Suriana
Student of Agribusiness Department, Faculty of Agriculture, University of Halu Oleo (UHO), Agricultural Faculty, the University of Halu Oleo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Jaringan Sosial Orang Sama Bajo dan Bagai Tondasi dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam: (Studi Kasus Pengelolaan Tambang Pasir Rakyat di Selat Tiworo) Reski; Nur Isyana Wianti; Yani Taufik; Muslim Tadjuddah; Suriana
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 6 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v6i1.962

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi gambaran umum terkait dengan pengelolaan sumber daya yang tidak berkelanjutan dari perusahaan penambangan pasir lokal di Selat Tiworo. Secara khusus, kami mengidentifikasi beberapa aktor penting melalui identifikasi interaksi sosial yang dinamis antara penghuni perahu Sama Bajo dan penghuni darat Bagai Tondasi. Penelitian dilakukan di Desa Tondasi dan Santiri pada bulan September 2020 dengan mengumpulkan data sebanyak 26 responden yang dipilih dengan teknik purposive. Selain itu, kami melakukan wawancara mendalam dengan beberapa informan kunci dan melakukan studi pustaka. Untuk menganalisis data, kami menggunakan UCINET 6.0 terutama untuk mengidentifikasi beberapa sosiogram dan aktor kunci dari pemetaan interaksi sosial. Kami menyimpulkan dari analisis sosiogram bahwa hubungan sosial ekonomi antara dua kelompok etnis di lembaga ini dikelola oleh sistem pembagian kerja, nilai dan norma, dan sistem bagi hasil yang khas. Menariknya, kami menemukan bahwa lima orang Sama Bajo telah menjadi aktor penting, sebagai bintang dan jembatan, dalam kegiatan eksploitasi sumber daya alam ini terutama pada kerjasama kolektif dan jejaring sosial swadaya. Penelitian ini merupakan batu loncatan untuk meneliti transformasi stereotip Sama Bajo bahwa masyarakat bukanlah suku yang terpinggirkan karena kekuatan modal sosial mereka saat ini di Selat Tiworo.