Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi gambaran umum terkait dengan pengelolaan sumber daya yang tidak berkelanjutan dari perusahaan penambangan pasir lokal di Selat Tiworo. Secara khusus, kami mengidentifikasi beberapa aktor penting melalui identifikasi interaksi sosial yang dinamis antara penghuni perahu Sama Bajo dan penghuni darat Bagai Tondasi. Penelitian dilakukan di Desa Tondasi dan Santiri pada bulan September 2020 dengan mengumpulkan data sebanyak 26 responden yang dipilih dengan teknik purposive. Selain itu, kami melakukan wawancara mendalam dengan beberapa informan kunci dan melakukan studi pustaka. Untuk menganalisis data, kami menggunakan UCINET 6.0 terutama untuk mengidentifikasi beberapa sosiogram dan aktor kunci dari pemetaan interaksi sosial. Kami menyimpulkan dari analisis sosiogram bahwa hubungan sosial ekonomi antara dua kelompok etnis di lembaga ini dikelola oleh sistem pembagian kerja, nilai dan norma, dan sistem bagi hasil yang khas. Menariknya, kami menemukan bahwa lima orang Sama Bajo telah menjadi aktor penting, sebagai bintang dan jembatan, dalam kegiatan eksploitasi sumber daya alam ini terutama pada kerjasama kolektif dan jejaring sosial swadaya. Penelitian ini merupakan batu loncatan untuk meneliti transformasi stereotip Sama Bajo bahwa masyarakat bukanlah suku yang terpinggirkan karena kekuatan modal sosial mereka saat ini di Selat Tiworo.
Copyrights © 2022