausahaan dan diharapkan mampu memotivasi jiwa entrepreneurshipnya serta mampu melihat peluang dan membuka lapangan pekerjaan secara mandiri seiring dengan perkembangan teknologi digital. Kemandirian generasi Z ini juga dalam upaya mencari solusi dalam menghadapi Bonus Demografi . Siswa juga dapat menyadari pentingnya bidang ilmu manajemen dan akuntansi sebagai bekal dalam berbisnis dan berwirausaha. Selain itu dapat mengenal profesi akuntan sebagai profesi yang berperan dalam pelaporan keuangan sebuah usaha.
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI  PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS ( SMA )  SEJAHTERA 1 DEPOK MELALUI PELATIHAN INTERPERSONAL SKILL Ati Hermawati; Iha Haryani Hatta; Lies Putriana; Derriawan Derriawan; Murthada Sinuraya; Nelyumna Nelyumna; Renata Putri Kinasih; Amanda Putri Sofia
Abdi Implementasi Pancasila:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/nat03d54

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila pada tanggal 14 Agustus 2025 bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi tatap muka di kalangan remaja. Program ini diselenggarakan di SMA Sejahtera 1 Depok, dengan sasaran 30 siswa kelas 12 yang aktif dalam organisasi kesiswaan. Metode yang digunakan mencakup pelatihan komunikasi dan keterampilan interpersonal, serta pendampingan langsung. Mengatasi masalah rendahnya keterampilan komunikasi tatap muka yang disebabkan oleh tingginya penggunaan media digital di kalangan remaja. Program ini melibatkan pelatihan, praktik langsung, dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman siswa secara signifikan, dengan skor meningkat dari 64,6% sebelum pelatihan menjadi 92,4% setelahnya. Selain itu, 91,75% siswa menyatakan sangat puas dengan materi yang disampaikan. Pelatihan ini terbukti efektif dalam membekali siswa dengan kemampuan komunikasi asertif, empati, dan keterampilan berkolaborasi yang diperlukan untuk mendukung interaksi sosial mereka. Kegiatan PkM ini berhasil memenuhi tujuan yang diharapkan, yaitu meningkatkan keterampilan komunikasi siswa, serta memberikan wawasan dan pengetahuan yang lebih baik tentang penerapan keterampilan tersebut dalam interaksi sosial. Program ini menjadi langkah penting dalam mengatasi tantangan komunikasi di era digital bagi generasi muda.