Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN MATERI PELUANG BAGI SISWA TUNANETRA KELAS 5 SEKOLAH DASAR Sayidatul Maslahah; Arif Dwi Hantoro; Imam Budi Prasetyo; Sukinah Sukinah
Taman Cendekia: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/tc.v6i1.12251

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of probability learning media for students with visual impairments. The type of research used is quasi-experimental with a quantitative approach and a One Group Pre Test - Post Test Design. The results of the total accumulation in the pre-test, the five participants had an average score of 18.6 with a percentage of 37.2%. Meanwhile, when they got treatment by using probability learning media for Student With Visual Impairment and the post-test is done, the results of the accumulated scores obtained from the five participants are on average 44 with a percentage of 88%. Thus, the average score of the five subjects has positive changes by 25.4 with a percentage of 50.8%. In addition, because the results obtained by T arithmetic are the same as T table, T arithmetic is in the position of the rejection area for Ho with a significance level of 0.01. Therefore, based on these calculations, it can be concluded that Ho is rejected and Ha is accepted. So, the conclusion is that there is strong significant effectiveness in the probability learning media for Student With Visual Impairment.
ETIKA PROFESIONALITAS TENAGA PENDIDIK SEKOLAH PAUD INKLUSI TERPADU BINA CERIA Restu Rahmanita Sekaring Putri; Sayidatul Maslahah
JEDCHEM (JOURNAL EDUCATION AND CHEMISTRY) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Pendidikan, Pendidikan Kimia, dan Ilmu Kimia
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (LPPM) UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jedchem.v4i2.2460

Abstract

As an educator, it is important to understand the ethics of professionalism as an educator, because it is not only teaching students to be smart students. But an educator also controls education and becomes an example for his students to imitate, especially since Law no. 20 of 2003 concerning the national education system, special education or can be called special education that handles students who have special differences with other students out there. However, in carrying out their duties, educators will sometimes encounter obstacles that can hinder the teaching process of children. Because it is important from an early age to know how the ethics in the professionalism of an educator in special schools or can be called inclusive schools or ABK schools (children with special needs), so that prospective educators, especially educators in inclusive schools, clearly understand their role and apply their ethics professionalism in teaching. Because by knowing the professional ethics of an educator, it is hoped that the quality of educators in Indonesia can be better so that it gives birth to students who excel and have good character and behavior, besides that, educators must clearly understand that the task of educators is to maintain the good name of the school, harmony between students and educators. In addition, an understanding of the concept of professional ethics for education personnel includes an understanding of educational staff, the types of educators, an understanding of ethics, and the purpose of ethics that must be understood by educational staff.
Pengembangan Buku Panduan Pengenalan Organ Kewanitaan Sebagai Pencegahan Pelecehan Seksual Pada Siswi Remaja Disabilitas Di Kota Serang Banten Reza Febri Abadi Reza; Neti Asmiati; Sayidatul Maslahah
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpkk.v7i1.696

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menyusun Buku Pedoman Pengenalan Organ Kewanitaan sebagai Pencegahan Pelecehan Seksual pada Siswi Remaja Disabilitas di Kota Serang. Pengembangan buku panduan pengenalan organ kewanitaan sebagai pencegahan pelecehan seksual pada siswi remaja disabilitas yang dihasilkan berisikan materi tentang pembelajaran tentang organ kewanitaan yang digunakan sebagai pencegahan kekerasan seksual ada siswi disabilitas. Penilaian kelayakan buku panduan organ kewanitaan mendapatkan rerata penilain 4.25 dari ahli materi sehingga media buku panduan organ kewanitaan dikategorikan dengan kriteria “Sangat Baik” dan layak untuk digunakan. Nilai 4.00 dari ahli media. Berdasarkan pedoman hasil konversi data kuantitaif ke data kualitatif maka media buku panduan organ kewanitaan dikategorikan “Baik” dan layak untuk digunakan. Mendapatkan rerata penilain 4.27 dari ahli pembelajaran dan media buku panduan organ kewanitaan memperoleh kriteria “Sangat Baik” dan layak untuk digunakan dan memperoleh penilain dengan kriteria “Baik” pada ujicoba tahap satu dengan rerata penilaian 3.98 dengan kriteria “Sangat Baik” pada ujicoba tahap dua dengan rerata penilaian 4.08. Sehingga dapat disimpulkan media buku panduan organ kewanitaan layak untuk gunakan.
IMPLEMENTASI PEDAGOGI INKLUSIF BAGI SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR INKLUSI: ANALISIS PRAKTIK GURU DAN HAMBATAN PELAKSANAAN Irmawanti; Rizki Aningrum; Dody Bakhtiar Al-Anshori; Sayidatul Maslahah; Annisa
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v4i1.6938

Abstract

Pendidikan inklusif menempatkan keberagaman siswa sebagai bagian mendasar dalam proses pembealjaran sehingga memerlukan praktik pedagogi yang adaptif dan partisipatif. Namun, implementasi pedagogi inklusif di sekolah dasar menghadapi tantangan terutama praktik guru dan dukungan sistem sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pedagogi inklusif bagi siswa berkebutuhan khusus berfokus pada praktik guru dan hambatan pelaksanaannya di SD Muhammadiyah Dukuh Widaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian yaitu 1 kepala sekolah dan 2 guru. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu implementasi pedagogi inklusif dilakukan melalui adaptasi pembelajaran dalam kelas regular yaitu pemberian tambahan waktu belajar, pengaturan tempat duduk di kelas, asesmen, dan tutor sebaya. Praktik tersebut mencerminkan upaya yang dilakukan guru dalam menciptakan akses belajar yang sama bagi siswa berkebutuhan khusus. Namun, implementasi pedagogi inklusif masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan guru pembimbing khusus, kompetensi guru dalam melayani kebutuhan aspek non akademik dan dukungan layanan yang belum optimal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pedagogi inklusif bukan hanya ditentukan oleh ketersediaan layanan khusus tetapi dipengaruhi keyakinan dan kemampuan guru dalam membangun lingkungan belajar inklusif.
Sosialisasi Hak dan Peran Penyandang Disabilitas untuk Peningkatan Kesadaran Berpendidikan Masyarakat Pesisir Laut Dody Bakhtiar Al-Anshori; Sayidatul Maslahah; Yuni Tanjung Utami; Rizki Aningrum; Irmawanti Irmawanti
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v5i2.249

Abstract

Latar Belakang: Masalah utama yang dihadapi di masyarakat pesisir Desa Domas adalah rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pendidikan bagi disabilitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat pesisir tentang hak dan peran penyandang disabilitas dalam pendidikan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan kualitatif. Metode ini melibatkan kolaborasi antara tim pengabdi, masyarakat, dan penyandang disabilitas. Tahapan penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang dirancang secara sistematis. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat tentang hak-hak pendidikan penyandang disabilitas. Program ini juga berhasil menggeser stigma sosial dan mengubah perilaku orang tua penyandang disabilitas menjadi lebih proaktif dalam mendukung pendidikan anak mereka. Kesimpulan: Program ini berhasil menumbuhkan kesadaran dan kepercayaan diri. Namun keberlanjutan pendidikan inklusif memerlukan dukungan yang lebih komprehensif dari berbagai pihak.
Inovasi Teknologi Asistif Deteksi Arah, Jarak, Bahaya, Gmaps Berbasis Universal Design For Learning (UDL) Untuk Orientasi Mobilitas Tunanetra Sayidatul Maslahah; Mohammad Fatkhurrohman; Meyrizka Fajriyah; Atsir Al Atsari
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v10i1.32072

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu adalah untuk mengetahui rancangan, cara kerja, tingkat kelayakan dan keunggulan dari produk. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R & D) menggunakan model ADDIE. Adapun lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian ini dilaksanakan di PERTUNI (Persatuan Tunanetra Indonesia) Kota Serang dan 2 Sekolah Khusus/ Sekolah Luar Biasa di Kota Serang Provinsi Banten dengan subjek penelitian adalah siswa tunanetra. Tahap analisis kebutuhan yang dilakukan menyatakan bahwa masih belum ada teknologi asistif yang sesuai untuk orientasi dan mobilitas. Selain itu, guru juga masih mengalami kesulitan dalam mengajarkan OM karena kurikulumnya masih memodifikasi dari kurikulum reguler. Oleh sebab itu, dibutuhkan produk yang efektif untuk OM. Penilaian kepada ahli media, ahli materi, dan uji coba kepada guru untuk mengetahui hasil dan kelayakan untuk digunakan di sekolah. Adapun aspek-aspek yang dinilai di antaranya adalah aspek materi/ isi, aspek penyajian, aspek kebahasaan, dan aspek kegrafikan. sebagai upaya untuk membantu disabilitas tunanetra dalam menjalankan aktifitas di luar ruangan agar tetap aman dalam aktifitas sehari-hari. Peneliti mengembangkan produk ini dengan bahasa pengoperasian khusus anak tunanetra seperti pada aplikasi Talkback. Output yang dihasilkan berupa audio. Alat tersebut dilengkapi dengan vitur penjelasan orientasi arah, GPS, dan sensor untuk mendeteksi suatu benda yang biasa ditemukan di sekitarnya. Pengembangan alat tersebut bertujuan untuk memudahkan tunanetra dalam  mendeteksi  jarak dalam masa pandemi. Tujuan utamanya yakni untuk meningkatkan kemandirian dan kepercaya diri penyandang tuananetra dalam beraktivitas sehari-hari.
PENGARUH MEDIA PUZZLE BRAILLE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN BRAILLE PADA ANAK TUNANETRA KELAS IV DI SLB NEGERI BEKASI JAYA Salsabila Mutti Rahmania; Sistriadini Alamsyah Sidik; Sayidatul Maslahah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3877

Abstract

Anak tunanetra merupakan anak yang mengalami gangguan pada indra penglihatannya, sehingga mengalami keterbatasan dalam menerima informasi secara visual termasuk dalam pembelajaran mengenal lambang bilangan. Keterbatasan tersebut membuat anak tunanetra mengalami kesulitan dalam memahami pembelajaran yang bersifat abstrak, oleh karenanya diperlukan suatu media yang bersifat konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media puzzle braille dalam meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan braille pada anak tunanetra kelas IV di SLB Negeri Bekasi Jaya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain yang digunakan adalah A-B-A dengan pendekatan single subject research (SSR). Subjek pada penelitian ini adalah satu anak tunanetra total (totally blind). Pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan tes menggunakan instrumen yang telah melalui uji validasi isi berupa expert judgement. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan ditampilkan melalui grafik garis. Berdasarkan data yang telah dianalisis menunjukkan adanya perubahan yang lebih baik terhadap kemampuan mengenal lambang bilangan braille 1-10 dibandingkan dengan kemampuan awal. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya rata-rata atau mean level pada fase baseline 1 (A-1) adalah 40%, setelah diberikan perlakuan pada fase intervensi (B) rata-rata atau mean level mengalami peningkatan menjadi 91,09% dan rata-rata atau mean level pada fase baseline 2 (A-2) sebesar 73,75%. Maka dapat disimpulkan bahwa media puzzle braille berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan braille 1-10 pada anak tunanetra kelas IV di SLB Negeri Bekasi Jaya.
PENGGUNAAN METODE DIRECT INSTRUCTION DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN SENI PANTOMIM PADA ANAK TUNARUNGU DI SKHN 01 KOTA SERANG Lathifah Khoirunnisa; Toni Yudha Pratama; Sayidatul Maslahah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode Direct Instruction dalam meningkatkan keterampilan seni pantomim pada anak tunarungu di SKH Negeri 01 Kota Serang. Latar belakang penelitian didasari oleh rendahnya partisipasi siswa kelas kecil (SD) dalam pembelajaran pantomim, yang selama ini didominasi oleh siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen one group pretest-posttest dengan dua siklus yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah empat siswa tunarungu kelas 2 SD. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan pantomim dari pretest ke pretestI, baik dari segi ketepatan gerakan, ekspresi wajah, maupun kepercayaan diri siswa. Metode Direct Instruction efektif digunakan karena memberikan contoh konkret dan tahapan terstruktur yang memudahkan siswa tunarungu memahami materi. Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat Toni Yudha Pratama (2021:45) bahwa pembelajaran yang bersifat langsung dan terstruktur membantu siswa berkebutuhan khusus memahami materi dengan lebih cepat. Temuan ini juga diperkuat oleh Sayidatul Maslahah (2020:62) yang menekankan pentingnya model pembelajaran yang memfasilitasi interaksi visual dan praktik langsung bagi anak tunarungu.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK ANAK DENGAN HAMBATAN PENDENGARAN Amelia Maulidinnisa; Yuni Tanjung Utami; Sayidatul Maslahah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3991

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dalam meningkatkan kemampuan menyimak anak dengan hambatan pendengaran di kelas III SDKH SKh Negeri 01 Kota Serang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain One Group Pretest–Posttest. Subjek penelitian terdiri dari 4 anak dengan hambatan pendengaran. Instrumen penelitian meliputi tes tertulis kemampuan menyimak dan lembar observasi ketahanan konsentrasi. Hasil pretest menunjukkan rata-rata skor kemampuan menyimak sebesar 52,5 dengan persentase 59%. Setelah perlakuan berupa pembelajaran dengan model Think Pair Share selama empat pertemuan, hasil posttest meningkat menjadi rata-rata 95 dengan persentase 95%. Peningkatan rata-rata skor adalah 43 poin dengan persentase 43% dari skor maksimal. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi < 0,01, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Think Pair Share berpengaruh sangat signifikan terhadap peningkatan kemampuan menyimak anak dengan hambatan pendengaran.
Implementation of Loose Part Play STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) Media on STEM Understanding of Pre-service Teachers: A Case Study in Serang City, Indonesia Reza Febri Abadi; Siti Musayaroh; Sistriadini Alamsyah Sidik; Neti Asmiati; Toni Yudha Pratama; Dedi Mulia; Yuni Tanjung Utami; Sayidatul Maslahah
Jurnal Pendidikan Indonesia Gemilang Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jpig.v3i1.179

Abstract

This study aimed to implement the STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics)-based Loose Part Play Media on an understanding of cerebral palsy pre-service teachers in the city of Serang. The participants in this study are cerebral palsy pre-service teachers in Serang, Indonesia. The participant was 21 teachers. The method in this activity is a case study. The results showed that increasing of the STEM understanding was 26.2. It can be concluded that the STEM-based loose part play media can increase the STEM understanding of the pre-service teachers to find solutions to the problems faced by cerebral palsy pre-service teachers in Serang. An increase in understanding achievement indicates this through loose part play STEM of 26.2 (seen from the initial and final test), and the pre-service teacher's understanding of STEM-based loose play part media is 82.5.