p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL WALENNAE
Lenrawati lenrawati
Alumni Universitas Hasanuddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CASTING RANGKA MANUSIA DI LEANG JARIE, MAROS : BENTUK PENGAWETAN DAN PENYELAMATAN DATA ARKEOLOGI Lenrawati lenrawati; Budianto Hakim
WalennaE Vol 20 No 1 (2022)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/wln.v20i1.420

Abstract

Temuan rangka manusia Leang Jarie, berada dalam wilayah Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Temuan rangka ini memperlihatkan kondisi yang sudah mulai rapuh. Kondisi inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan untuk dilakukan dokumentasi dan penyelamatan. Dokumentasi yang dilakukan melalui pembuatan replika. Replika atau duplikasi dihasilkan melalui pembuatan casting pada rangka manusia tersebut. Tujuan pembuatan replika manusia untuk pelestarian nilai budaya serta untuk penyelamatan data arkeologi sebagai bahan pembelajaran atau pameran. Metode yang digunakan berupa pengumpulan data, pengelompokan data dan pembuatan replika rangka manusia di Leang Jarie. Pembuatan replika rangka manusia secara insitu memiliki tahapan dan proses kerja yang cukup memerlukan tenaga dan waktu, karena sebelum dilakukan casting diperlukan penanganan temuan terlebih dahulu agar objek tidak rusak akibat pembuatan pola cetakan. Hal yang perlu diperhatikan adalah pembuatan adonan untuk menghasilkan replika rangka manusia Leang Jarie, yang sesuai dengan bentuk aslinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa replika yang dihasilkan tidak 100% terekam secara keseluruhan tetapi beberapa informasi sudah dapat diamati tanpa perlu ke situs. Casting rangka manusia di Leang Jarie merupakan benda replika yang sengaja dibuat untuk dapat di pamerkan ke publik dan sebagai bentuk pelestariannya.     The human skeleton of Leang Jarie was discovered in the Simbang District of Maros Regency. The discovery of this skeleton indicates that its condition has deteriorated. This became one of the causes for documenting and rescue later. The production of replicas is used to document the process. Castings of the human skeleton are used to create replicas or duplications. The goal of creating human replicas is to conserve cultural values while also preserving archaeological data for use as educational materials or displays. In Leang Jarie, the process is data collecting, data aggregation, and the creation of a human skeleton model. Making an in-situ copy of a human skeleton has steps and labor processes that require a lot of energy and time, because it's required to handle the object first so that it doesn't get harmed while the mold pattern is being made. The production of dough to create a copy of Leang Jarie's human skeleton that is accurate to the original form is something that must be considered. The result revealed that while the replicas produced were not 100% accurate but some information could be observed without having to visit the site. The human skeleton casting at Leang Jarie is a reproduction that was created with the intention of being displayed to the public and preserved.
CASTING RANGKA MANUSIA DI LEANG JARIE, MAROS : BENTUK PENGAWETAN DAN PENYELAMATAN DATA ARKEOLOGI Lenrawati lenrawati; Budianto Hakim
WalennaE Vol 20 No 1 (2022)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/wln.v20i1.420

Abstract

Temuan rangka manusia Leang Jarie, berada dalam wilayah Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Temuan rangka ini memperlihatkan kondisi yang sudah mulai rapuh. Kondisi inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan untuk dilakukan dokumentasi dan penyelamatan. Dokumentasi yang dilakukan melalui pembuatan replika. Replika atau duplikasi dihasilkan melalui pembuatan casting pada rangka manusia tersebut. Tujuan pembuatan replika manusia untuk pelestarian nilai budaya serta untuk penyelamatan data arkeologi sebagai bahan pembelajaran atau pameran. Metode yang digunakan berupa pengumpulan data, pengelompokan data dan pembuatan replika rangka manusia di Leang Jarie. Pembuatan replika rangka manusia secara insitu memiliki tahapan dan proses kerja yang cukup memerlukan tenaga dan waktu, karena sebelum dilakukan casting diperlukan penanganan temuan terlebih dahulu agar objek tidak rusak akibat pembuatan pola cetakan. Hal yang perlu diperhatikan adalah pembuatan adonan untuk menghasilkan replika rangka manusia Leang Jarie, yang sesuai dengan bentuk aslinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa replika yang dihasilkan tidak 100% terekam secara keseluruhan tetapi beberapa informasi sudah dapat diamati tanpa perlu ke situs. Casting rangka manusia di Leang Jarie merupakan benda replika yang sengaja dibuat untuk dapat di pamerkan ke publik dan sebagai bentuk pelestariannya.     The human skeleton of Leang Jarie was discovered in the Simbang District of Maros Regency. The discovery of this skeleton indicates that its condition has deteriorated. This became one of the causes for documenting and rescue later. The production of replicas is used to document the process. Castings of the human skeleton are used to create replicas or duplications. The goal of creating human replicas is to conserve cultural values while also preserving archaeological data for use as educational materials or displays. In Leang Jarie, the process is data collecting, data aggregation, and the creation of a human skeleton model. Making an in-situ copy of a human skeleton has steps and labor processes that require a lot of energy and time, because it's required to handle the object first so that it doesn't get harmed while the mold pattern is being made. The production of dough to create a copy of Leang Jarie's human skeleton that is accurate to the original form is something that must be considered. The result revealed that while the replicas produced were not 100% accurate but some information could be observed without having to visit the site. The human skeleton casting at Leang Jarie is a reproduction that was created with the intention of being displayed to the public and preserved.